Sukses

Sex & Health

ASL, Penyakit Langka Stephen Hawking yang Tak Bisa Disembuhkan

Bintang.com, Jakarta Fisikawan asal Inggris, Stephen William Hawking meninggal dunia di usia 76 tahun, pada Rabu dini hari. Stephen berperang dengan penyakitnya, amyotrophic lateral sclerosis (ALS), selama 50 tahun lebih.

CNN mewartakan, penyakit ini merupakan gangguan neurodegeneratif yang membuat otot-otot menjadi lemah. Sayangnya, penyakit ASL sangat fatal dan tak bisa disembuhkan. 

Dilansir dari Live Science, Stephen menderita penyakit langka ini sejak dia berusia 21 tahun. Dokter pada saat itu menduga, Stephen cuma punya 2 tahun lagi untuk hidup. Namun entah ada keajaiban apa, Stephen justru berhasil bertahan hingga usianya mencapai 76 tahun. 

Padahal, penyakit yang menggerogotinya ini termasuk unbearable. ASL menyebabkan degenerasi yang sangat progresif dan matinya sel-sel saraf yang mengontrol pergerakan sebagian besar otot pada tubuhnya. 

Karena ASL ini, Stephen tak bisa berjalan, mengunyah, bahkan sulit bernapas dan berbicara. Penyakit yang juga disebut dengan Lou's Gehrig's deases ini biasanya sangat mematikan. 

Menurut  The ALS Association, cuma ada 20 persen orang dengan ASL yang hidup 5 tahun setelah diagnosa, 10 persen hidup hingga 10 tahun, dan 5 persen hidup hingga 20 tahun. 

Namun, Stephen Hawking yang sangat cerdas dan telah menulis banyak buku-buku Best Seller ini berhasil bertahan hidup selama 55 tahun usai diagnosa di tahun 1963! Lantas, apa yang membuat Stephen sanggup bertahan lama? Apa sebenarnya ASL itu? 

2 dari 3 halaman

Gejala Awal ASL

Kalau mengikuti biografi Stephen, termasuk film the Theory of Everything, kamu pasti tahu kalau sebelum ada diagnosa ASL, Stephen hidup seperti anak-anak lainnya. Bahkan, dia sangat menonjol lantaran dia sangat cerdas. 

Menurut Mayo Clinic, ada beberapa gejala yang akan terlihat. Seperti lemahnya otot pada tubuh, berbicara yang diseret, dan bahkan, tak bisa bergerak, berbicara, serta susah bernapas. 

3 dari 3 halaman

Apa yang Bikin Stephen Hawking Kuat dan Bertahan?

Sebenarnya, tak ada teori atau pakar yang bisa menjawab pertanyaan ini. Dilansir dari Live Science, gejala dan dampak serta berapa lama bertahan tergantung dari penderitanya. 

Namun, menurut Menurut direktur the Neuromuscular Center di Northwell Health's Neuroscience Institute di Manhasset, New York, , salah satu faktor yang menentukan berapa lama seorang pasien akan hidup adalah genetik. Ada 20 genetik yang terkena ASL. 

Beberapa studi juga telah menemukan, kalau semakin muda usia seseorang terkena ASL, semakin lama dia akan bertahan hidup. Pada kasus Stephen Hawking, usia 21 tahun termasuk muda. Dan mungkin ini juga menjadi salah satu faktor kenapa dia bisa bertahan hingga 50 tahun lebih. Selamat jalan, Prof, selamat jalan. 

Kredit

  • Karla Farhana
    Author
    Karla Farhana