Sukses

Relationship

2018 Sudah Mau Habis, Masalah Asmaramu Masih Saja Soal Cinta Buta?

Bintang.com, Jakarta Bahkan tahun 2018 pun sudah hampir memasuki kuartal terakhir, dan kamu masih saja membiarkan dirimu terjebak cinta buta? Hmm, sungguh tidak bisa dibiarkan.

Cinta buta itu bisa membahayakan diri, lho. Saat terjebak dalam cinta buta, seseorang akan kehilangan kendali bahkan atas dirinya sendiri.

Ia akan cenderung memuja tak peduli bagaimana fakta yang ada. Seseorang yang dipuja itu benar-benar sempurna tanpa cacat sedikitpun. Bahkan ketika dirinya tersakiti sekalipun, pujaannya masih akan tetap sama.

Yang cinta buta akan cenderung menolak kebenaran. Kalaupun dirinya harus babak belur memikul seluruh tanggung jawab dalam hubungan, akan dilakukan. Dalam kondisi ini, cinta sudah tidak ada indah-indahnya.

Hati-hati, jangan sampai kamu terjebak dalam cinta buta ini. Ketahui tandanya dan jangan ragu untuk bercerita ke orang lain mengenai kondisimu.

2 dari 3 halaman

Ciri-ciri Kalau Kamu Sedang Cinta Buta

Sudah tidak bisa membedakan baik buruk

Mau seburuk apapun keadaan, seburuk apapun dia memperlakukanmu, kamu tetap akan mencari celah untuk memujanya dan membenarkan setiap perbuatannya. Tidak ada yang buruk tentangnya karena semua termaafkan olehmu.

Menutup diri dari masukan orang lain

Percuma dikasih tahu ini itu sama orang lain tentang betapa toxicnya hubunganmu karena cinta buta itu, karena kamu menutup diri. Apa yang dikatakan orang lain jelas akan berbeda dengan apa yang kamu pikirkan dan kamu yakini dalam hati.

3 dari 3 halaman

Bertahan meski jelas tersakiti

Tak peduli seberapa sakit dirimu karenanya, kamu selalu punya alasan untuk memaafkan. Semua luka tak ada artinya, karena kamu pikir kamu mencintai dia dan tak bisa hidup tanpanya. Jadi buatmu, tak masalah tersakiti selama kalian bisa bersama.

Selalu menyalahkan diri sendiri atas keadaan

Ketika kamu cinta buta pada seseorang, takkan ada yang salah dari dirinya. Kalaupun ada yang salah dan perlu dipersalahkan, itu dirimu bukan dia. Selalu kamu yang salah, kamu selalu melimpahkan kesalahan ke dirimu sendiri alih-alih mengevaluasi bersama.

Kredit

  • fitriandiani
    Author
    fitriandiani