Sukses

Relationship

Curhat Pembaca: Apakah Pacar yang Kasar Bisa Berubah?

Bintang.com, Jakarta Dari: Rosana

Halo kak redaksi, saya punya pacar yang menurut saya kasar karena jujur aja saya gak pernah dikasarin di rumah. Dia ini kalau ngomong, kayak ngomong sama teman yang pake makian gitu. Saya gak suka aja. Terus kalau marah juga dia nyepelein "yaelah gitu doang" gitu.

Kita baru pacaran 5 bulan sih tapi saya gak tau bakal tahan apa gak sama dia. Sifat begitu bisa berubah gak sih? Terus gimana cara bikin dia berubah? Thanks ya.

***

Dear Rosa,

sifat kasar itu bisa karena kebiasaan dan pengaruh dari lingkungan. Nah, mungkin dia begitu, atau simply karena kamu dan dia belum terbiasa terhadap satu sama lain saja. Lagipula, hubungan kalian baru berjalan lima bulan, kan?

Waktu-waktu kalian selama ini masih dipakai untuk saling mengenal, untuk mengetahui lebih jauh sifat dan karakter satu sama lain. Nah, sifat kasarnya ini adalah salah satu hasil dari kedekatan kalian selama lima bulan terakhir pacaran. 

2 dari 3 halaman

Butuh Waktu Untuk Menyesuaikan Diri

Kamu bisa kok mengubah kebiasaan ini seiring berjalannya waktu. Asal, kalian bekerja sama untuk mengubahnya. Komunikasikan, apa yang kamu tidak suka dan bagaimana harapanmu terhadapnya. Dia harus mendengar dan berkompromi, kamu harus bersabar dan menuntun dia perlahan-lahan.

Perubahan tersebut tak bisa terjadi dalam satu malam. Kalau sikap kasar itu adalah kebiasaan, untuk menghilangkannya kamu harus mengganti dengan kebiasaan baru; dengan memperlakukannya penuh kelembutan.

3 dari 3 halaman

Ada Batasan

Sifat tersebut memang bisa berubah perlahan-lahan kalau kamu dan dia bekerja sama untuk mengubahnya. Tapi, jangan jadikan itu sebagai pembenaran untuk memaafkan perlakuan ataupun kata-kata kasar. Jika kata kasarnya ditujukan untuk melampiaskan kekesalan terhadapmu, jangan dimaafkan. Bisa-bisa itu jadi kebiasaan baru lagi.

Kamu harus membuat batasan ini dan mematuhinya dengan segenap hati sebagai bentuk perlindungan diri. Yakin bisa mengubahnya bersama, boleh. Permisif, jangan. Kata-kata kasar itu termasuk kekerasan verbal dalam hubungan, dan kekerasan verbal bisa berujung pada kekerasan fisik. Keduanya membahayakan, makanya lebih baik 'basmi' hal tersebut dari akarnya saja. 

Jika dalam kurun waktu tertentu dia tetap tak berubah, tinggalkan saja. Kamu tak perlu mengorbankan dirimu terlalu banyak untuk seseorang yang tak bisa menghargaimu. :)

 

 

***

Punya masalah percintaan yang bikin galau? Curhatin aja! Kirim curhatanmu ke redaksi@bintang.com. Jangan lupa tulis subject emailnya: CURHAT PEMBACA BINTANG, ya. Curhatanmu akan dijawab dan kamu bisa lihat jawabannya di www.bintang.com/relationship. Ditunggu!

Kredit

  • fitriandiani
    Author
    fitriandiani