Sukses

Relationship

Curhat Pembaca: Mantan Cemburu Saat Tahu Aku Punya Gebetan Baru

Bintang.com, Jakarta Dari: Rivanno Rizky

Salam redaksi curhat pembaca bintang. Nama gue vano, gue punya mantan namanya sebut ada Dea (bukan nama asli ya). Gue pacaran ma dea ini 3 tahunan yg lalu. Pacarannya sekitar 1,5 tahunan.Gue ma dia putus gara2 orang tuanya ga suka dea pacaran, trus dia yg emang anak mama gitu akhirnya nurut trus putusin gue.

Gue sempet ga terima, tp yaudalah akhirnya gt aja toh abis putus itu gue ma dia masih deket aja kayak pacaran. Cuma ngga ada status doang. Tp di situ gue ngerasa hub kita ga jelas. Kita blg ke semua orang udh putus, tp masih suka jalan bareng, kadang jg masih sayang2an, cuma backstreet aja.

Jujur gue ga suka dlm kondisi hubungan ngegantung gitu. Gue tanya dea bbrp kali soal hubungan itu dia jawab dia ga bisa ngubah apa2, dia ga mau ngelawan mamanya. Tp dia mau ttp deket ma gue

Trus bbrp bulan kitakayak gitu gue akhirnya mulai buka hati buat cewek lain. Emg pdkt sama 3 cewek ga ada yg srek sampe akhirnya cewek keempat ini gue ngerasa cocok. Gue jd pdkt serius sm dia. Nah, si dea ini tau gue pdkt sama cewek ini, trus dia marah min.

Pertamanya dia marah ma gue, tp ga langsung cuma kayak cemburu2 gitu. Gue jg ga langsung bahas soal gebetan gue ini, gue ga ngerasa salah krn posisi gue ma dia udah ga pacaran. Terus dia ngehubungin si gebetan gue ini nanya2 ada hubungan apa sama gue, dll, trus minta si gebetan gue jauhin gue. Gebetan gue cerita, trus posisi kita ber2 jadi kayak salah gtu gara2 si dea padahal kita ga salah kan?

Gue harus gmn ya menghadapi si dea ini? Tolong kasih pencerahan min. Thanks

***

Dear Vano,

Masih berhubungan sama mantan tanpa status yang jelas itu memang menyusahka, harusnya kamu tegas sedari awal untuk memutuskan hubungan. Sulit, memang. Tapi selebihnya langkahmu akan lebih mudah.

1 dari 3 halaman

Berhenti Menempatkan Hubungan dengan si Mantan di Garis Abu-abu

Bagaimana cara menyudahi situasi yang tidak enak ini cuma satu dan itu mudah sekali, yakni dengan bersikap tegas. Ya, kamu harus bersikap tegas.

Bersikap tegaslah pada dirimu sendiri. Bagaimana perasaanmu saat ini? Kepada siapa hatimu mengarah? Kepada si mantan, atau orang baru yang sedang kamu dekati dan kamu bilang cocok ini?

Kalau kamu memang masih memiliki perasaan pada si mantan dan masih ingin terus memperjuangkannya, jangan libatkan orang lain dalam kerumitan kisahmu. Tak perlulah kamu PDKT segala sama cewek lain kalau kamu tahu hatimu masih terjebak di masa lalu.

Tapi, ketahui juga apa yang akan kamu hadapi kalau kamu terus membiarkan dirimu terjebak di sana. Dunia dan seisinya berjalan maju, sementara kamu memilih yang sejauh ini masih terlihat buntu? Ya tidak apa-apa kalau kamu suka.

2 dari 3 halaman

Melepas Gebetan, Sama dengan Melepas Kesempatan Emas

Sudah berapa lama kamu stuck dalam hubungan yang tidak jelas ke mana arahnya ini sama mantan? Menurut kamu, kalaupun kamu bertahan, apa kamu bisa mengubah keadaan? Dalam arti, hubugan kalian jadi lebih baik, jelas statusnya, jelas masa depannya, dan yang lebih penting; apa orang tuanya akan merestui?

Kalau itu semua tak bisa kamu jamin, bukankah berarti lebih baik kamu lanjutkan dengan gebetan barumu ini?

Bersama si gebetan baru, mungkin juga tak mudah perjalanan ke depannya. Tapi karena kamu tidak tahu apa yang akan terjadi di depan sana, maka tak ada salahnya kamu coba jalani dulu. Siapa tahu bersamanya kamu bisa lebih bahagia.

Dan, kamu harus tahu, ketika kamu bisa melihat kebaikan dan kecocokan dari si gebetanmu ini, serta mempertimbangkan untuk serius PDKT sama dia dan merasa itu semua tak sedikitpun berarti kamu sedang berbuat salah pada si mantan, sesungguhnya hatimu pun sudah condong ke si gebetan, lho.

Sekarang, silahkan pilih sendiri langkah selanjutnya. :)

 

 

***

Punya masalah percintaan yang bikin galau? Curhatin aja! Kirim curhatanmu ke redaksi@bintang.com. Jangan lupa tulis subject emailnya: CURHAT PEMBACA BINTANG, ya. Curhatanmu akan dijawab dan kamu bisa lihat jawabannya di www.bintang.com/relationship. Ditunggu!

Tulis Komentar (0)

Kredit

  • fitriandiani
    Author
    fitriandiani