Sukses

Relationship

Curhat Pembaca: Saudara Jahat Tertimpa Musibah, Tolong atau Pertahankan Ego?

Bintang.com, Jakarta Dari: Merry

Hay Bintang.com. Sebut saja nama saya merry. Saya mau curhat tp bukan ttg pasangn melainkan keluarga. Salah satu om saya dulu pernah jahat dan mengadu domba papa saya dgn keluarga lain. Kejadiannya sudah lama, papa saya sudah meninggal skrg.

Saat bertemu sikap kita semua biasa ajj karna ngga mau ribut antar kluarga, tp di belakang kita cukup tau dia begtu. Saya masih ingat betul kejadian itu dan rasanya hati saya ngga terima. Lalu skrg dia tertimpa musibah hingga jatuh koma. Bagaimana saya harus bersikap padanya dan keluarga. Jujur saya masih sakit hati.

***

Dear Merry,

apapun penyebabnya dan untuk alasan apapun, mendendam bukan sikap yang baik. Setiap orang pasti punya kesalahan, terlepas dari dia menyadari dan menyesali kesalahan itu atau tidak, akan selalu lebih baik jika kita memilih untuk memaafkan mereka.

Memang sulit bagi yang menjalani, namun dengan memaafkan kita, kamu, dapat hidup lebih tenang. Beliau yang pernah berbuat picik pada keluargamu pasti menerima ganjaran atas sikapnya, tapi ganjaran itu tidak perlu datang darimu. Memaafkan itu meringkankan. Bukan hanya langkahmu tapi juga langkahnya. 

 

2 dari 2 halaman

Menyikapi Keluarga yang Pernah Berbuat Jahat

Kita tidak pernah benar-benar tahu bagaimana seseorang perlu berjuang keras untuk hidupnya. Jadi, akan jadi pilihan yang sangat bijaksana bila kita tidak menambah bebannya dengan doa-doa buruk atau perasaan dendam yang mungkin menghambat langkahnya.

Sebaliknya, maafkanlah. Sebab maaf itu tak hanya berarti bagi dirinya tapi juga dirimu. Memberi maaf pada orang yang pernah bersalah padamu adalah cara untuk membuat kamu dapat hidup tenang. Iya, kamu.

Dendam Membuat Gelisah

Sebagian besar waktu di mana kamu hidup sambil mendendam, kamu akan merasa gelisah. Di sudut hatimu pasti kamu ingin dia menderita, dan saat kamu tahu dia tidak menderita seperti yang kamu ingin kamulah yang akan merasa tidak tenang. Apa kamu ingin menjalani hidup dengan keadaan seperti itu terus menerus?

Maafkan.. Bukan untuk mereka tapi untuk ketenangan dirimu sendiri. Terlebih saudaramu saat ini sedang dalam kondisi yang tidak baik. Jangan persulit upaya dan doa-doa beliau beserta keluarga dengan perasaan dendam yang kamu pelihara. 

Berbesar hatilah untuk memaafkan, hidup dan duniamu pasti lebih indah dari sebelumnya. :)

Tulis Komentar (0)

Kredit

  • fitriandiani
    Author
    fitriandiani