Sukses

Relationship

Editor Says: Atasi Long Distance Marriage dengan Cara Ini

Bintang.com, Jakarta Mengatasi kesedihan karena merasa kesepian ditinggal pergi oleh sang suami, terkadang sulit untuk diungkapkan dengan kata-kata. Apalagi hal ini baru kamu alami ditinggal jauh ke negeri orang selama beberapa bulan untuk bekerja.

Apalagi kamu ditinggal pergi ketika lagi mengandung anak pertama yang sudah dinanti-nantikan. Tentu saja ada perasaan tidak ingin ditinggalkan sama suami karena ketika ditinggal kamu pasti membutuhkan dia. Hal pertama yang kamu inginkan disaat gak berdaya karena rasa mual, pusing dan ingin muntah karena fase-fase masa kehamilan trimester pertama, pasti kamu ingin ada dia. Kamu ingin dirinya ikut membantu mengatasi keadaan tersebut, sehingga kamu merasa tenang bila ada dia disamping kamu.

Fakta-fakta tentang LDR. (Foto: unsplash.com/Siddharth Bhorga)

Gak cuma itu saja, kalau kamu lagi membutuhkan sesuatu seperti ingin makan, minum susu atau minum air putih bahkan mau makan buah-buahan, si suami dengan sigap akan menyiapkan itu semua. 

Momen-momen seperti itu pasti yang kamu rindukan sehingga ketika gak ada dirinya kamu merasa sendirian untuk menjalani semuanya. Tapi, kamu gak usah khawatir karena kamu gak akan pernah sendirian ketika suami kamu sedang pergi.

2 dari 2 halaman

Atasi dengan cara ini bila kamu merasa sendirian

Awal ditinggal pergi pasti akan merasa sulit dan kamu akan merasakan semuanya, tapi nanti lam-lama kamu akan terbiasa tanpa adanya dia di samping kamu dan fokus dengan perkembangan si kecil di dalam perut kamu. Karena kalau kamu kuat dan sehat akan sangat penting untuk si kecil.

Kamu bisa mengatasi kesepian dengan mudah, apalagi zaman sekarang semakin canggih teknologi maka semakin mudah kamu untuk tetap berkomunikasi.

Berbeda dengan pasangan lain, anak LDR butuh cara khusus untuk meredakan pertengkaran. (Foto: unsplash.com/mahkeo)

Kamu pun juga bisa video call dengan dia, sehingga bisa melihat langsung apa yang dikerjakannya, hal ini pun akan membuat kamu jadi merasa tenang karena terasa dekat dengannya.

Kemudian, tetap berfikir walau jarak yang jauh tapi hati tetap dekat sehingga ini akan membuat kamu jadi gak terasa menjalani hari-hari. Selanjutnya, tetap berfikir positif ya agar kamu tetap semangat menantikan kepulangan dia. Dan setelah sudah dekat waktunya untuk pulang, kamu bisa memikirkan rencana-rencana untuk quality time sama dia, misalnya nonton bareng, makan malam atau jalan bersama ke mal dan sebagainya.

Jalani hari-hari kamu seperti biasa ya walau long distance marriage.

 

 

 

 

Tulis Komentar (0)

Kredit

  • Yuni Haumahu
    Author
    Yuni Haumahu