Sukses

Relationship

Mungkin Ini Penyebab Angka Jomblo di Bandung Terus Meningkat

Bintang.com, Jakarta Istilah jomblo atau kaum single sering dipandang remeh oleh masyarakat Indonesia. Status mereka yang tidak memiliki kekasih, pun dianggap menyedihkan oleh mereka yang sudah memiliki pacar. Apalagi, jomblo juga kerap diidentifikasikan dengan malam Minggu yang suram, jalan sendirian di mall, atau ngenes di kos-kosan. Terdengar isu bahwa angka jomblo di Bandung terus meningkat. Lalu, kira-kira apa ya yang menjadi penyebabnya? 

Ternyata ada pandangan negatif terhadap orang Bandung (baca: Sunda) menurut kepercayaan banyak orang. Dari berbagai informasi yang penulis gali, sebagian besar warga menilai bahwa perempuan Sunda itu dikenal materialistis, malas dan suka berdandan, tidak bisa diajak hidup susah, dan tidak berbakti kepada orang tua. Mungkin sekali, stigma negatif inilah yang menjadi penyebab meningkatnya angka jomblo di Bandung.

Kamu yang masih jomblo, ketahui sifat paling mengerikan dari setiap zodiakmu yang bikin banyak orang ilang feeling.

Sayangnya lagi, penilaian negatif ini terus dipertahankan hingga saat ini meskipun hal tersebut tidak bisa dibuktikan secara konkret. Akibatnya, tak sedikit orang tua yang berpesan pada anaknya agar tidak berpacaran atau menikah dengan orang Bandung karena khawatir akan mendapatkan menantu yang durhaka. Padahal, stereotip seperti ini belum bisa dibenarkan lewat bukti konkret.

Sifat materialistis, misalnya, menurut penulis, karakter seperti ini sah-sah saja menilik tingkat kebutuhan ekonomi yang terus meningkat. Sebagai seorang perempuan yang kelak akan menjadi istri dan ibu dari anak-anak, tentu ingin menjamin masa depan anaknya dengan ekonomi yang berkecukupan. Mungkin sekali banyak orang di luaran suku Sunda menganggap orang Bandung itu materialistis karena sifat mereka yang 'to the point' saat menginginkan sesuatu.

Ilutrasi jomblo | Via: liputan6.com

Selain itu, penulis kira semua orang sangat memahami sifat perempuan yang suka berdandan. Jadi, sah-sah saja bila orang Bandung senang berhias diri, terutama bila hal itu memang untuk menyenangkan suami. Terlebih, perempuan Bandung juga dikenal sangat cantik. Namun, untuk pelabelan orang malas, penulis sungguh tidak bisa mengerti karena banyak sekali bukti di sekitar penulis yang menampik anggapan seperti ini. Faktanya, tak sedikit pria yang memiliki istri orang Sunda mengaku bahwa istrinya mengurus sendiri semua kebutuhan rumah tangganya.

Terakhir, mengenai pandangan bahwa orang Bandung tidak bisa diajak hidup susah dan tidak berbakti orang tua, stigma seperti ini juga tidak berdasar. Menurut opini penulis, setiap wanita tentunya memilih pria yang mapan dan bertanggung jawab. Jadi, pastinya mereka akan menghindari pria yang hidupnya susah karena mencemaskan masa depan rumah tangga dan anak-anak. Sementara itu, anggapan orang Bandung tidak durhaka kepada orang tua mungkin diperoleh dari pengalaman seseorang yang menikah dengan wanita Bandung dan kebetulan sang istri berani melawan mertua. Dan akhirnya, omongan miring pun tersebar hingga menjadi kepercayaan umum. Akhirnya banyak cewek Sunda yang jomblo, deh. Pandangan seperti ini tentu tidak bisa dibenarkan karena sifat setiap manusia berbeda-beda.

Ilustrasi jomblo | via: yukcurhatyuk.com

Kredit

  • Ardini Maharani
    Author
    Ardini Maharani