Sukses

Viral

Perempuan Sehat dan Tanpa Tembakau Mampu Bersaing di Era Milenial

Bintang.com, Jakarta Dalam rangka memeriahkan Hari Batik Nasional, Pasaraya– The Pride of Indonesia menggelar acara tahunan bertajuk “Tribute to Batik Indonesia” mulai tanggal 2 sampai 31 Oktober 2018. Di tahun ini tema yang diangkat adalah ‘The Art of Rembang’ bekerjasama dengan Pemerintah Kabupaten Rembang.

Ada 60 booth bazaar dan pameran ragam produk unggulan khas Rembang seperti Batik Tulis Lasem, Kerajinan dari Kulit Ikan Pari, dan produk hasil karya UKM lainnya. Opening Ceremony telah berlangsung dengan sukses pada 5 Oktober lalu.

“Setelah ini ada satu daerah yang akan kita tampilkan di sini dengan hasil karya mereka yang khas, tapi masih rahasia belum bisa saya ungkap sekarang. Kita tunggu saja,” ucap Donna Latief dari ALatief Corporation. Masih dalam rangkaian Tribute To Batik Indonesia 2018 ‘The Art of Rembang’, beberapa organisasi dan komunitas perempuan berkumpul bersama di Pasaraya Blok M.

Mereka mengadakan acara Dialog bertajuk “Perempuan Sehat Mampu Bersaing di Bidang Ekonomi dan Hukum Menghadapi Kejamnya Era Milenial”. Pihak Pasaraya, Wanita Indonesia Tanpa Tembakau [WITT], Ikatan Wanita Pengusaha Indonesia [IWAPI], Srikandi untuk Rakyat [SIRA], Ikatan Pengusaha Muslim Indonesia [IPEMI] dan Perempuan Cerdas NKRI [PEDAS NKRI] punya kesamaan ide.

Terutama dalam menyikapi dinamika dan kondisi saat ini yang terus berkembang dalam keseharian para perempuan Indonesia. Hal itu melahirkan sebuah wadah aspirasi, berbagi pengalaman, kesuksesan dan strategi dari masing-masing nara sumber dalam dialog yang dikemas dengan santai tanpa mengurangi keseriusan tema yang diangkat pada hari Rabu (24/10/2018) kemarin.

Donna Latief, pengusaha dan profesional selama 18 tahun berkecimpung di ALatief Corporation, berperan sebagai penyelenggara dialog kolaborasi ini. Berawal dari mendukung acara UKM perajin perempuan kota Rembang, dilanjutkan dengan ide berkolaborasi bersama organisasi dan komunitas besar perempuan Indonesia untuk saling bergandeng tangan mendukung para perajin daerah terutama perempuan.

2 dari 2 halaman

Membangun Ekonomi Keluarga

Ide ini dicetuskan sebagai dukungan dalam bentuk memberikan informasi bermanfaat yang dituangkan dalam acara dialog bertemakan perempuan. Selain harus sehat yang berarti gaya hidup sehat tanpa asap rokok, WITT yang diwakili oleh Ketua Umumnya, Titi Hatta, mengedepankan peran ibu di dalam keluarga yang menanamkan nilai-nilai gaya hidup sehat bebas asap rokok, karena rokok diyakini sebagai pintu gerbang narkoba.

IWAPI dengan nara sumber Ketua Umum Nita Yudi adalah ujung tombak ekonomi kerakyatan yang dimulai dari membangun ekonomi keluarga. SIRA dengan nara sumber Edriana dan Nina Ramschie, merupakan sosok perempuan tangguh dalam dunia ekonomi dan politik.

PEDAS NKRI dengan nara sumber Ina Rachman merupakan komunitas perempuan yang selain mengutamakan akhlak melalui pengajian rutin yang diadakan, juga peduli pada peran dan nasib perempuan Indonesia.  Diharapkan dari kegiatan ini, peserta dan undangan yang mengikuti dialog ini dapat mengambil manfaat positif dari berbagi ilmu dan pengalaman dari para nara sumber yang menjadi pembicara.

Bersama-sama kita tingkatkan peran perempuan dalam industri kreatif, ritel dan digital. Sukseskan ekonomi rakyat di era milenial dengan berbagai kreatifitas dan karya anak muda, anak bangsa yang berkualitas.

 

Tulis Komentar (9)

Kredit

  • henryhens
    Author
    henryhens