Sukses

Viral

Nggak Perlu Ribet, Sekarang Kamu Bisa Makan Pisang dengan Kulitnya

Bintang.com, Jakarta Pisang jadi salah satu buah favorit karena rasanya yang manis dan legit. Buat kamu para pecinta pisang ada kabar baik nih, di mana kamu tak lagi perlu repot mengupas kulit pisang saat ingin menyantapnya.

Ya, berkat penemuan dari perusahaan pangan Jepang, kini kamu tak perlu repot-repot lagi mengupas kulitnya. Pasalnya, kulit pisang yang diinovasi oleh D&T Farms ini bisa dimakan sekalian dengan daging buahnya! Wow, kok bisa?

Manajer D&T Farms, Setsuzo Tanaka memulai penemuan tersebut dari kegemarannya bercocok tanam. Ia berinovasi untuk mengambil ekstrak DNA dan menghasilkan spesimen yang mirip dengan bibit di zaman kuno. Setsuzo kemudian menanam bibit pohon pisang tersebut di suhu -59 derajat celcius.

Setelah beberapa kali percobaan, penemuan dari Setsuzo akhirnya membuahkan hasil di bulan November tahun 2017 lalu. Bibit tersebut nyatanya berhasil tumbuh di udara yang dingin, tepatnya di Okayama Prefecture. Pisang yang tumbuh kemudian menanggalkan kulitnya yang keras dan digantikan dengan tekstur kulit seperti kubis.

Dilansir dari website D&T, kulit buah pisang yang dinamakan The Mongee (dibaca 'mon-gay') ini mengandung vitamin B6, magnesium dan trytophan. Lalu bagaimana dengan rasanya? Menurut beberapa orang yang pernah mencoba, ternyata meski kulit tersebut sudah lunak namun rasa kulit pisang masih terasa di lidah. Meski begitu, untuk daging pisangnya terasa lebih lezat dan manis daripada pisang biasa.

Sebelum memakan pisang Mongee, ada baiknya kamu menunggu terlebih dahulu sampai kulit pisang matang dengan sempurna. Tanda-tandanya adalah dengan muncul bintik hitam di permukaan pisang. Biasanya, pisang Mongee akan matang dua hari setelah dibeli.

Sayangnya, buat pisang Mongee ini tak bisa dicicipi dengan mudah, mengingat jenis buah ini tergolong langka. Saking langkanya, pisang Mongee hanya dikirim 10 buah per minggu ke supermarket Tenmanya Okayama, Jepang. Selain itu, pisang Mongee juga dibandrol dengan harga yang mahal, yakni Rp 60 ribu per buahnya.

 

Penulis: Tyssa Madelina

Sumber: Kapanlagi.com

Kredit

  • Lanny Kusumastuti
    Author
    Lanny Kusumastuti