Sukses

Viral

Kata Perempuan: Polemik Pernikahan Dini, Sekedar Cari Teman Tidur?

Bintang.com, Jakarta Pernikahan dini yang dilakukan sepasang kekasih dari Sekolah Menengah Pertama (SMP) di Bantaeng, Sulawesi Selatan tengah viral dan ramai diperbincangkan. Pernikahan yang dijalani sepasang musa-mudi berusia 15 dan 14 tahun itu pun kini menjadi perdebatan, di mana alasan mereka menikah adalah untuk mencari teman tidur.

Ya, pihak keluarga mempelai perempuan mengatakan jika putri mereka ingin menikah dengan kekasihnya karena tak berani tidur sendiri di rumah, terlebih setelah ibunya meninggal dunia setahun yang lalu. Sedangkan ayahnya jarang berada di rumah karena kerap pergi ke luar kota untuk urusan pekerjaannya.

Terkait fenomena tersebut, Bintang.com pun menghimpun berbagai pendapat para perempuan dari berbagai usia, latar belakang dan profesi, dan menilai jika alasan di atas bukanlah hal yang tepat bagi seseorang memutuskan untuk menikah.

Menyoroti soal alasan 'takut tidur sendiri', kebanyak perempuan menganggap hal tersebut harusnya bisa diselesaikan dengan cara lain. Penyelesaiannya pun beragam, mulai dari bimbingan dari keluarga, pindah tempat tinggal bersama saudara, bahkan dengan pendekatan lebih serius, mengingat masalah tidur sendiri bisa jadi sebuah gangguan psikis.

Lebih lanjut, terkait fenomena diatas, para orang tua diharap untuk menjadi lebih peka dan hati-hati dalam memutuskan segala hal untuk anaknya, termasuk soal pernikahan, karena menikah bukanlah sekedar untuk hidup bersama. Begitu juga dengan pilihan solusi pernikahan dini, yang diambil untuk menyelesaikan masalah takut tidur sendiri.

2 dari 3 halaman

Risiko Pernikahan Dini

Bicara soal pernikahan, perlu diingat jika ini bukanlah pilihan main-main. Terlebih soal fenomena pernikahan dini, yang sangat mungkin dapat memunculkan risiko timbulnya masalah-masalah baru pada pasangan siswa SMP tersebut.

Selain karena faktor usia, kematangan mental dan kondisi psikologis, juga persoalan kesehatan reproduksi pun menjadi beberapa hal yang dikhawatirkan dari sebuah pernikahan dini.

"Walau sekarang banyak yang bilang lebih baik nikah muda, tapi hasilnya banyak juga cerai muda. Menurut gue nikah itu bukan cuma nikah depan penghulu, acara & tidur bareng. Tapi harus ada mental yang dipersiapkan. Menyatukan 2 pikiran. Kalo jati diri aja belum kebentuk (karena si pasangan masih muda) gimana mau satuin visi & misi? Karna umur seseorang itu bukan cuma diliat dari selama apa dia udah hidup tapi juga umur psikologisnya," ujar Atina Bilqis (25), karyawan swasta yang telah menjalani pernikahan, kepada Bintang.com.

"Emang sih nikah itu pintu rezeki, tapi juga jadi pintu masalah. Karena setelah nikah, semua masalah pasti bakal lebih banyak & susah. Jadi gimana mau solving problem & bertanggung jawab atas orang lain kalo dia aja masih belum bisa nentuin jati dirinya," lanjutnya.

3 dari 3 halaman

Pernikahan Ideal bagi Kebanyakan Perempauan

Tak sedikit perempuan yang menganggap jika pernikahan dini bukanlah pilihan tepat, meski mereka juga menilai jika usia bukan sebuah patokan pasti untuk mengukur kedewasaan dan kesiapan seseorang untuk menjalani kehidupan tersebut.

Diluar urusan usia, para perempuan pun memiliki kriteria pernikahan ideal menurut versinya masing-masing. Berikut adalah rangkumannya.

1. Mendapat restu dan berani menanggung risiko bersama. Ya, pernikahan bukan sekedar sama-sama mau atau sama-sama suka. Kesiapan secara psikologis dan memiliki visi dan misi yang sama dalam hidup, dan berani menanggung berbagai risiko di masa depan menjadi salah satu perhitungan kebanyakan perempuan.

2. Pernikahan berdasarkan ajaran agama. Niat menikah untuk beribadah diyakini akan membuat kehidupan pernikahan menjadi damai, tenang dan tentram.

3. Suami bisa memberikan kehidupan yang layak dan membimbing ke arah yang lebih baik. Selain soal kematangan mental juga visi dan misi yang sama dalam menjalani kehidupan, memiliki pasangan yang mampu menafkahi dan memberikan penghidupan layak untuk istrinya juga menjadi perhitungan perempuan dalam memutuskan untuk menikah.

4. Saling percaya dan pengertian. Ya, lagi-lagi pernikahan bukan hanya sekedar hidup bersama, saling percaya dan pengertian soal kebutuhan pasangan dan tahu bagaimana menempatkan diri juga menjadi salah satu kriteria ideal bagi perempuan.

Tulis Komentar (0)

Kredit

  • Lanny Kusumastuti
    Author
    Lanny Kusumastuti