Sukses

Viral

Selalu Wangi, Ini Rahasia Dibalik Permadani Masjidil Haram yang Panjangnya 100 km

Bintang.com, Jakarta Masjidil Haram, salah satu tempat suci umat Islam yang terletak di pusat kota Mekkah ini memiliki begitu banyak daya tarik. Selain kental dengan nilai religius, ada hal unik yang menyita perhatian dan mengundang rasa ingin tahu, di mana ada 30 ribu permadani yang tebentang sepanjang 100 km di sana.

Namun ternyata, bukan itu satu-satunya keunikan yang dimiliki oleh permadani di Masjidil Haram tersebut. Mengingat Raja Salman Abdulaziz Al Saud sangat memperhatikan masalah kebersihan, beliau sampai membuat departemen khusus yang bertanggungjawab atas permadani tersebut. Alhasil, sepanjang hari, permadani tersebut memiliki bau yang harum layaknya bunga mawar.

Untuk menjaga kebersihannya, permadani-permadani itu dicuci menggunakan lima tahap yang dilakukan setiap hari di gudang khusus di Mekah. Dilansir dari Al Arabiya, pada tahap pertama, debu dan kotoran dibersihkan dengan menggunakan mesin yang amat canggih. Lalu di tahap selanjutnya, permadani dicuci dengan sabun dan cairan penghilang infeksi.

Setelah bersih dan steril, permadani tersebut kemudian dikeringkan di mesin pengering otomatis. Hebatnya, tak sampai dua menit, mesin tersebut mampu mengeringkan tiga permadani sekaligus. Lalu di tahap terakhir, permadani yang sudah kering dijemur di bawah terik sinar matahari. Selain membunuh bakteri dan kuman yang tersisa, proses ini juga mencegah karpet menjadi lembab dan berjamur.

Setelah dibentangkan, permadani tersebut dibersihkan secara berkala dengan menggunakan sapu untuk memastikan tidak ada debu yang menempel. "Sebagai tanda akhir proses pembersihan, setiap permadani akan disemprot dengan parfum berbau bunga mawar," kata penyelia gudang dan proses cuci permadani, Mohammed Al-Otaini kepada Al Arabiya.

Hebatnya lagi gudang modern tersebut, lanjut Al-Otaini, mampu menampung sebanyak 200 permadani setiap hari. Permadani-permadani di Masjidil Haram itu disusun, diproses dan dipelihara dari waktu ke waktu oleh pekerja yang sudah terlatih lho!

Penulis: Tyssa Madelina

Sumber: Kapanlagi.com

Kredit

  • Lanny Kusumastuti
    Author
    Lanny Kusumastuti