Sukses

Celeb

Curhat Personal Sandhy Sondoro di Album Beautiful Soul

Bintang.com, Jakarta Sandhy Sondoro kembali melempar karya. Sebuah album studio terbarunya yang diberi titel Beautiful Soul. Album ini memuat 10 lagu baru dengan tambahan 1 bonus track kolaborasinya dengan Monita Tahalea berjudul Sampai Usai Waktu.

Menurut Sandhy, album ini merupakan garapan personal baginya. Ada beberapa lagu yang menjadi curahan hatinya atas sesuatu yang demikian bermakna. Termasuk saat kehilangan sang adik, Ronny Agung Surono.

"Album ini saya dedikasikan untuk mendiang adik kandung saya yang wafat sebulan sebelum kami masuk studio rekaman. Beliau adalah sosok yang sangat baik hati, such a beautiful soul," kata Sandhy di KFC Kemang, Jakarta Selatan, Rabu (21/11/2018).

Selain menciptakan lagu bagi mendiang adiknya, Sandhy juga mempersembahkan sebuah lagu untuk putra kesayangannya, Aeshan. Lagu berjudul Kau Matahariku ini menceritakan bagaimana kebahagiaan Sandhy ketika menghabiskan waktu bersama anaknya.

Selain berkolaborasi dengan Monita Tahalea, di album ini Sandhy juga melakukan duet dengan mantan vokalis Dewa 19, Once Mekel. Keduanya beradu range suara di lagu blues rock berjudul Jakarta Blues.

"Hasil akhir dua lagu dimana saya berduet dengan Once dan Monita menurut saya pribadi sangat memuaskan. Sesuai dengan ekspektasi saya dan semua pihak yang terlibat dalam penggarapan album ini," lanjutnya.

Menjadi makin spesial karena Sandhy juga menggaet musisi asal Jerman yaitu Robinson Jakob Sartorius, Benedikt Stehle, dan Sebastian Vogel. Mereka meramaikan 9 lagu di album ini yang direkam di Studio Hot Milk Berlin, Jerman.

"Awalnya memang ada tawaran dari Benedikt Stehle dan Robinson Sartorius untuk merekam album ini di Berlin dengan bantuan mereka. Dari sudut pandang selera musik, kami memang satu visi dan frekuensi," tutur Sandhy.

Nilai tambah lain di album ini adalah adanya satu lagu bertema kebangsaan berjudul Damailah Indonesiaku. "Saya ingin kita bersatu lagi sebagai bangsa yang keren, dengan ideologi mutlak NKRI, Pancasila dan falsafah hidupnya, Bhinneka Tunggal Ika," tandas Sandhy.

Kredit

  • Anto Karibo
    Author
    Anto Karibo