Sukses

Celeb

Editor Says: Kembalinya Marcello Tahitoe

Bintang.com, Jakarta Marcello Tahitoe akhirnya kembali. Kerinduan pendengar setia terjawab lewat kehadiran karya terbaru sang pelantun Berdiri Sampai Mati tersebut. Ini sekaligus menjadi persembahan pertama Marcello usai menjalani rehabilitasi di Rumah Sakit Ketergantungan Obat (RSKO) pada Mei lalu.

Seperti yang diketahui, Cello, begitu dirinya akrab disapa, sempat terjerat kasus penyalahgunaan narkoba. Ia ditangkap polisi karena kedapatan memiliki narkoba jenis ganja di kediamannya, kawasan Jagakarsa, Jakarta Selatan pada 6 Agustus 2017.

Namun, cerita lalu biarlah berlalu. Kini, lembaran baru mantap menyertai kehidupan serta karier bermusik Cello. Sempat manggung di berbagai acara setelah rehab, ia mantap memperkenalkan single bertajuk Sampah Sampah Dunia Maya.

Single yang resmi diluncurkan pada (10/8) tersebut jadi satu momen begitu dinanti mengingat Cello terakhir merilis karya yakni album Jalur Alternatif pada 2016 lalu. Sentuhan indo rock turut membalut Sampah Sampah Dunia Maya.

Cello secara lugas menyuarakan pesan dari karya terbarunya lewat judul. Sampah Sampah Dunia Maya, bagaimana banyak fenomena negatif yang beredar dalam riuhnya dunia media sosial saat ini.

Sampah Sampah Dunia Maya sekaligus merangkum keresahan Marcello Tahitoe tentang fenomena tersebut. Selain itu, ia juga memperkuat elemen agresif dari lirik dengan balutan musik rock yang kian menghentak dan mempertegas makna.

2 dari 2 halaman

Marcello Tahitoe Is Back

Agustus tahun lalu saya sempat membuat editor says juga terkait Marcello Tahitoe dan transisi musikalitasnya. Di awal kemunculan, ia memang kental dengan karya pop ballad. Namun tidak dengan beberapa tahun belakangan.

Cello benar-benar menunjukkan tampilan dari musikalitas indo rock yang ia usung saat ini. Sebelumnya hal tersebut ia terlebih dahulu perkenalkan di album Jalur Alternatif tahun 2016 yang menyuguhkan total 10 track tersebut.

Single Sampah Sampah Dunia Maya turut menjadi sebuah bentuk selebrasi kembalinya Marcello ke dunia musik, setelah 'terdiam' beberapa waktu. Cello mengakui jika media sosial dan fenomenanya menjadi inspirasi untuk menggarapa Sampah Sampah Dunia Maya.

"Awalnya saya nulis lagu ini yang tadi dibilang fenomena pengguna-pengguna social media yang notabene kurang begitu bijaksana akhirnya lumayan men-trigger saya untuk bikin lagu itu jujur saya," jelas Marcello Tahitoe ketika bertandang ke Bintang.com di kawasan Gondangdia, Jakarta Pusat, beberapa waktu lalu.

Di sisi lain, ternyata Cello ide awal tercetusnya single Sampah Sampah Dunia Maya pada 2013. Kendati demikian, penggarapannya baru dilakukan tahun 2017 dengan bantuan tiga orang teman bandnya.

"Proses awalnya terjadi waktu tahun 2013 kalau tidak salah, cuma diproduksinya itu tahun 2017 awal dan waktu itu sempat kepikiran untuk mengajak teman-teman bandku sendiri ada Enos, Ardan, Momon. Kita biasanya manggung ngeband bareng terus akhirnya pas lagi produksi rekaman pengen ngajak mereka dan akhirnya produksi lagunya sama-sama," tambahnya.

Marcello Tahitoe membuktikan kekuatan bermusik tidak dapat takluk oleh insiden apapun. Keinginan yang teguh untuk berkarya hingga momen kembalinya ia mendapatkan banyak dukungan juga respon positif.

 

Putu Elmira

Editor Musik Bintang.com

Kredit

  • Putu Elmira
    Author
    Putu Elmira