Sukses

Celeb

Eksklusif, Dua Peran Mulia Chua Kotak

Bintang.com, Jakarta Personel grup band Kotak, Chua, harus mengemban dua tugas besar dalam hidupnya. Di samping profesinya sebagai bassist band rock papan atas, dalam empat tahun terakhir, ia harus 'merangkap jabatan' menjadi ibu rumah tangga setelah memutuskan untuk menikah.

***

Ya, pada 2014 lalu, pemilik nama lengkap Swasti Sabdastantri itu resmi dipersunting oleh Firman Mahidin Putra. Di tahun ke-2 pernikahan, kebahagiaan mereka dilengkapi dengan kehadiran putra pertama keduanya bernama Raja Sabdasaka Putra Firmansyah.

Peran sebagai istri sekaligus ibu nyatanya tak membuat perempuan kelahiran Makassar, 3 April 1988 itu merasa kikuk dalam berkarya. Bersama bandnya, Chua tetap produktif menelurkan berbagai project, tanpa mengganggu tanggung jawab sebagai istri dan ibu.

'Rangkap jabatan' yang sampai saat ini mampu dijalani Chua tentu tak lepas dari dukungan orang-orang di sekitar. Selain sang suami yang tak membatasi karier Chua sebagai anak band, manajemen Kotak pun bisa bertoleransi dengan status para personelnya.

Seperti diketahui, selain Chua, dua personel Kotak lain, yaitu Tantri dan Cella, juga sudah berkeluarga. Bersama tim manajemen Kotak, ketiganya sudah memiliki kesepakatan yang tak membebani salah satu pihak.

"Kita bertiga (personel Kotak) sama manajemen label sudah punya obrolan sendiri. Kita minta kalau sudah punya anak, kita pengin selama sebulan itu cuma 15 hari kerja, apapun kerjaannya. Mau acara TV, manggung, pokoknya 15 hari kerja, 15 hari libur. Jadi balance," ujar Chua saat berbincang dengan Bintang.com di kediamannya di kawasan Jagakarsa, Jakarta Selatan, Kamis (2/8).

Lalu, bagaimana cara Chua Kotak menjalani dua peran mulia dalam hidupnya? Lewat sebuah wawancara eksklusif, perempuan yang mengaku mengagumi sosok Bondan Prakoso ini bercerita banyak tentang cara menjalani dua tanggung jawab dalam hidupnya di tengah lusinan tantangan, juga keseruan.

2 dari 3 halaman

Karier Lancar, Keluarga Harmonis

Sudah lebih dari satu dekade grup band Kotak berjaya di belantika musik Indonesia. Eksistensi ini tentu tak terlepas dari kekompakan tiga personelnya, yaitu Tantri, Chua, dan Cella, dengan pihak manajemen. Meski harus memecah perhatian antara keluarga dan berkarya, nyatanya dua 'dunia' berbeda ini masih terus berjalan beriringan.

Mbak Chua, bagaimana kabar Kotak?

Kita (Kotak) kemarin abis bikin video klip single yang baru, judulnya Masih Ada. Terus kita juga baru selesai intimate concert, Jadi, konser yang dibikin konsepnya benar-benar dari Kotak sendiri. Terus nanti sebentar lagi kita juga mau ngeluarin single baru yang nge-beat, judulnya Beranikan Dirimu.

Bisa kasih bocoran sedikit tentang single Beranikan Dirimu?

Kalau yang Beranikan Dirimu sebenarnya kita itu pengin ngeluarin singlenya pas Asian Games. Tapi, kok sudah kebanyakan, semuanya ngeluarin tentang Asian Games dan kita pikir-pikir nanti saja ngeluarinnya pas ulang tahun Kotak. Nah konsepnya seperti apa, video klipnya, kita juga mau bikin video klip yang ini tuh benar-benar beda dari yang kemarin-kemarin, gitu.

Manggung sama Kotak masih lancar?

Masih Alhamdulillah Kotak masih dipercaya untuk mengisi tabungan kita bertiga. Kotak masih dipercaya manggung di mana-mana off-air.

Personel Kotak sudah berkeluarga semua, artinya punya kesibukan masing-masing di luar Kotak, apa hal yang membuat kalian komit untuk bisa terus sama-sama?

Yang membuat kita komit sampai sekarang ya karena tanggung jawab kita ke banyak orang. Kayak crew, tim produksi, mereka kan punya keluarga juga dan mereka menghidupi keluarganya dari Kotak, kalau kita nggak bertanggung jawab di situ ya kita menghancurkan kehidupan orang.

Terus komunikasi. Kita sering kok berantem, ego kita bertiga itu gede banget. Tapi, ya itu, komunikasi, kuncinya itu. Karena kan kita sudah jarang ketemu, ketemu pas manggung doang, sibuk sama keluarga masing-masing.

Kalau pas Kotak manggung, suka bawa keluarga juga?

Sering. Pernah kompak bertiga, waktu itu di Malang. Untungnya anak-anak kita ini sudah terbiasa lihat papa-mamanya nge-band. Jadi, bukan anak yang kaget dengar suara musik kenceng, bahkan mereka tuh senang.

Kayak Kara (anak Tantri), dia senang banget nyanyi, bahkan lagu Pelan Pelan Saja, dari pertama sampai terakhir hafal dia. Gibby (anak Cella) pun seperti itu. Walaupun masih kecil, tapi kalau dengarin musik nggak rewel.

Tapi suami suka protes nggak kalau Kotak jadwalnya lagi padat banget?

Kalau suami sih pasti. Tapi, kan setelah diatur sedemikian rupa ya kita keluar kota paling lama dua kota, itu sudah paling lama, jadi kan pulang. Kalau dulu bisa seminggu nggak pulang, sekarang paling dua hari, paling cuma semalam, hari H berangkat, besok paginya first flight.

Jadi, ya suami mengerti, malah support. Karena kita ketemunya aku sudah nge-band. Jadi, sudah tahu dunianya dan banyak tanggung jawabnya juga di dunia musik, tanggung jawab juga sama tim, jadi ya memang harus support.

Kalau Raja apa sudah bisa protes kalau ibunya terlalu sibuk nge-band?

Nggak sih. Kotak kan biasanya first flight, subuh gitu. Jadi, anak masih tidur. Pernah kalau siang, misalnya setelah kita libur lama, nggak manggung seminggu lebih kayak Lebaran kemarin, tiba-tiba ada kegiatan manggung dan pas pesawatnya siang, dia (Raja) kayak gandeng, nggak boleh pergi. Sedih, tapi Alhamdulillah merasa dibutuhkan.

Berandai-andai kalau suatu hari nanti suami minta mbak Chua berhenti nge-band gimana?

Alhamdulillah nggak sih mas, hahaha. Alhamdulillah suami support istrinya nge-band sampai tua. Tapi, ya itu, harus balance antara ibu rumah tangga dan nge-band. Itu memang perjanjian kita sebelum nikah.

Sebelum nikah ngomong, 'Kalau gue mau jadi istri lu. ya terima apa adanya, kayak anak band'. Tapi, dia juga minta, 'Walaupun lu anak band, tapi tetap tanggung jawab sebagai istri, sebagai ibu, gitu'. Kalau nge-band sampai kapan pun nggak apa-apa, asal balance.

Mbak Chua minta tetap diizinin ngeband pas nikah, kalau suami ada permintaan khusus?

Suami tetap boleh main mobil, karena dunianya memang itu. Suami itu harus punya hobi, kalau nggak punya hobi, nanti lari ke yang lain. Daripada lari ke yang nggak-nggak kan, mending duitnya abis di mobil, hehehe.

3 dari 3 halaman

Keseruan Jadi Ibu Rumah Tangga

Bagi seorang perempuan, menikah berarti siap menjalani peran baru dalam kehidupan. Tak melulu soal pengabdian sebagai istri, Chua Kotak mengaku, menjadi seorang ibu banyak memberi pengalaman baru.

Dipanggung kan mbak Chua itu rockstar, cuek, enerjik, kalau di rumah tipe yang seperti apa?

Biasa saja sih, hehe. Kalau di panggung kan memang sebagai anak band yang menghibur banyak orang. Kalau sudah turun panggung ya balik lagi jadi emak-emak yang ngurus anak, ngurus suami. Walaupun sejak punya anak, suami agak keurus-agak nggak, hehehe. Ya gitu lah. Tapi, antara manggung dan di bawah panggung sama saja sebenarnya.

Apa ada hal yang berubah dari diri mbak Chua setelah menikah dan punya anak?

Perubahannya lebih ke pergaulan. Dulu istilahnya tukang main dan jarang pulang ke rumah, kalau sekarang benar-benar ketemu teman sudah jarang, paling yang dekat banget. Jadi, sekarang sudah jarang banget nongkrong. Kadang teman suka nanyain, tapi karena teman yang seumuran rata-rata sudah punya anak semua, jadi mereka pun merasakan, 'Iya sih'.

Perkembangan Raja sendiri saat ini sudah bisa ngapain aja?

Alhamdulillah Raja tuh sesuai dengan tumbuh kembang anak. Kadang suka nyeletuk hal-hal yang, 'Nih anak dengar dari mana ya?'. Terus sudah di luar dugaan juga sih, ternyata cepat juga.

Cerita dong pengalaman paling seru jadi orangtua?

Pengalaman paling seru baru-baru ini, anak mulai sekolah. Tadinya rencana mau disekolahin umur tiga tahun, tapi pas umur dua tahun dia sudah minta sekolah. Serunya adalah sekarang baru merasakan bagaimana rasanya jadi orangtua murid. Gabung sama ibu-ibu, emak-emak di sekolah, bikin grup ibu-ibu, janjian yang kayak arisan, pulang sekolah ngumpul di mana, patungan buat ibu guru.

Nyempetin diri nganterin anak sekolah tiap hari?

Iya sampai sekarang masih. Dia (Raja) kan sekolah seminggu tiga kali, tiap sekolah memang ditemanin. Karena kalau anak band kan sering kerjanya Sabtu-Minggu, dia sekolah Selasa, Kamis, Jumat. Jadi, masih bisa nemenin.

Raja itu tipe anak yang seperti apa sih?

Wah dia jahil banget, parah. Pernah tiba-tiba dia pura-pura keluar biar dikejar, pas saya kejar dia balik lagi ke kamar, nutup pintu, dia naik ke atas (kasur), terus, 'Hahahaha'. Abis itu, sebelum tidur siang, saya tidur, dia bangun pelan-pelan, naik tangga, diambil lagi, terus naik lagi, gitu terus.Ngerjain mamanya. Terus dia ngambil apa gitu, sok-sok-an baik, terus tiba-tiba, 'Hahahaha'. Parah jahilnya.

Jahil itu turunan ayahnya apa mamanya?

Kayaknya dua-duanya ya, balance. Dia suka mobil nurunin papanya, kalau jahil, aku nggak jahil sih.

Minat apa saja yang sudah kelihatan?

Musik dia suka. Kalau dengerin musik kayak di sekolahnya tuh dia cepat tertarik. Sama bengkel-bengkelan. Kayak ngelihat mobil, obeng, demen ngoprek karena sering lihat papanya kan. Jenis-jenis mobil dia sekarang tahu. Jeep, angkot, pick up, holden, dia tahu. Jadi, nggak bisa dibohongin nih kalau anaknya minta mobil nanti, hehehe.

Menikah tahun 2014 dan anak lahir tahun 2016, ada hal yang berbeda sebelum dan sesudah punya anak?

Perbedaannya mungkin waktu berduaan. Dulu kita sering pergi sebagai suami-istri kayak nonton. Sekarang tuh kayak mau nonton suami mesti, 'Ayo lha, waktu buat akunya kapan?'. Jadi, perbedaannya sih lebih ke waktu berdua, sekarang nggak sebanyak dulu.

Menurut mbak Chua, pencapaian terbesar sebagai seorang istri dan ibu apa sih?

Aku sih jujur banyak kurangnya sebagai istri maupun sebagai ibu. Misal, egonya masih besar. Kadang, ya manusiawi lah istri kan harusnya sangat tunduk dan patuh pada suami, tapi kadang suka cape dan kebawa emosinya di luar.

Kekurangannya masih banyak juga. Tapi, kalau ngomongin pencapaian ya pengin jadi istri yang sayang suami, lembut. Aku tuh jauh dari lembut, hehehe. Terus pengin jadi ibu yang benar-benar nuntun anaknya ke jalan yang baik dan benar supaya jadi orang yang berguna nantinya.

Apa harapan mbak Chua, baik untuk karier di Kotak maupun sebagai ibu rumah tangga?

Semoga pertama, keluarga besar Kotak itu diberikan kesehatan, kesejahteraan. Kita keluarga besarnya kompak terus, istilahnya sampai benar-benar nggak bisa bermusik. Terus kalau untuk keluarga, semoga selalu dilindungi oleh Yang Maha Kuasa, diberikan kesehatan, kesejahteraan.

Ada harapan untuk tambah momongan?

Semoga diberikan kepercayaan dan kesehatan lah kalau hamil. Rencana (tambah anak) pasti lah, selama masih bisa. Kan jadi ramai kalau aku sama suami sudah tua nggak kesepian. Sedikasihnya berapa lah. Semoga ada perempuan biar lengkap.

Tulis Komentar (0)

Kredit

  • Rivan Yuristiawan
    Author
    Rivan Yuristiawan
  • Asnida Riani
    Editor
    Asnida Riani