Sukses

Celeb

Marcello Tahitoe Rangkum Keresahan di Single Sampah Sampah Dunia Maya

Bintang.com, Jakarta Usai merilis album Jalur Alternatif, musisi Marcello Tahitoe kembali hadir dengan suguhan menarik. Adalah single Sampah Sampah Dunia Maya yang merangkum keresahannya tentang fenomena negatif di media sosial saat ini.

"Awalnya saya nulis lagu ini yang tadi dibilang fenomena pengguna-pengguna social media yang notabene kurang begitu bijaksana akhirnya lumayan men-trigger saya untuk bikin lagu itu jujur saya," jelas Marcello Tahitoe ketika bertandang ke Bintang.com di kawasan Gondangdia, Jakarta Pusat baru-baru ini.

Single yang resmi diluncurkan pada (10/8) tersebut juga jadi bentuk ekspresi Cello, demikian Marcello Tahitoe akrab disapa. Menurutnya, perdebatan ada baiknya diselesaikan dengan bertatap muka, bukan dengan perang di media sosial.

"Ini bentuk dari ekspresi saja sih tentang kepedulian saya tentang hal seperti itu karena saya termasuk orang yang nggak suka tweetwar. Mungkin kalau mau menyelesaikan sebuah perdebatan mending ketemu lebih enak," demikian tambahnya.

Marcello Tahitoe juga mengungkapkan fakta lain di balik single terbarunya, Sampah Sampah Dunia Maya. Yuk, simak penuturan selengkapnya dari Cello seperti rangkuman berikut ini.

2 dari 3 halaman

Sampah Sampah Dunia Maya

Marcello Tahitoe juga menjelaskan terkait 'sampah sampah' yang kini telah tersebar luar di media sosial. Mulai dari penyebar berita tidak benar, penebar kebencian, hingga memiliki potensi memecahbelah.

"Kalau menurut saya yang sampah itu yang suka kasih hoax, berita-berita nggak benar, suka kasih konten-konten menebarkan kebencian, lebih pada yang punya potensi memecahbelah yang lumayan provokatif, saya sih nggak suka, perspektif saya seperti itu," jelas Marcello Tahitoe.

3 dari 3 halaman

Proses Penggarapan Sampah Sampah Dunia Maya

Awal hadirnya inspirasi untuk single Sampah Sampah Dunia Maya tercentus di tahun 2013 lalu. Namun, penggarapannya baru terlaksana tahun 2017 dan Cello dibantu oleh tiga orang teman bandnya.

"Proses awalnya terjadi waktu tahun 2013 kalau tidak salah, cuma diproduksinya itu tahun 2017 awal dan waktu itu sempat kepikiran untuk mengajak teman-teman bandku sendiri ada Enos, Ardan, Momon. Kita biasanya manggung ngeband bareng terus akhirnya pas lagi produksi rekaman pengen ngajak mereka dan akhirnya produksi lagunya sama-sam," kata Marcello Tahitoe.

Kredit

  • Putu Elmira
    Author
    Putu Elmira