Sukses

Celeb

Waduh, Menurut Bebi Romeo Ternyata Rumah Ahmad Dhani Ada Hantunya

Bintang.com, Jakarta Sebagai sahabat, Bebi Romeo sedikit banyak mengetahui mengenai kisah-kisah yang selama ini tak pernah terkuak di media dari seorang Ahmad Dhani. Salah satunya tentang rumah di kawasan elit Pondok Indah yang menjadi milik musisi berkepala botak tersebut.

Seperti diketahui, Dhani rencananya menjual salah satu rumahnya yang ditaksir mencapai harga Rp 10 miliar. Hal itu dilakukannya untuk menutupi biaya kampanye dirinya dan Mulan Jameela yang akan ikut Pemilu Legislatif 2019 mendatang.

 

Sang istri, Meisya Siregar sudah memiliki niat jika harganya pas. "Aamiin doain dong. Kalau dia diskon 50% kita beli sayang. Pondok Indah lho lokasinya," kata Meisya di Studio Trans TV, kawasan Mampang Prapatan, Jakarta Selatan, Rabu (8/8/2018).

Namun, Bebi Romeo mengaku tak berkinginan untuk membeli rumah tersebut. "Aku nggak senang rumahnya sayang. Seram ya? Oiya banyak hantunya. Enggak deh enggak jadi, hantunya banyak," tutur Bebi.

Bebi Romeo mengisahkan sebuah peristiwa yang pernah dialaminya. Kala itu dirinya tengah terlibat kerja bareng Ahmad Dhani di Hongkong. Tiba-tiba Dhani mendapatkan telepon yang membuatnya tercengang. "Waktu kemarin di Hongkong lagi makan malam tiba-tiba dapat telepon. Telepon dari siapa Dhan? Ini dari studio gue, itu operator gue kemasukan. Oh yaudah," ucapnya.

2 dari 2 halaman

Pergoki Dhani

Bebi juga pernah memergoki ketika Dhani harus berlari terbirit-birit ketika melewati ruang tamu. "Ya memang gitu, orang dia sendiri takut kok. Lewat ruang tamu gue pernah ngegepin dia lari, hahaha. Dia juga takut itu," papar Bebi.

Karenanya pasangan ini beranggapan bahwa alasan dijualnya rumah bukan karena urusan politik. "Makanya mungkin alasan dijual itu karena udah banyak hantunya. Bukan butuh duit buat politik. Udah serem enggak bisa diusirin," kata Meisya. "Haha, kayaknya enggak mampu deh (diruqyah), udah terlalu banyak beranak pinak," tandas Bebi Romeo.

Tulis Komentar (0)

Kredit

  • Anto Karibo
    Author
    Anto Karibo
  • Edy Suherli
    Editor
    Edy Suherli