Sukses

Celeb

Lama Tak Terekspos, Begini Kondisi dan Kesibukan Terkini Sony Wakwaw

Bintang.com, Jakarta Masih ingat dengan pemeran sinetron Gerobak Cinta Wakwaw, Sony Wakwaw. Kurang lebih tiga tahun, ia sudah jarang muncul di layar televisi. Lantas, apa kabar pria yang terkenal dengan celetukan Wak-Waw?

Sony Wakwaw terkenal lewat aktingnya di sinetron Gerobak Cinta Wakwaw pada tahun 2014 - 2015 silam. Selama wajahnya menghiasi televisi, jargon Wakwaw itu bahkan menjadi populer di kalangan masyarat khususnya anak-anak dan remaja. 

Popularitas Sony Wakwaw juga mendapat apresiasi di ajang SCTV Awards 2014 kategori Artis Cilik Paling Ngetop. Tak hanya itu, ia juga dinobatkan sebagai Anak Paling Bersinar di Infotainment Awards 2015.

Sayang, popularitas Sony Wakwaw langsung meredup setelah sinetron garapan Amanah Surga Productions telah usai. Ia jarang terlihat di televisi baik sebagai pemain sinetron, film maupun iklan. Meski begitu, jargon Wakwaw masih menggema di kalangan anak-anak sekolah dasar (SD) dan sekolah menengah pertama (SMP).

Tak hanya itu, Sony Wakwaw juga pernah dikabarkan hidupnya memprihantikan hingga ia dikabarkan meninggal dunia. Pasalnya, bocah yang dianggap (maaf) punya gangguan fisik kondisi kesehatannya semakin menurun drastis.

2 dari 3 halaman

Begini cara Sony Wakwaw menyambung hidup

Pemberitaan yang beredar saat itu, ternyata palsu atau hoax. Sony rupanya melanjutkan kehidupannya dengan cara membuka lahan usaha atau wirausaha. Ia ikut dengan sang ayah berjualan sepatu.

Meski tidak terlalu besar, usaha jualan sepatunya bisa menyambung untuk biaya hidup sehari-hari. Usaha sepatunya itu diberinama Sony Wakwaw yang beralamat di kawasan Depok, Jawa Barat.

3 dari 3 halaman

Pesiun dini jadi publik figur?

Setelah lama tak berakting di depan kamera profesional, Sony Wakwaw juga menjalani aktivitasnya sebagai anak-anak pada umumnya. Ia sekolah, kursus dan les privat serta ia ikut aktivitas tambahan seperti latihan lenong

Dengan kesibukan barunya itu, apakah  Sony Wakwaw akan kembali menghibur masyarakat Indonesia dengan jargon wakwawnya?

 

Kredit

  • Ade Kurniawan
    Author
    Ade Kurniawan