Sukses

Celeb

Dion Wiyoko dan Pengalaman Dibayar Rp200 Ribu Jadi Pemeran Figuran

Bintang.com, Jakarta Industri hiburan tanah air merupakan sektor yang melibatkan banyak pihak. Di samping pemeran top macam Dion Wiyoko, sutradara, juga kru, pemeran figuran pun jadi peran yang tak absen meramaikan jagat entertainment.

Ada asa dan pengorbanan di tiap rajutan scene yang diambil dalam tempo hampir tak mungkin. Bertebaran di antaranya adalah mimpi para ekstras untuk mendapat peran yang sebenarnya, mungkinkah?

Istilah 'tak ada yang tak mungkin' nyatanya tak menganaktirikan dunia hiburan. Setidaknya itulah yang dibuktikan beberapa figur ternama. Sekarang jadi bintang besar, siapa sangka bila mereka dulunya memulai karier dari peran figuran.

Dari sekian banyak, termasuk Dude Harlino dan Sudah Sameh, Dion Wiyoko merupakan satu artis papan atas yang menapaki tangga karier di dunia hiburan dari ekstras. Peran ini dlakoni Dion di rentang tahun 2005 sampai 2007 saat dirinya masih aktif di dunia modeling.

"Waktu masih jalanin modeling, ikut casting, dapatnya tuh kayak pemain harian yang cuma satu atau dua scene," ucap lelaki kelahiran Surabaya itu pada Bintang.com lewat sambungan telepon, Senin (16/4/2018).

Masih segar betul diingatan Dion, pernah suatu ketika ia berperan sebagai figuran dalam sinetron berjudul Cinta Bunga. Tepat di tahun 2007, Dion mendapat kesempatan terlibat satu produksi bersama Laudya Chyntia Bella dengan bayaran Rp200 ribu per hari.

 

"Dulu pernah tuh sinetron Cinta Bunga, sinetronnya Laudya Chyntia Bella. Gue cuma satu scene jadi dokter yang istilahnya cuma kasih satu kalimat, 'Maaf, saudara Anda tidak bisa saya selamatkan', yang kayak gitu. Istilahnya tuh figuran dengan dialog. Dulu honornya Rp200 ribu," cerita lelaki 33 tahun tersebut.

Ia juga berkisah pernah muncul di salah satu iklan bersama Asmirandah, di mana hanya kakinya yang terlihat. Tak merasa malu, suami Fiona Anthony ini malah bangga dengan cerita masa mudanya yang penuh perjuangan.

Kini, setelah sukses dengan berbagai judul film, sinetron, serta FTV, Dion menuturkan jika perjuangannya menembus industri hiburan adalah pengingat agar ia tetap jadi sosok yang rendah diri dengan para pendatang baru.

"Istilahnya kita juga lebih mengapresiasi proses bahwa kita sukses itu nggak instan, butuh usaha dan kerja keras. Gue menghargainya dengan cara kalau ada teman-teman yang masih baru mulai akting, gue sebisa mungkin bantu dia. Bagaimana tekniknya biar nggak nervous," tandas Dion Wiyoko bercerita pengalaman dirinya jadi pemeran figuran.

 

2 dari 3 halaman

Butuh Proses dan Kesabaran Jadi Bintang

Berkaca dari pengalaman Dion Wiyoko merengkuh kesuksesan, jalan yang ditempuh seorang pemain figuran untuk menembus industri hiburan tak bisa dikatakan mudah. Selain kesabaran dan ketekunan, butuh sedikit keberuntungan untuk bisa bersaing dengan banyak orang yang memiliki mimpi serupa.

Joe Chandra, pimpinan produksi sinteron Orang Ketiga, menjelaskan panjangnya tahapan yang harus dilewati seseorang untuk sekedar 'numpang lewat' di televisi. Untuk mereka yang baru mau berkecimpung, proses casting jadi hal mutlak. Bagi sebagian yang sudah memiliki cukup pengalaman menjadi ekstras, keberuntungan pun harus wajib dikantongi.

"Kalau dia ekstras sekedar closing biasanya lewat agency. Kalau di kita (sinetron Orang Ketiga) agak selektif. Walaupun lewat agency, pas pertama mereka mau isi (jadi ekstras) mereka kirim foto dulu, baru mereka datang. Kan nggak mungkin misalnya kebutuhan kita karyawan, tapi penampilannya nggak sesuai, nggak mungkin kita paksain," papar Joe.

 

"Meski awalnya dari agency, nanti kita calling langsung yang ada potensinya. Jadi, mungkin di judul lalu kita dapat dari agency, tapi di produksi selanjutnya kita calling langsung kalau sesuai spesifikasi," tambahnya. Soal bayaran, Joe menjelaskan honor yang diterima pemain figuran ditentukan berdasarkan klasifikasi masing-masing.

"Ada yang kita sebut grade A, grade B, dan grade C. Grade C itu kelas warga. Ada juga yang ekstras kafe itu, grade B. Nah, kalau sudah yang sering kita pakai dan perannya berdekatan sama pemain, itu grade A," jelasnya.

3 dari 3 halaman

Bagaimana Memandang Pemain Figuran Saat Ini

Terkesan sekedar lewat, namun pemain figuran ternyata memegang peranan yang cukup penting, meski tak bisa dikategorikan kruisial. Tanpa mereka, mungkin saja pesan yang ingin disampaikan dalam satu-dua scene tak akan diterima penonton.

Karenanya, sangat wajar bila Joe Chandra, pimpinan produksi sinetron Orang Ketiga, menganggap penting dan tak pernah mengesampingkan peranan figuran di banyak episode yang sudah diproduksi. 

"Meski figuran, tapi tetap penting. Kita kan bikin suasana se-real (nyata) mungkin. Jadi, mereka (para pemain figuran) tetap harus ada meski sekedar numpang lewat," tutur Joe menjelaskan seberapa penting pemeran figuran.

Selanjutnya: Khoirunnisa, Pemeran Figuran dan Mimpinya Jadi Seperti Naysilla Mirdad

Tulis Komentar (0)

Kredit

  • Rivan Yuristiawan
    Author
    Rivan Yuristiawan
  • Asnida Riani
    Editor
    Asnida Riani