Sukses

Celeb

Sounds of Bintang, Buah Manis Kejujuran Virgoun dalam Berkarya

Bintang.com, Jakarta Ungkapan inspirasi dapat datang dari mana saja ternyata dirasakan kebenarannya oleh musisi Virgoun. Satu elemen utama dalam mencipta karya tersebut dengan mantap ia tuangkan lewat sederet suguhan istimewa, baik saat bermusik bareng band Last Child juga solo karier.

***

Proses kreatif menulis lagu berdasarkan true story atau kisah nyata telah Virgoun terapkan sejak tergabung dalam band Last Child tahun 2006 lalu. Ia pun memegang teguh kejujuran berkarya ketika memutuskan bersolo karier. Eksplorasi musikalitas di project ini ia suarakan bersama debut single solo, Surat Cinta Untuk Starla.

Siapa yang menyangka, kehadiran lagu yang Virgoun persembahkan untuk sang buah hati itu begitu meledak dan fenomenal sepanjang tahun 2016 dan 2017. Pencapaian besar sukses digapai pemilik nama lengkap Virgoun Tambunan ini hingga ia kembali hadir dengan single kedua untuk istri, Inara, yang bertajuk Bukti.

Virgoun mencurahkan segenap kreativitas, ide, cinta, serta kasih sayang ke dalam dua single solonya. Tidak heran, jika lirik dan harmonisasi nada yang menyentuh berhasil menyita perhatian banyak pendengar dan meraih kejayaan. Kejujuran mengantarkan Virgoun pada banyak hal, termasuk popularitas dan kesuksesan.

"Sebenarnya hampir lagu-lagu gue yang menjadi hits dari zaman Last Child pun dari true story. Jadi, gue agak susah bikin lagu yang benar-benar dalam dengan berandai-andai," ungkap Virgoun dalam wawancara eksklusif saat pemotretan ulang tahun Bintang.com ketiga di SCTV Tower lantai 8, Jakarta Pusat, beberapa waktu lalu.

Di sisi lain, eksistensi Virgoun di musik ternyata tidak lepas dari pengaruh sang musisi idola, Katon Bagaskara. Bagaimana lagu Katon yang bertajuk Negeri di Awan menjadi memori masa kecil dan sangat dikaguminya. Momen ini sekaligus menjadi bentuk rasa syukur Virgoun yang tumbuh di masa keemasan musik Indonesia yakni era 90-an.

Inspirasi, kejujuran berkarya, dan proses kreatif Virgoun juga membuatnya ingin terus berkarya. Salah satunya lewat project ke depan bersama Last Child yakni penggarapan sebuah single religi yang akan diluncurkan dalam waktu dekat.

Virgoun berbagi kisah selengkapnya seputar perjalanan musiknya bersama Last Child yang kemudian juga bersolo karier, tahapan berkarya, sosok idola, hingga menilik perkembangan musik saat ini. Simak rangkuman wawancara eksklusif bersama Virgoun dalam rangka menyambut ulang tahun Bintang.com yang ketiga seperti berikut ini.

2 dari 3 halaman

Virgoun, Last Child, dan Solo Karier

Virgoun berbagi kisah tentang awal perjalanannya bersama band Last Child yang dibentuk tahun 2006. Ia juga menggali musikalitasnya dengan project solo karier yang telah melahirkan dua single yang fenomenal.

Bagaimana awal Virgoun bergabung dengan Last Child?

Sebenarnya nggak ada momen yang dramatis banget, pada umumnya anak-anak teenage yang masih suka ngebang sana-sini. Sebelum Last Child gue pernah bikin project sama anak-anak yang sekarang Last Child, eks drummer kita Ari sama Dimas dulu emang genre hardcore pas SMA, gue dari SMP main musik classic rock, band-band 90-an, tiba-tiba masuk ke sebuah SMA yang memang di sekolah itu anak-anak cowoknya kental banget sama hardcore, sampai budaya ditiru ada yang straight edge. Bikinlah gue karena nggak mau dibilang cupu, belajar dan dengerin musik hardcore.

Akhirnya lulus sekolah, berpencar kuliah di tempat beda-beda, Dimas bassis gue, gue baru pulang kuliah nongkrong di sebuah warung dekat kos gue dan nyamperin gue 'gue mau bikin band nih, band pop punk' prospek ke depan memang buat komersil, cari uang  dan seru-seruan. Karena basic nya gue gitaris, gue main gitar, cuman saat jalan bertiga belum ada vokalis dan sementara gue jadi vokalis. Akhirnya keterusan sampai hari ini gue jadi vokalisnya. Memang awal mulanya yang membentuk Dimas, gue diajak, Ari juga diajak sampai formasi sekarang.

Perbedaan yang sangat terasa saat ngeband dan solo?

Kalau solo karier itu tanggung jawabnya lebih gede karena gue habis bisa approach ke penonton, bisa nyapa mereka. Kalau di band gue makin ke sini, makin berumur masing senang-senang orang juga hadir buat nonton kita, memang benar-benar fans yang udah militan. Memang sebisa mungkin akhirnya gue buat suasananya kayak lagi bercanda aja. Tapi di skema gue bersolo karier, itu memang tanggung jawabnya beda karena gue tampil nggak hanya di khalayak yang segmented, yang suka sama gue tapi orang-orang yang belum tahu gue harus gue manage dengan cara nyapanya, tutur bahasa, pilihan lagu, jenis musik beda. Jadi, benar-benar dua dunia yang berbeda.

Dukungan Last Child untuk solo karier Virgoun? Menghadapi kendala?

(Kendala) nggak ada sih. Mereka mengerti, mereka bermusik itu sesuai dengan kemampuan kita masing-masing. Kebetulan gue dikasih lebih. Gue di Last Child bukan jadi diri gue sendiri sebetulnya, yang jadi diri gue sendiri di project solo gue. Gue diizinkan untuk berproject. Anak-anak pun gue bebasin kalau mau bikin project.

Masing-masing punya alter ego. Drummer gue nge-DJ, Dimas fotografi nggak hanya di musik. Karena gue yang paling disorot dan jalan banget project solo gue, banyak di expose media, banyak yang ngomongin. Sebenarnya mah nggak, porsinya masing-masing, mereka punya sesuatu di luar Last Child yang memang menghasilkan dan itu menyenangkan dan saling support.

Dua single solo booming dan tidak semua musisi bisa meraih itu, tanggapan Virgoun?

Semua balik lagi, rezeki sudah ada yang mengatur gue cuma bisa berusaha untuk berkarya sebagus mungkin dengan mindset jangan over expectation. Gue mencoba  memurnikan diri gue lagi sebagai seorang seniman, berkarya tanpa harus melihat itu cuman, ada sinergi sama label bagaimana idealisme gue bisa dijual. Tantangannya adalah silahkan beridealisme, tapi bagaimana idealisme itu bisa dijual karena gue berbicara bisnis.

Single Bukti diciptakan untuk istri, kenapa memutuskan untuk membuat single ini?

Gue selalu disaat proses penulisan lirik, penulisan lagu gue menempatkan diri gue sebagai orang seawam mungkin untuk sisi jualannya. Balik lagi yang gue bilang, gue selalu berusaha untuk bikin lagu yang sejujur mungkin, jadi yang benar-benar kena di hati orang dari true story. Makanya lagu yang gue bikin buat istri gue memang karena memang gue bikinnya dari hati gue untuk istri gue. Gue bikin lagu ini bukan buat orang-orang, bukan buat dijual, tapi buat istri gue. Kebetulan orang-orang suka.

Proses kreatif berkarya ala Virgoun seperti apa?

Gue sebenarnya dimana aja ya. Dulu zaman masih bujangan, gue suka jalan-jalan naik motor jam 3. Malam-malam naik motor gue dapat apa aja, entah orang kecelakaan, orang duduk di pinggir jalan, anak-anak jalanan yang tidur di pinggir jalan hal-hal seperti itu bisa mengantarkan mood. Kalau memang gue lagi pengen bikin lagu sedih gue mood nya dapat, gue ada empati ke anak itu.

3 dari 3 halaman

Virgoun dan Musikalitasnya

Setiap musisi tentu memiliki metode sendiri dalam menggarap musik, begitu pula dengan Virgoun. Ia menjelaskan proses di balik penggarapan single Bukti yang ia dedikasikan khusus untuk sang istri, Inara.

Bagaimana dengan penulisan kedua single solo Virgoun?

Kalau untuk dua single ini sebenarnya sempat ada pressure karena single pertama segitu demennya terus harus bikin single kedua tapi Alhamdulillah label maunya nggak terlalu beda. Jadi, bukan satu tantangan yang berat banget karena tipekal lagunya beda, cuman secara penulisan liriknya benar-benar jauh berbeda cuman kalau musik, konsep idenya satu, yang memang ciri khas gue selalu pakai bunyi-bunyian nggak umum akhirnya bukan hal yang susah. Cuman untuk bikin karya yang sebegitu menyentuhnya, gue berusaha nggak mikirin jualannya dulu di awal proses penulisan lirik gue selalu buang jauh-jauh pressure nya, fun dulu.

Apa next project untuk solo karier?

Solo gue lagi mau ngeluarin filler-filler aja beberapa lagu yang bukan single tapi gue mau filler di YouTube buat nambahin setlist gue. Karena gue masih solo nggak terlalu banyak solo, bawa lagu band nggak enak sama anak-anak. Perjanjiannya gitu kalau off-air cuma bawa satu lagu Last Child padahal lagu gue sendiri tapi gue mencoba untuk fair jadi di band gue bawain lagu solo di solo gue nggak bawa lagu band.

Kalau untuk next project bersama Last Child?

Yang kedua, gue lagu mau garap single religi sama anak-anak, dirilis Insha Allah antara Maret sama April ini. Judulnya masih rahasia, recording juga belum tapi lagunya udah ada.

Sosok idola Virgoun dari kecil sampai sekarang dan berpengaruh dalam bermusik Virgoun?

Banyak, Mas Katon sangat berpengaruh karena gue pertama kali jatuh cinta sama musik yang kolosal itu dengerin lagunya Mas Katon Bagaskara, Negeri di Awan itu epic banget, lagu epic pertama yang buat gue sampai detik ini pun kalau denger nadanya langsung flashback ke TK. Dewa 19 dan Sheila on 7 juga berpengaruh.

Bagaimana Virgoun melihat perkembangan musik saat ini melihatnya seperti apa?

Sing kuat sing bertahan. Terutama musisi-musisi legenda yang mau berbesar hati beradaptasi terhadap dunia digital yang tetap masih bertahan. Kalau untuk selebihnya, everybody can win, semua orang punya kesempatan yang sama untuk jadi artis sekarang karena medianya sudah tak berbayar lagi, nggak perlu ribet, tinggal promonya aja dengan semua intrik-intrik digital. Cuman ada beberapa oknum menurut gue yang nggak mengindahkan seni itu sendiri, jadi entertainment ini gue ada beberapa orang yang terkenal iya, tapi dicintai nggak.

Jadi, alangkah lebih bagusnya jadi seorang artis yang terkenal dan dicintai. Kalau terkenal tapi nggak dicintai, buat apa? Lo bakal terseok-seok dan seterusnya berusaha cari perkara biar tetap diperhatiin jadi karya yang keluar tapi sensasi. Kalau secara bisnis, balik ke personal masing-masing mungkin dia mentalnya sudah baja banget cuman kalau buat gue adalah gue orang-orang yang tumbuh di era keemasan musik Indonesia, era 90 sebagaimana gue dulu mengidolakan idola gue, memuja-muja dia, gue berharap sekarang gue di posisi dia dengan me-manage fans gue seperti gue dulu di manage sama mereka.

Virgoun memaknai musik yang sangat berpengaruh dalam hidup seorang Virgoun?

Gue memaknai musik itu benar-benar anugerah, bakat karena gue lagi belajar agama juga banyak yang bilang musik itu haram. Yang bilang haram itu karena dia nggak dikasih bakat sama Allah. Kalau gue dikasih bakat, Insha Allah menggunakan anugerah gue, gue kasih untuk berkhidmat menyampaikan risalahNya walau diselip-selip dengan bakat yang dikasih.

Berbekal musikalitas, ide, dan kejujuran, Virgoun mantap meraih berbagai pencapaian dalam karier bermusiknya. Kekuatan kisah nyata di balik karya ternyata memiliki magnet yang berbeda dan Virgoun berhasil menyuarakannya. Sukses selalu, Virgoun.

Kredit

  • Putu Elmira
    Author
    Putu Elmira