Sukses

Celeb

Sounds of Bintang, Rieka Roslan, Ingin Bagikan Talenta ke Banyak Orang

Bintang.com, Jakarta Di era 90-an, Indonesia banyak memunculkan musisi maupun band berbakat dan berkualitas. Salah satu nama yang pantas dikedepankan adalah Rieka Roslan bersama band The Groove. Musik pop jazz yang mereka bawakan menjelang akhir 90-an saat itu termasuk fresh dan belum banyak dimainkan.

***

Di tengah dominasi musik pop dan rock, The Groove mampu bersaing dan mencuri perhatian. Lagu-lagu mereka banyak yamenjadi hits seperti Satu Mimpiku, Dahulu, Tentang Kita, Khayalan dan Hanya Karena Cinta. Grup yang awalnya terdiri dari Rieka (vokal), Reza (vokal), Ari (gitar), Yuke (bas), Tanto (keyboard), Rejos (Perkusi) dan Delta (drum) ini juga laris mendapat tawaran manggung.

 

Musik pop jazz yang mereka memberi banyak pengaruh pada sejumlah musisi di negeri ini seperti Maliq ‘n The Essentials, Andien dan Tulus. Uniknya, The Groove mungkin tak akan ada kalau salah satu pendirinya, Rieka Roslan cepat patah semangat. Rieka yang lahir dari keluarga pemusik ternyata sempat dilarang berkarier di bidang musik.

Istri dari Muhammad Amri Akil ini tak mau menyerah begitu saja. Wanita kelahiran Sukabumi, 48 tahun lalu ini sempat mengirim demo lagu-lagunya ke berbagai label musik di Jakarta, tapi semuanya ditolak. Rieka Roslan tak mau menyerah. Setelah berhasil mendapat restu dari keluargaya, Rieka memutuskan untuk membentuk band.

“Setelah ditolak label,aku sama beberapa teman yang satu aliran membuat band. Salah satunya sama Yuke yang sekarang di Dewa 19. Kita tadinya bikin band Odyssey dan kemudian The Groove,” kenang Rieka Roslan kepada Bintang.com di SCTV Tower, Senayan, Jakata Pusat, beberapa waktu lalu.

Di akhir era 90-an, The Groove yang awalnya banyak manggung di berbagai tempat akhirnya masuk dapur rekaman. Album perdana mereka Kuingin mencetak sukses dengan dua lagu hits, Satu Mimpiku dan Dahulu. Sejak itu The Groove terus eksis sampai saat ini. Nama Rieka pun ikut melambung. Bahkan ia lebih dikenal dengan nama Rieka The Groove.

Selain punya vokal yang merdu dan khas, Rieka juga mudah dikenali lewat penampilannya yang hampir selalu memakai penutup kepala. Tak hanya bersama The Groove, Rieka Roslan juga banyak menciptakan lagu bagi penyanyi lain dan jadi hits.

Sempat keluar dari The Groove, Rieka merilis beberapa album solo sebelum kembali bergabung dengan grup yang sudah membesarkan namanya tersebut. Apa yang membuat Rieka Roslan begitu menyukai dunia musik dan bisa membuat banyak lagu hits? Simak hasil wawancara dengan Rieka Roslan yang jadi rangkaian program Sounds of Bintang, yang merupakan tema ulang tahun ke-3 Bintang.com.

2 dari 3 halaman

Rieka Roslan Pernah Ditolak Label

Rieka Roslan atau Rieka The Groove menceritakan pengalamannya selama menekuni dunia musik. Banyak pelajaran dan kenangan yang begitu berkesan. Simak juga pendapat Rieka Roslan tentang industri musik Indonesia saat ini dan perbedaannya dengan jaman dulu saat ia masih memulai kariernya.

Apa yang membuat seorang Rieka Roslan berkarier di dunia musik?

Awalnya karena dari kecil aku memang suka nyanyi. Keluarga sebenarnya juga di bidang musik tapi aku dilarang jadi penyanyi sama orangtua. Suka musik dan nyanyi boleh tapi buat sekedar hobi aja bukan profesi.

Kenapa dilarang jadi penyanyi?

Ya karena harus mengutamakan pendidikan. Main musik atau nyanyi tetap boleh karena keluarga aku juga suka musik tapi buat hobi saja.

Lalu bagaimana merintis karir jadi penyanyi?

Dulu aku sering ikut lomba menyanyi dan dari situ mulai terasah kemampuan menyanyi saya. Terus dari kecil aku suka nulis, dari situ mulai bikin lagu dan kirim demo ke label rekaman.

Lalu bagaimana hasil mengirim demo rekaman?

Wah pada ditolak semua. Soalnya waktu itu di awal 90-an kan penyanyi solo harus dibikinin lagu sama orang lain atau pencipta lagu lain jadi nggak boleh bikin lagu sendiri kayaknya. Selain itu demo aku juga banyak ditolak label termasuk satu label yang dikenal banget, karena musik aku dianggap terlalu rumit. Waktu itu musik yang ada unsur jazz dianggap nggak komersil, siapa yang mau dengerin katanya.

Ditolak hanya karena musiknya beraliran jazz?

Kayaknya ditolak karena musik aku kan nge band banget dan jazzy gitu yang waktu itu belum begitu diterima. Kalau mau jadi penyanyi solo musiknya harus yang mendayu-dayu dan nge pop banget. Nah kalo lagu-lagu aku kan iramanya agak cepat dan ceria kayak Dahulu dan Khayalan.

Setelah banyak ditolak, apa langkah selanjutnya?

Terus aku kembali ke Bandung ketemu sama teman-teman yang kebetulan satu aliran dan sepaham sama aku. Mereka juga senang sama lagu-lagu yang aku ciptain. Awalnya aku sama Yuke terus bikin band namanya Odyssey dan setelah itu jadi The Groove Aku berjuang berdelapan lewat The Groove dan Alhamdulillah perjuangan aku di musik bisa tersyiarkan bareng teman-teman yang satu hati

Kapan The Groove dibentuk dan bagaimana soal larangan jadi penyanyi?

Iya aku akhirnya diijinkan main band di tahun 1992. Setelah itu baru membentuk The Groove bareng teman-teman di tahun 1996. Kita baru rekaman di tahun 1999 dan banyak dibantu sama musisi yang berpengaruh banget sama karier aku.

Siapa musisi yang banyak membantu seorang Rieka Roslan?

Yang banyak membantu aku itu mas Yovie Widianto. Katanya aku harus bikin lagu buat orang lain juga jangan cuma di The Groove. Dari situ aku mulai bikin lagu buat penyanyi lain. Awalnya buat Flo yang sekarang di E- motion, judulnya Katamu. Setelah itu aku mulai banyak bikin lagu buat penyanyi lain seperti Titi DJ, Krisdayati dan Iwan Fals.

Siapa musisi yang berpengaruh buat seorang Rieka Roslan?

Kalau musi jazz karena ayah aku suka banget sama karya-karynya Ismail Marzuki. Musiknya kan agak-agak jazzy gitu. Terus saya juga suka Billie Holiday yang inspiratif banget. Aku juga suka baca terutama tentang musisi dunia, aku juga suka musiknya Frank Sinatra. Musik itu jangan hanya dari sekolah tapi juga pengalaman pribadi. kebetulan saya juga sekolah sambil main musik.

Apa yang membuat kamu suka musik jazz?

Bagi aku jazz itu musik yang sangat komplit, karena jazz itu ilmu pengetahuan bukan aliran. Bisa dibilang teori musik itu ada di jazz, dari music yang nggak asik sampai asyik banget itu ya ada di music jazz. Di jazz bisa ada rock jazz, pop jazz, world jazz, jadi luas banget.

3 dari 3 halaman

Proyek Solo Rieka Roslan dan The Groove

Tak hanya berkiprah bersama The Groove, Rieka Roslan juga masih tetap bersolo karir. Ia punya sejumlah karya yang mungkin kurang cocok bagi grupnya tapi lebih pas disampaikan Rieka sebagai solois. Lalu bagaimana ia menjalani keduanya dan apa yang ingin dicapai oleh Rieka.

Darimana dapat inspirasi membuat lagu?

Kebanyakan dari pengalaman sendiri. Kayak lagu The Groove, Dahulu, itu pengalaman aku sendiri waktu masih SMA. Terus lagu Khayalan dari cerita teman aku.Kalau lagu Iijinkan Aku Menyayangimu yang dibawakan Iwan Fals itu dapat indspirasinya pas papi aku meninggal di Sukabumi, Kalau lagunya KD yang Cobalah Untuk Setia, dapat idenya karena waktu itu kayaknya banyak orang selingkuh.

Seperti apa proses penciptaan lagu buat penyanyi lain?

Sebelum bikin lagu, aku harus ketemu dan ngobrol dulu sama penyanyinya. Maksudnya supaya biar lebih tahu apa lagu yang cocok dan seperti apa lagunya yang kira-kira cocok buat si penyanyi.

Sibuk bersama The Groove, bagaimana dengan solo karir kamu?

Untuk solo karir masih, karena di solo banyak tema yang lebih personal kayak soal wanita, alam dan kemanusiaan. Selain itu ada beat-beat yang lebih intens yang nggak mungkin aku masukkan ke grup aku. Aku kan baru memulai solo karir tahun 2005 karena waktu itu rehat dulu dari The Groove. Jadi aku bikin album solo dan musiknya lebih komplit dari grup aku, lebih ke suara hati aku. Nah, waktu aku diajak balik lagi ke grup, aku minta boleh tetep solo karir. Aku juga suka mengarahkan penyanyi dan berbagi pengalaman.

Apa rencana dan proyek yang ingin diwujudkan?

Rencananya mau bikin album The Best, lagu-lagu lama aku mau aku daur ulang dan jadi persembahan buat mama aku yang usianya 80 tahun di bulan Desember nanti. Aku mau ngajak duet beberapa penyanyi kayak Titi DJ, Uthe sama Yuni Shara.

Apa beda dunia musik jaman dulu dan sekarang?

Beda musik dulu dan sekarang aku gambarkannya seperti ini. Aku amaze karnea di AMI Awards sekarang genre musik aku bisa menang banyak di kategori musik yg dulu nggak ada tapi sekarang malah ada. Kayak Tulus Raisa Indra wah sekarang berjaya banget. Padahal kalau dulu dianggap musik yang nggak bakal berkembang. Aku sendiri sempat dapat piala di kategori jazz sebagai penyanyi solo. Jadi industri musik kita keren.

Ada saran atau masukan buat musisi jaman now?

Yang harus diingat, sekarang ini musik kan dalam format digital jadi siapa saja bisa rekaman dan di mana saja kapa saja. Kalau dulu kan pake pita, mestinya analog ini harus tetep diajarin supaya jiwa musisi sekarang ini lebih matang.

Apa harapan Rieka Roslan di dunia musik?

Aku ini ngefans banget sama tante Titike Puspa dan Margie Segers. Kalau mereka lagi bernyanyi aku sampai melongo. Aku berharap bisa menggantikan mereka dan seperti mereka bisa membawakan lagu yang mereka suka. Aku masih 48 tahun tapi mereka sudah jauh diatas aku tapi masih tetap bagus dan semangat. Aku mau meneruskan perjuangan mereka, bisa seperti mereka dan membagikan talenta Tuhan ini pada banyak orang.

Musisi wanita seperti Rieka Roslan rasanya tak banyak di negeri ini. Selain sukses bersama The Groove dan menciptakan sebagian besar lagu-lagunya, Rieka juga punya karier solo yang cukup bagus. Ditambah lagi, ia banyak membuat lagu-lagu hits untuk sesama musisi. Rieka Roslan memang sepi dari sensasi, tapi sudah banyak karya-karyanya yang menghibur hati kita.

 

Kredit

  • Henry Hens
    Author
    Henry Hens