Sukses

Celeb

Sounds of Bintang, Dewi Gita Segera Ciptakan Karya Idealis dan Spektakuler

Bintang.com, Jakarta Dewi Yuliarti alias Dewi Gita dengan santai menceritakan perjalanan karir bermusik, sinden hingga rencana idealis dan spektakuler. Musisi kelahiran, Bandung, Jawa Barat, 28 Juli 1970 itu memulai karirnya dengan debut mini album berjudul Jujur (1988).

Mini album itulah yang merubah namanya menjadi Dewi Gita hingga saat ini. Perlahan tapi pasti, karir Dewi Gita mulai dikenal di belantika musik Tanah Air. Ia pernah mengikuti beragam perlombaan bernyanyi antara lain juara festival pop singer, Juara keroncong Jawa Barat 1988 serta Bintang Radio dan televisi tahun 1989. Bahkan, Dewi pernah menjadi runner up ajang Grand Champion Asia Bagus pada tahun 1992.

Di tengah popularitas, Dewi Gita memutuskan untuk menikah dengan musisi sekaligus vokalis grup band Gigi, Armand Maulana pada 11 Januari 1994. Setelah itu, Dewi Gita fokus mengurus suami dan anaknya, Naja Dewi Maulana.

Seiring berjalannya waktu, Dewi Gita kembali berkarya dengan menulurkan beberapa karya albumnya. Beberapa lagunya populer di masyarakat seperti lagu berjudul "Ternyata" dari album The Best of Female.

Namun, di tengah puncak popularitasnya, Dewi Gita memilih untuk mundur dari kancah belantika musik Indonesia pada tahun 2006. Untungnya, gayung bersambut lantaran ia ditawarkan menjadi sinden yakni wanita yang bernyanyi mengiringi orkestra gamelan.

"Jadi, kenangan yang fenomenal itu ketika saat saya pensiun tahun 2006. Saya nggak bisa berkarya lagi tapi saya justru dapat predikat baru yakni sebagai sinden. Tanpa disangka, predikat baru itu justru melekat pada saya hingga saat ini," kata Dewi Gita kepada Bintang.com, beberapa waktu lalu.

2 dari 3 halaman

Awal mula nama Dewi Gita tercipta

Dalam edisi Sounds of Bintang yang menjadi tema dari ulang tahun ke 3 Bintang.com. Dewi Gita berbagai cerita mengenai perjalanan karirnya dalam bermusik hingga terkenal dan tetap eksis sebagai musisi Tanah Air. Pemilik album Kegaiban Biru (2000) itu juga menceritakan perubahan musik jaman dahulu hingga jaman sekarang. Berikut petikan wawacarannya berikut ini.

Awal kisah Dewi Gita memulai bermusik di jagad hiburan Tanah Air?

Awal berkarir di musik pada tahun 1988. Kala itu, saya menelurkan karya mini album tapi satu album hanya ada 4 lagu. Itu pertama kali mengeluarkan karya, Judulnya jujur. Dan itu pula, pertama kali di kasih nama menjadi Dewi Gita.

Setelah berkarir, apa perbedaan yang dirasakan seorang Dewi Gita?

Ya, awalnya namanya Dewi Yuliarti. Tapi, saat masuk di industri musik langsung ada perubahan. Soalnya, awalnya, memang saya menari sejak umur 9 tahun, kuliah pun saya masuk seni tari jadi memang benar-benar banyak perubahan semua siklus.

Siapa yang kasih nama Dewi Gita?

Sebenarnya, namanya nggak dirubah tetap pakai nama asli. Hanya saja, saat rekaman album pertama kali itu, lagunya dangdut, ya nggak cocok. Jadi, dirubah dengan Koh Ayang (produser dangdut) dia yang merubah namanya. Dari situlah, nama saya dirubah dan dibuatkan lagu pop pada tahun 1988.

Seperti apa dukungan keluarga saat memulai karir bermusik?

Awalnya, agak susah dikeluarga saya karena keluarga besar saya mementingkan harus sekalah dan nggak ada yang di seni. Tapi, ayah dan ibu support saya bermusik, ibu yang selalu menemani dan mengantar saya bernyanyi dan lain lainnya.

Kenangan terindah yang tak terlupakan saat awal berkarir?

Momen yang fenomenal seperti apa?Kenangan terindah banyak sekali, hampir semuanya indah jadi nggak bisa disebutkan secara spesifik. Tapi, yang fenomenal itu ketika saya memutuskan untuk pensiun berkarir pada tahun 2006. Kala itu, saya nggak bisa berkaya lagi tapi saya justru mendapat predikat baru yakni menjadi seorang sinden. Bahkan, predikat itu melekat hingga saat ini.

Pengalaman tak terlupakan ketika menyandang gelar sinden?

Nggak ada ya karena saya nggak pernah merasakan trauma dan saya selama jadi sinden itu senang terus.

Apa ada ritual khusus sebelum nyinden?

Saya selalu tahan nafas sampai mau muntah. hehehehehhe

Ada perbedaan khusus antara nyanyi dengan sinden?

Sinden itu butuh suara yang bening, bersih dan nggak boleh kotor. False juga nggak boleh, di sineden harus perfect. Ya, nggak jauh beda dengan bernyanyi sih.

3 dari 3 halaman

Dewi Gita segera menciptakan karya spektakuler bersama suami

Seberapa besar pengaruh suami, orangtua, keluarga dalam bermusik bagi Dewi Gita?

Saya bertemu dengan Armand Maulana itu sudah jadi (musisi), kita berdua nggak saling mempengharungi karena kita punya konsep yang berbeda.

Lantas, bagaimana Dewi Gita dengan Armand Maulana bisa berkolaborasi?

Kolaborasi itu, saya yang tujukan berdua pada tahun 2012, kita berduet dengan judul Legenda. Itu bukti kita berdua bisa disatukan.

Apa Dewi Gita puas dengan hasil kolaborasinya saat itu?

Kurang puas karena itu hanya proyek idealis saja jadi nggak ada masuk untuk jualan. Itu hanya bentuk tanda cinta kami kepada para penggemar karena mereka sering menanyakan lagu duet kolaborasi bersama Armand Maulana. Makanya, kami bikin satu lagu khusus untuk penggemar.

 

Apa Dewi Gita ada rencana untuk berkolaborasi bersama Armand Maulana lagi?

Rencana kita akan buat yang spektakuler lagi, insya allah di ultah ke 25 tahun, kita bisa membuat karya yang terbaik, doakan saja semoga lancar program dan rencana spektakuler kami.

Menurut Dewi Gita perkembangan musik jaman sekarang bagaimana?

Saya melihat kualitas musik Indonesia sudah bagus dan bisa bersaing dengan musik luar negeri. Perkembagan musiknya cukup luar biasa, nggak kalah sama luar negeri terutama Amerika Serikat. Musikalitas kita sudah bagus..

 

Apa musik jaman sekarang sangat idealis?

Menurut saya memang harus idealis. Saya saja mau bikin karya idealis bersama Dwiki Dharmawan serta musisi luar negeri. Buat saya memang sudah saat berkarya dengan karya idealis.

Bagaimana Dewi Gita menilai trend musik saat ini?

Apa yang membuat genre musik berubah setiap tahun? Trend musik (di Indonesia) disini sudah bagus. Meskipun beberapa tahun lalu sempat pop dan sweat pop semuanya tapi sekarang sudah bervariatif dan musiknya lebih kekinian. Musisi sekarang lebih hebat dan luar biasa karena banyak referensi musisi dari belahan dunia.

 

Menurut Dewi Gita seberapa besar pengaruh media sosial terhadap perkembangan musikk di Indonesia?

Dengan adanya media sosial, itu sangat membantu sekali. Media sosial sangat hebat dengan media sosial musisi yang yang nggak terkenal bisa cepat mendunia dan mudah dikenal. Jadi, nggak perlu capek-capek urus ini itu. Kalau dulu kan ibaratnya harus berjuang berdarah-darah baru bisa terkenal tapi kalau sekarang cukup duduk dirumah buka sosial media, upload dan banyak yang lihat dari mana saja. Ya sempat iri sih, teknologi semakin canggih ya.

Menurut Dewi Gita, perbedaan musisi jaman dulu dan jaman sekarang ?

Kalau musisi jaman dahulu itu butuh perjuangan dan nggak instan karena musisi jaman sekarang serba instan. Apa-apa mudah karena teknologi sudah serba canggih.

 

Pesan Dewi Gita untuk musisi muda Indonesia?

Media sosial memang membuat musisi cepat terkenal tapi ada sisi negatifnya ketika diminta tampil secara live karena sering nervouse (gerogi) makanya disarankan tetap bersosialisasi agar bisa mengatasi hal tersebut.

Selain patut diapresiasi, Dewi Gita pantas menjadi gelar musisi sejati. Pasalnya, ia bisa membagi waktu antara pekerjaan dengan rumah tangga. Selama 24 tahun membina rumah tangga dengan Armand Maulana. Rumah tanggannya terbilang harmonis dan sejahtera lantaran mereka jarang diterpa isu tak sedap badai rumah tangganya.

Kredit

  • Ade Kurniawan
    Author
    Ade Kurniawan