Sukses

Celeb

Sounds of Bintang, Komitmen Vidi Aldiano di 10 Tahun Berkarya

Bintang.com, Jakarta 10 tahun tentulah bukan rentang waktu singkat, apalagi bila menyinggung soal mempertahankan esistensi di industri musik tanah air. Namun, jarak 1 dekade ternyata dianggap tak sebegitu panjang oleh seorang Vidi Aldiano.

***

Ya, 2018 merupakan momen di mana lelaki jebolan University of Manchester ini genap 10 tahun berkarya sebagai seorang musisi dengan reputasi yang cukup diperhitungkan. Siapa sangka, Nuansa Bening sukses jadi pijakan awal Vidi meniti karier.

Hingga di tahun ke-10, Vidi mengaku masih semangat untuk menelurkan karya-karya dengan tingkat kualitas yang terus ter-upgrade. Karenanya, eksplorasi tanpa menghilangkan identitas terus dilakukan lelaki 27 tahun tersebut.

Di samping terus bergelut dengan dinamika, Vidi ternyata tetap menjaga konsistensi dalam berkarya. Komitmen pun dibuat pelantun lagu Status Palsu ini agar kedisiplinan dalam bermusik tetap terjaga di tahun-tahun mendatang.

"Akan terus bernyanyi, akan terus berkarya. Mau ngeluarin karya setiap tahun. Entah single saja atau album. Itu komitmennya," ucap Vidi dalam sesi wawancara eksklusif bersama Bintang.com, Rabu (21/2/2018).

Tak semata berucap, di 2018, lelaki kelahiran Jakarta ini bakal mengeluarkan album ke-4. Bakal seperti apa dan sudah sejauh mana proses garapan album baru ini? Berikut kutipan wawancara Bintang.com dengan Vidi Aldiano.

1 dari 3 halaman

Bocoran Album ke-4 Vidi Aldiano

Mengaku tetap memakai beberapa pakem lama tak membuat album ke-4 Vidi Aldiano kekurangan kejutan. Disebutkan kakak Vadi Akbar tersebut, ia tengah melakukan eksplorasi agar bisa memberi kejutan yang tepat di album kali ini.

Sudah berapa persen proses album ke-4?

Masih proses workshop. Baru 2 minggu-an sebetulnya. Lagi mencari sound bakal kaya gimana di album baru ini. Jarak dari album ke 3 kan belum terlalu jauh. Tahun lalu juga masih ngeluarin lagu. Baru 4 bulan. Sound-nya masih agak-agak mirip. Kami lagi cari sesuatu berbeda yang bisa dibagikan di album ke-4.

Kasih bocoran?

Aduh masih di studio, cari-cari referensi. Cari tema seperti apa. Tiap album, tiap tahun, pasti beda. Karena keadaan gue juga pasti berbeda. Ternyata banyak juga dari 2 tahun terakhir yang bisa gue bagikan bagi pedengar musik. Nggak sabar buat berbagi lagi cerita gue di album ke-4 ini.

Nuansanya bakal bagaimana di album ini?

Kayaknya bakal agak-agak sedih. Kalau album ke-3 lagi bahagia-bahagianya, album ke-4 ini kontra. Lebih galau. Walau gue mau musiknya nggak galau dan mendayu-dayu. Tapi, tema besarnya bakal yang sedih dan galau.

Ada collab bareng Yura, Tulus, Glenn Fredly sama Teddy Adhitya?

Oh kalau itu beda project. Di tahun ini kayak banyak banget musisi yang garap project bareng. Project-nya juga beda-beda. Yang bikin senang adalah asas musik sekarang itu kolaborasi. Dulu mungkin pertanyaannya, lu bersaing sama si ini-itu, sekarang kapan bisa kolaborasi sama yang ini dan ini.

Makna musik beda nggak sih setelah jadi profesi?

Dari segi makna sama artistik nggak sama sekali. Malah ada penambahan value. Karena dari pengalamannya bertambah. Ketemu banyak orang. Referensinya juga dapet dari banyak musisi, baru atau senior. Bergesernya ke arah yang lebih baik, semoga. Hobi campur bisnis itu sangat menyenangkan. Karena di satu sisi, gue ngambil pendidikan di dunia bisnis juga.

2 dari 3 halaman

Vidi Aldiano Berbicara Soal Kekhawatiran dalam Berkarya

Sudah disinggung sebelumnya, 2018 jadi tahun di mana Vidi Aldiano genap 10 tahun berkarier sebagai seorang musisi. Dalam kurun waktu demikian panjang, sebenarnya adakah kegundangan dalam berkarya yang melanda Vidi?

2018 ini jadi tahun ke-10 Vidi terjun ke dunia musik tanah air, ada yang mau disampaikan soal ini?

Hah, sudah 10 tahun ya? Akhir sih memang. Tapi, ya tahun ini tahun ke-10 gue berkarya. Nggak nyangka dan kaget juga. Baru tahu pas lu kasih tahu. Jujur, nggak nyangka karena sebetulnya gue nggak pernah nge-plan buat di industri in.

Cita-citanya mau jadi dokter atau neruisin usaha keluarga. Tapi, gue bersyukur banget. Karena gue bisa melakukan pekerjaan yang jadi hobi gue dari kecil dan pekerjaannya menyenangkan sekali. Itu kayanya yang bikin gue nggak nyangka sudah 10 tahun saja. Kayaknya harus bikin something tahun ini.

Dinamika selama 10 tahun berkarya?

Kerasa-nggak kerasa ya. Karena 10 tahun gue berkarya di industri musik ini gue nggak 10 -0 tahunnya melakukan musik. Awal tahun gue berkarya itu musik dan pendidikan. Sempat berhenti nyanyi selama 2 tahun karena nerusin S2. Gue percaya gue bisa melakukan two things at the same time.

Kekhawatiran Vidi dalam berkarya?

Yang jelas, gue bersyukur masuk ke industri musik ini tanpa paksaan. Gue masuk ke industri musik ini memang karena gue suka berkarya. Bukan gue mau terkenal juga. Kalau bisa cerita, awal karier itu agak kecemplung.

Keinginan gue saat itu adalah karya gue bisa didengar orang lain. Makanya gue agak nggak peduli sama kondisi pasar. Nggak ada template dalam berkarya. Gue nggak masuk label. Ya, karena ditolak sih makanya bikin jalur sendiri. Itu yang membuat gue punya kemerdekaan dalam berkarya.

Berkarya sebegitu lama di dunia musik, Vidi punya idola buat suntik semangat dong?

Kalau di musik banyak banget. Tapi, kalau betul-betul yang bikin gue mulai nyanyi. Waktu SD tuh ingat banget. Kayanya karena dengerin karya almarhum om Chrisye, karya-karyanya Sheila on 7, Dewa 19, sama Padi. Terus, SMP gue makin ngegali.

Sosok yang bikin gue serius nyanyi itu om Glenn Fredly. Karena om Glenn bukan cuma penyanyi, dia juga seorang penulis lagu luar biasa. He's not only a performer, he's a musican. Itu yang gue admire. Itu yang memotivasi buat nggak nyanyi doang. Harus bisa nyiptain lagu, main alat musik. Bisa punya visi, musik gue mau dibawa ke mana.

Singkat atau tidaknya kurun waktu 10 tahun tentulah sangat relatif. Yang jelas, Vidi Aldiano ingin terus berkarya, lagi dan lagi, di tahun-tahun mendatang. Berbagi dengan pendengar musik, membuat karya sejujur mungkin.

Tulis Komentar (0)

Kredit

  • Asnida Riani
    Author
    Asnida Riani