Sukses

Celeb

Sounds of Bintang, Yura Yunita dan Kejujuran Berkarya yang Jadi Modal Eksistensinya

Bintang.com, Jakarta Nama penyanyi muda Yura Yunita mulai banyak dikenal publik sejak single-nya bersama Glenn Fredly yang berjudul Cinta dan Rahasia meledak. Perlahan tapi pasti, wanita kelahiran 9 Juni 1991 ini terus mengepakkan sayapnya di industri musik tanah air.

Momentum demi momentum Yura ciptakan untuk terus menapaki perjalanan kariernya sebagai penyanyi. Wajah manis dan suara indahnya mulai sering menghiasi berbagai event ternama di Indonesa. Single-single yang dirilisnya pun laris manis mulai dari Balada Sirkus, Cinta dan Rahasia, Berawal Dari Tatap sampai single terakhirnya Intuisi, yang membawa mojang priangan ini memenangkan penghargaa sebagai Pencipta Lagu Pop terbaik dalam AMI Awards 2017.

Perjalanan Yura di industri musik tanah air memang belum panjang, namun eksistensinya selama empat tahun belakangan cukup membuktikan bahwa Yura tak hanya bermodal ‘aji mumpung’ untuk mendapatkan popularitas yang akhirnya hanya bertahan sekejap mata. Bagi Yura, keseriusannya dalam berkarya serta keberaniannya untuk menjadi diri sendirilah yang membuatnya terus melangkah di jalur musik hingga kini.

Sempat ada kekhawatiran mengenai respon masyarakat terhadap karya yang ia bawa. Syukurnya, Yura menyadari bahwa dengan memberikan versi terbaik dari apa yang dia sukai, seharusnya ia tak perlu lagi mengkhawatirkan pendapat orang lain. Apalagi di era digital seperti ini, para musisi zaman now seperti Yura memiliki ruang yang lebih luas untuk berkarya.

Yura punya cara tersendiri untuk menyampaikan musiknya dengan tulus, yakni dengan menuangkan kisah pribadinya ke dalam lirik dan melodi. Namun, di balik kepiawaiannya menciptakan lagu, Yura tak melulu memandangnya dari sisi komersil. Ia tak sembarang memberikan atau menciptakan lagu untuk penyanyi lain, ada faktor-faktor bathiniah yang harus terpenuhi seperti kedekatan personal dan chemistry. Hal tersebut dibutuhkan Yura lantaran ia butuh “nyawa” agar lagunya lebih “hidup”.

Tapi Yura nggak bisa ciptain lagu untuk sembarang orang. Benar-benar harus dekat dulu, dapat chemistry-nya dulu, bahkan curhat dulu.

Dalam sebuah wawancara eksklusif dengan Yura Yunita pada acara pemotretan 18 musisi di ulang tahun Bintang.com ke-3, Rabu, 21 Februari 2018 kemarin, Yura berbagi cerita mengenai perjalanan bermusiknya dari awal hingga kini. Dari masih dinikmati sendiri hingga karyanya jadi "milik orang lain" seperti sekarang ini. Dari zaman old, sampai zaman now.

2 dari 3 halaman

Perjalanan Bermusik Yura Yunita

Sejak kapan Yura kenal musik?

Sebenarnya sudah lama banget, ya. Yura main musik saja dari kecil banget. Saat kelas satu SD aku sudah main piano klasik, tapi profesionally masuk ke industri musik gini ya sejak 2013-2014, waktu menggarap album pertama sampai rilisnya.

Bagaimana perjalanan bermusik Yura, dari versi Yura sendiri?

Dari kecil banget waktu Yura mulai belajar piano, terus juga Yura dari sebelum kuliah punya band indie gitulah. Baru 2013 ada kesempatan bikin album dan tahun 2014 album pertamanya rilis. Alhamdulillah sambutan buat album pertama Yura baik, single-single Yura juga banyak yang apresiasi mulai dari Balada Sirkus, Cinta dan Rahasia, Berawal Dari Tatap, sampai sekarang ada Intuisi.

Apa yang membawa Yura tetap bermusik sampai sekarang?

Dasar-dasar yang Yura pelajari saat bermain piano klasik dulu itu bikin Yura jadi bisa mengembangkan musik yang disuka ke manapun yang Yura mau. Dengan main piano juga mempermudah Yura dalam menciptakan lagu.

Single Berawal Dari Tatap itu ciptaan Yura sendiri, kan?

Iya, itu ciptaan Yura. Di album pertama 80% lagunya ciptaan Yura sendiri.

Jadi selain nyanyi, Yura suka menciptakan lagu?

Betul, Yura suka menciptakan lagu sendiri, dan sekarang juga setelah album pertama bukan cuma menciptakan lagu sendiri untuk diri sendiri, tapi juga banyak banget penyanyi-penyanyi yang datang ke Yura minta dibuatin lagu. Tapi Yura nggak bisa ciptain lagu untuk sembarang orang. Benar-benar harus dekat dulu, dapat chemistry-nya dulu, bahkan curhat dulu. Dari sekian nama, salah satu yang Yura bisa ciptakan lagu buat dia yaitu Mbak Titi DJ. Waktu itu Mbak Titi datang ke Yura minta dibuatin lagu, ada lagu yang cocok, dan katanya dalam waktu dekat Mbak Titi bakalan rilis lagu itu.

Yura lebih senang nyanyi atau ciptain lagu?

Tentunya lebih senang nyanyi, tapi lebih senang lagi kalau nyanyinya lagu ciptaan sendiri, karena rasanya lebih 'dapet'. Kalau nyanyiin lagu patah hati dan pernah merasakan sakit itu sendiri, jadi saat menyanyikannya, rasa yang disampaikan benar-benar real, pesannya juga bakalan sampai.

Oh, jadi Yura kalau ciptain lagu pasti berdasar pengalaman di dunia nyata?

Pasti, dari pengalaman pribadi mau teman-teman. Teman-teman senang banget saat cerita mereka aku capture dalam sebuah lagu yang bisa everlasting, terus didengarkan, dikenang manis jadi sebuah lagu.

Gimana perasaannya saat lagu ciptaan Yura dinyanyikan sama penyanyi lain?

Pastinya senang, luar biasa senang. Apalagi kayak Mbak Titi yang merupakan salah satu penyanyi idola Yura dari kecil. Dulu waktu kecil seringnya nonton Mbak Titi, sekarang aku ciptain lagu buat Mbak Titi dan Mbak Titi nyanyiin lagu yang aku ciptain itu rasanya luar biasa banget.

3 dari 3 halaman

Yura Yunita dan Perbedaannya dengan Musisi Zaman Now Lainnya

Kiprah Yura sebagai penyanyi profesional di industri musik Indonesia memang masih seumur jagung, tapi jiwa-jiwa bermusik itu telah dimilikinya sejak kecil. Saat menyebut nama Titi DJ sebagai salah satu penyanyi yang datang dan minta dibuatkan lagu olehnya, senyum Yura tampak sumringah. Pasalnya, Titi DJ adalah salah satu penyanyi tanah air yang ia ikuti karyanya sejak kecil.

Berhubung sejak kecil sudah bermusik dan kecil punya penyanyi idola, berarti Yura tahu ya perkembangan musik zaman dulu dengan zaman sekarang? Menurut Yura gimana sih perbedaannya?

Kalau dari sisi pelaku industri (penyanyi), sekarang tuh kan era digital banget, ya. Jadi semua orang yang mau berkarya benar-benar dimudahkan dengan platform digital yang ada di manapun dan bisa kita maksimalkan. Sedangkan dulu lebih ter-kuratif, nggak banyak orang bisa se-ekspresif sekarang. Nah kalau sekarang benar-benar siapapun yang mau berkespresi, bisa. Tapi ya harus benar-benar berani beda, juga harus mengutamakan konten atau karyanya, bukan cuma ketenaran aja.

'Berani beda' yang Yura lakukan itu seperti apa?

Dulu banget waktu buat buat album pertama, pernah ada rasa cemas, "gimana ya nanti orang mendengarnya?" Intinya banyak berpikir tentang pendapat orang, nah padahal itu justru membuat kreativitas kita tertahan. Buat menghindarinya perlu melawan rasa takut, berani jadi diri sendiri. dan menciptakan karya yang benar-benar apa yang kita suka, kita mau, ingin kita sampaikan, dan menjadi karakter diri kita sendiri.

Dengan keberaniannya untuk tetap menyuarakan isi hati meskipun itu akan membuatnya berbeda dengan yang lain, Yura berharap kariernya di industri musik bisa panjang umur. Yura mengaku akan terus bernyanyi dan menciptkan lagu. Dalam waktu dekat, dia akan merilis single bertajuk Harus Bahagia untuk album keduanya. “Aku super excited!” Ujar Yura dengan nada bersemangat.

Mengenai album keduanya, khususnya single terbarunya yang akan segera rilis, tim Bintang.com bertanya apa yang membuat lagu Harus Bahagia ini istimewa.

Ini lagu yang benar-benar Yura banget, beda banget dan super catchy. Pastinya juga Yura yakin ini benar-benar menggambarkan perasaan banyak orang, karena banyak banget anak muda yang merasa permasalahan kecil aja bikin dia sedih. padahal justru apapun kesedihan yang dilalui, kita harus bahagia.Memasuki tahun keempatnya di industri musik Indonesia, Yura mengaku tak pernah mengalami kesulitan berarti. Sejauh ini, ia berusaha mempertahankan sikap positifnya dengan melupakan berbagai kenangan pahit dalam merintis karier dan lebih menganggapnya sebagai proses untuk menuju kesuksesan.

Berani menjadi diri sendiri, berkarya dengan hati, dan tidak menjadikan kesulitan sebagai hambatan berarti. Mungkin itulah yang akan menjadikan Yura Yunita istimewa di antara musisi zaman now yang terus bermunculan.

Kredit

  • fitriandiani
    Author
    fitriandiani