Sukses

Celeb

Film 90-an, Torro Margens Spesiallis Tokoh Antagonis

Bintang.com, Jakarta Namanya mungkin asing buat kamu generasi muda. Tapi begitu melihat wajahnya, sudah terbayangkan perannya? Torro Margens memang jarang menjadi pemain utama. Tapi perannya rata-rata selalu jadi tokoh antagonis. Dengan suara serak dan berat, Torro bahkan bisa kelihatan marah meskipun tak berteriak.

Lahir di Paduraksa, Pemalang, Jawa Tengah, 5 Juli 1950, TOrro sudah memulai karir sejak era 70-an. Torro bukan cuma seorang aktor namun juga sutradara. Hingga saat ini Torro tak pernah berhenti berkarya.

Bahkan saat era film layar lebar sempat mati suri, Torro juga tetap aktif berakting di sinetron. Torro Margen dikenal luas masyarakat, karena perannya yang acapkali berperan sebagai peran antagonis. Di antara film, sebagai sutradara ia memakai aktor dan aktris seperti Barry Prima, Raja Emma, Kiki Fatmala, dan Ayu Azhari.

Sebagai pemain watak, Torro sebenarnya siap dengan segala macam peran. Namun, nampaknya karakter antgonis sudah melekat didirinya. Meskipun sama-sama antagonis, Torro berusaha berbeda. "Karakternya antagonis tapi beda-beda. Saya sebenarnya siap peran apa saja," ujar Torro di Kantor Bintang.com beberapa waktu lalu.

Terbaru, Torro menjadi tokoh antagonis di film DPO (Detachment Police Operation). Dia memerankan tokoh buronan lintas negara bernama Satam. “Satam ini buronan kelas kakap yang sudah ditangkap. Salah satunya karena dia memanfaatkan warga di tempat dia tinggal,” ucap Torro Margens saat berkunjung ke redaksi Bintang.com di Jakarta Pusat, beberapa hari lalu.

Lalu kenapa Torro kembali bersedia memerankan karakter antagonis seperti kerap dimainkannya di berbagai film dan sinetron. “Karakter antagonis ini agak beda. Dia kayak Robin Hood, suka membagi-bagikan uang pada rakyat miskin, tapi uang hasil kejahatan. Di sini juga banyak adegan laga yang ditata dengan bagus,” terang Torro Margens.

Kredit

  • Puput Puji Lestari
    Author
    Puput Puji Lestari