Sukses

Celeb

Christine Hakim Rampungkan Syuting Film Boven Digoel

Bintang.com, Jakarta Proses syuting film Boven Digoel telah selesai dilakukan di Wilayah Wet Boven Digoel dan Pelabuhan Boven Digoel. Film produksi Foromoko Matoa Indah Film dengan arahan sutradara FX Purnomo ini rencananya siap tayang di Hari Kesehatan Nasional atau sekitar bulan November 2016. Christine Hakim 'pindah' sementara ke Papua demi syuting film ini.

“Shootingnya telah dilakukan selama kurang lebih 20 hari dan kini segera memasuki proses paska produksi, “ kata sutradara FX Purnomo kepada wartawan, Sabtu (18/6/2016). Kondisi alam Papua yang cukup susah untuk dijangkau menjadi tantangan tim film ini.

Syuting film Boven Digoel.

 

“Perjalanan dari kabupaten Merauke ke kabupaten Boven Digoel yang ditempuh dengan perjalanan darat selama 10 jam. Lokasi shooting-nya menggunakan set artistik yang riil dengan tempat kejadian di tahun 90-an, yaitu berupa puskesmas yang dulu digunakan untuk operasi sesar menggunakan silet,” bebernya.

Selain Christine Hakim, film ini didukung aktor muda berbakat Jflow Matulessy, dan para pemeran asal asli Papua seperti di antaranya Edo Kondologit, Lala Suwages, Ira Dimara, Maria Fransisca, Juliana Rumbarar, Ellen Aragay, Denny Imbiri, Echa Raweyai, Henry W. Muabuay, Bina Rianto, Tiot Karubuy, Yoppy Papey, Serly Wayoi, Jack Wadon, Ellin, Rey, Rossario Ivo dan Antonetta.

Salah seorang pemeran, Maria Fransisca adalah Putri Papua 2013 dan Finalis Putri Indonesia 2014 perwakilan Papua yang kini menjadi Duta Humas Polda Papua dan Duta Pemberantasan Narkoba Papua. Maria berharap film ini bisa menjadi pelajaran kita semua.

“Banyak orang menilai operasi sesar dengan silet itu mustahil, tapi begitulah kenyataan yang terjadi di Boven Digoel Papua karena keterbatasan tenaga dan peralatan medis, “ ungkap dara manis kelahiran Papua, 11 oktober l995 yang kini masih jadi mahasiswi Teknik Planologi Uncen.

Syuting film Boven Digoel.
Dalam film ini, Christine berperan sebagai ibu dari seorang dokter yang ditugaskan ke Papua. Film Boven Digul mengangkat kejadian nyata 25 tahun yang lalu, bahwa di Papua angka kematian ibu dan bayi sekarang semakin tinggi dan menduduki rangking nomer satu di Indonesia.

Film ini menceritakan pergumulan dan perjuangan dokter muda yang ditempatkan di puskesmas pedalaman Papua, yang berupaya menyelamatkan dua nyawa, yakni ibu dan bayinya. Pertaruhan yang luar biasa. Bukan hanya hidup mati pada pasiennya, tapi juga hidup mati dokternya karena kondisi hutan dengan tidak ada bius untuk operasi, peralatan terbatas, tidak ada tenaga dokter yang memadai jadi melakukan operasi sesar dengan memakai silet.

Keterlibatan Christine Hakim difilm Boven Digul karena temanya sangat menarik mengenai seorang dokter yang mengabdikan diri di belantara Boven Digoel Papua. "Ini tema yang nggak mungkin saya bisa tolak. Apalagi visi, misi, dan semangatnya sejalan. Jadi, saya sangat senang sekali terlibat dalam film ini," ungkapnya.

Tulis Komentar (0)

Kredit

  • Puput Puji Lestari
    Author
    Puput Puji Lestari