Sukses

Celeb

Eksklusif Armand Maulana, Lepas Imej Rocker Lewat Musik 80-an

Bintang.com, Jakarta Mendengar nama Armand Maulana, pastinya kalian akan langsung terbayang dengan grup band pop-rock Indonesia yaitu Gigi. Pria bernama lengkap Tubagus Armand Maulana;ini memang sudah tak bisa dilepaskan dari Gigi. Namun sang vokalis baru saja merilis sebuah single dan video klip berjudul 'Hanya Engkau yang Bisa' yang kabarnya akan menjadi awal untuk project album solonya.

***

Beberapa waktu lalu Armand Maulana baru saja merilis sebuah single dan video klip berjudul 'Hanya Engkau yang Bisa'. Dalam lagu ini Armand terlihat sangat berbeda dari apa yang biasa dia tampilkan dalam grup band Gigi. Sang vokalis tampil sangat berbeda dengan tampilan dan musik yang baru.

Nuansa baru yang ingin ditampilkan Armand Maulana sendiri sudah terlihat dari video klip 'Hanya Engkau yang Bisa'. Dalam video klip ini, selain memberikan warna musik tahun 80-an, Armand juga berkreasi dengan sebuah koreografi yang fresh.

Eksklusif Armand Maulana (Foto: Gali W. Satria, Digital Imaging: Muhammad Iqbal Nurfajri, Wardrobe: Rama Dauhan, Make-up & Hairdo; Torres Aditya/Bintang.com)

Saking inginnya untuk memberikan hal yang berbeda, Armand bahkan tak mengajak para personel Gigi untuk terlibat dalam projectnya kali ini. Sebagai gantinya, dia mengajak beberapa musisi muda seperti Nino RAN, David NOAH, dan Lale dari Maliq & d'Essentials untuk menggarap albumya.

"Kalo ngajak personel Gigi sama aja bohong. Kan ide ini tercetus karena gue pengen mengeluarkan apa yang nggak bisa gue keluarkan di Gigi. Jadi gue pasti akan kerjasama sama orang-orang yang menurut gue bisa menyampaikan apa yang selama ini nggak bisa disampaikan. Jangankan sama personel Gigi, sama beberapa musisi yang dekat sama Gigi juga gue agak menjauh," tuturnya.

Musik tahun 80-an memang sengaja dipilih Armand karena mengingatkan tentang masa remajanya. Dia ingin bernostalgia sembari memperkenalkan musik yang menemaninya menjalani masa remaja. Apalagi warna musik tahun 80-an juga sedang kembali trend di kalangan remaja saat ini.

Eksklusif Armand Maulana (Foto: Gali W. Satria, Digital Imaging: Muhammad Iqbal Nurfajri, Wardrobe: Rama Dauhan, Make-up & Hairdo; Torres Aditya/Bintang.com)

"Banyak anak muda yang dengar mengira ini lagu kekinian banget. Padahal sebenarnya kan ini lagu 80-an, dan musik 80-an adalah masa remaja gue. Jadi ketika membawakan lagu itu gue merasa kembali membawakan lagu kebangsaan gue waktu remaja. Jadi menurut gue lagi ada tren yang berulang. Jadi anak-anak angkatan gue bilang merasa nostalgia di lagu baru gue," tukas Armand.

Ketika berkunjung ke kantor Bintang.com beberapa waktu lalu, Amand Maulana menceritakan bagimana dirinya mulai merasa jenuh dan butuh pelampiasan dalam berkarya. Project album solo ini dipercaya sang vokalis Gigi sebagai jalan untuk mengobati kejenuhan yang selama ini dirasakannya. Seperti apa keseruannya? simak penuturannya kepada tim Bintang.com melalui wawancara bersama Dreses Putranama dan fotografer Galih W. Satria berikut ini.

2 dari 3 halaman

Tak Ajak Personel Gigi Demi Berikan Warna Baru

Armand Maulana secara sengaja tak mengajak para personel Gigi untuk terlibat dalam pembuatan albumnya. Bahkan dia juga tak menggandeng musisi yang sering bekerja sama dengan Gigi demi menghindari kejenuhan. Sebagai gantinya Armand mengajak musisi-musisi muda untuk mengerjakan musiknya.

Bagaimana awalnya mengerjakan project single solo ini?

Gue itu kan sudah 22 tahun di Gigi. Bohong banget kalo selama itu nggak ada kejenuhan. Tapi maksudnya kejenuhan disini bukan yang negatif seperti gue bakal keluar dari Gigi. Apa yang dikeluarkan setiap personel nggak mungkin 100 persen. Mungkin hanya sekitar 25-30 persen, dan sisanya nggak bisa dikeluarkan. Dan selama 22 tahun ini gue merasa sudah overload dan perlu disalurkan. Di lain pihak kalo nggak dikeluarkan sangat bahaya buat kesehatan berkarya gue di Gigi.

Mengapa tak mengajak para personel Gigi di project ini?

Kalo ngajak personel Gigi sama aja bohong. Kan ide ini tercetus karena gue pengen mengeluarkan apa yang nggak bisa gue keluarkan di Gigi. Jadi gue pasti akan kerjasama sama orang-orang yang menurut gue bisa menyampaikan apa yang selama ini nggak bisa disampaikan. Jangankan sama personel Gigi, sama beberapa musisi yang dekat sama Gigi juga gue agak menjauh.

Kabarnya Armand mengajak musisi muda di album ini, siapa saja mereka dan apa alasannya?

Jadi Nino RAN, David NOAH, sama Lale memang sudah gue incer sejak lama. Karena menurut gue mereka adalah musisi muda yang mewakili anak muda dan pop culture banget.

Eksklusif Armand Maulana (Foto: Gali W. Satria, Digital Imaging: Muhammad Iqbal Nurfajri, Wardrobe: Rama Dauhan, Make-up & Hairdo; Torres Aditya/Bintang.com)

Setelah single, apa langkah Armand ke depannya? Apakah berlanjut dengan sebuah album?

Lagi berjalan sih, sedang dalam proses. Single kedua sudah beres tinggal di mixing. Terus single ketiga lagi dibuat. Sebenarnya ada 2 single yang kuat ciptaanya Alam Urbach sama David NOAH. Tapi saat single pertama rilis, ada perubahan dasar dari segi musiknya. Jadi harus dirubah karena satu album musiknya harus sejalan. Jadi akhirnya 2 lagu itu harus berubah. Jadi cuma tinggal merubah musiknya aja. Tapi kalo materi lagu masih terus berdatangan sih. Yang udah ada di kita ada 6 lagu.

Musik seperti apa yang menjadi benang merah di album ini?

80-an. Alasannya adalah gue remajanya era 80-an. Dan musik tahun 80-an itu meng-influence gue banyak sekali. Dan musik tahun 80-an itu meng-influence banyak sekali yang nggak bisa dikeluarkan di Gigi. Influence yang masuk tahun 80-an saat itu disamping ngefans musik rock juga ngefans dan suka segala jenis musik.

Mengapa memilih musik 80-an di project solo ini?

Banyak anak muda yang dengar mengira ini lagu kekinian banget. Padahal sebenarnya kan ini lagu 80-an, dan musik 80-an adalah masa remaja gue. Jadi ketika membawakan lagu itu gue merasa kembali membawakan lagu kebangsaan gue waktu remaja. Jadi menurut gue lagi ada tren yang berulang. Jadi anak-anak angkatan gue bilang merasa nostalgia di lagu baru gue.

Eksklusif Armand Maulana (Foto: Gali W. Satria, Digital Imaging: Muhammad Iqbal Nurfajri, Wardrobe: Rama Dauhan, Make-up & Hairdo; Torres Aditya/Bintang.com)

Dari segi lirik, kira-kira album ini rencananya bakal menceritakan tentang apa?

Gue sih di album in pengen fun. Nggak mikir politik dan sosial. Jadi gue saat mengerjakan album solo ini ya cuma pengen fun. Ya mungkin tentang cinta, kalo memungkinkan mungkin juga ada yang sedikit serius.

Dulu kan Armand pernah merilis album solo sebelum gabung sama Gigi, kira-kira apakah di album baru ini akan memberikan nuansa yang sama?

Beda banget lah. Kalo dulu gue masih sebagai seorang penyanyi pop rock, genrenya nggak jauh dari Gigi. Kalo sekarang kan memang beda, karena gue pengen tumpahkan apa yang gue alami.

Apakah bakal mengajak istri kembali berduet?

Belum kepikiran sih, karena kita lagi konsentrasi solo saya. Jangan sampe ada konsep dalam album ini yang akhirnya memecah konsep yang sudah ada. Kan kalo duet itu konsepnya pasti berbeda.

Selama proses pembuatan album ini, apakah ada perubahan rencana yang sangat tiba-tiba?

Kalo saat ini belum. Karena memang konsepnya sudah tergambar mau konsep 80-an. Semua lagu yang terkumpul sudah diarahkan ke arah situ.

3 dari 3 halaman

Ubah Fesyen hingga Belajar Koreografi Demi Berikan Nuansa yang Lebih Segar

Untuk menghadirkan nuansa yang lebuh fresh, Armand Maulana juga mengganti tampilannya dengan imej yang berbeda. Dirinya menanggalkan imej rokcer yang selama ini memang lekat dengan dirinya. Untuk mendukung perubahan imejnya, suami Dewi Gita ini sampai belajar koreografi yang muncul di video klip dari single terbarunya yang berjudul 'Hanya Engkau yang Bisa'.

Berbicara mengenai konsep video klip, mengapa akhirnya konsep yang menghadirkan koreografi yang akhirnya dipilih?

Itu sih 100 persen idenya dari Upi Guava. Jadi Upi memberi beberapa konsep, tapi akhirnya konsep ini yang dipilih. Karena menurut kita ada yang beda aja, kalo di video klip musisi dunia mungkin sudah banyak yang seperti itu, kalo di Indonesia mungkin masih jarang. Terus terang aja selama 25 tahun belum pernah mengerjakan video klip seperti ini. Menurut gue itu sebuah tantangan dan gue harus bisa. Makanya gue sampai latihan 3 kali. Dan menurut gue ada yang baru di konsep ini.

Mengapa memilih lagu 'Hanya Engkau yang Bisa' sebagai single pertama?

Ini lagu benar-benar hasil brainstorming. Mereka (Nino RAN, David NOAH, sama Lale) bingung karena sosok gue sudah terlalu dekat dengan Gigi. Pada saat gue dateng dan memberikan konsep gue tentang musik yang kebetulan ada kesamaan dengan musik yang kekinian, mereka baru mengerti. Jadi akhirnya jadilah lagu 'Hanya Engkau yang Bisa' dan waktu gue kasih ke Trinity, mereka suka. Dan kebetulan mereka juga sudah ada lagu berjudul 'Sebelah Mata' yang bakal jadi single kedua. Meskipun agak beda, tapi konsepnya sama yaitu 80-an dan bagus banget lagunya. Waktu itu Trinity kebingungan mana yang harus jadi single pertama, tapi akhirnya lagu 'Hanya Engkau yang Bisa' yang dipilih.

Eksklusif Armand Maulana (Foto: Gali W. Satria, Digital Imaging: Muhammad Iqbal Nurfajri, Wardrobe: Rama Dauhan, Make-up & Hairdo; Torres Aditya/Bintang.com)

Sejauh apa keterlibatan Armand di album yang akan datang ini?

Di album solo ini gue nggak pengen nulis lirik dan nggak mau nyiptain lagu. Gue pengan nyanyi doang, ahkan gue pengen diatur bagaimana cara bernyanyinya sampai bagaimana ngambil nadanya. Karena justru itu tujuan gue. Karena gue pengen dapat masukan-masukan dari teman-teman yang muda. Tujuan gue mengeluarkan album adalah selain keluar dari comfort zone dan pengen explore, tujuannya adalah gue mendapatkan sesuatu yang segar buat nanti dibawa ke Gigi. Kalo memberikan masukan ya harus, karena mereka pasti bingung kalo gue bilang terserah. Gue senang banget contohnya ketika Nino ngatur bagaimana cara bernyanyinya.

Bagaimana dukungan dari teman-teman di Gigi dan keluarga tentang project album ini?

Kalo dari Gigi sih mendukung banget. Bahkan mereka sempat membahas setelah melihat showcase gue di Hardrock setelah jumpa pers. Mereka malah membahas bahwa drummernya harus seperti apa, soundnya seperti apa dan lain-lain. Itu sudah menunjukkan dukungan yang besar. Kalo keluarga kayak Dewi sih nggak usah diomongin lagi ya. Bahkan dia memberikan masukan mengenai style, tatanan rambut dan segala macem.

Dari segi fesyen, apa yang berubah dari diri Armand?

Berubah total, karena dari segi musik juga beda banget. Karena kalo gue tetap tertahan di fesyennya Gigi sama aja bohong. Kalo Gigi kan gagah, cowok banget, alo kali ini kan womanizer banget, benar-benar makanan cewek. Kalo style itu memang tepat di gue, meskipun perubahannya mendasar yang nggak masalah. Gue sih senang sama perubahan.

Eksklusif Armand Maulana (Foto: Gali W. Satria, Digital Imaging: Muhammad Iqbal Nurfajri, Wardrobe: Rama Dauhan, Make-up & Hairdo; Torres Aditya/Bintang.com)

Bagaimana menjaga performance agar tetap prima ketika bernyanyi?

Kalo itu kompleks sih. Kalo gaya bernyanyi itu keluar sih karena mengikuti musiknya, bukan karena belajar koreografi. Tapi kalo masalah
totalitas di panggung mungkin udah bakat yah. Cara menjaganya ya dengan umur gue yang kepala 4 yagharus disiplin. Makan harus teratur, makannya juga harus dijaga, terus rutin olahraga. Tapi kalo bagaimana menyanyi nggak fals sih itu menurut gue itu bakat pemberian Tuhan sih. Kadang-kadang kita sih nggak bisa belajar, yang bisa kita lakukan cuma menjaga kualitas yang kita miliki. Caranya ya dengan disiplin itu tadi.

Bagaimana Armand menanggapi persaingan di Industri musik?

Kalo gue bilang musik nggak ada persaingan. Musik itu masalah selera. Yang bersaing adalah bisnisnya, yang bersaing adalah manajemen dan labelnya. Gue sih tidak merasa bersaing. Toh Gigi aja waktu keluar lagu '11 Januari' juga disukai anak SD. Terus pas keluar lagu My Facebook, orang-orang yang lagi main Facebook juga merasa itu lagu kebangsaan mereka. Dari situ gue dapat pelajaran bahwa musik nggak ada persaingan.

Bagaimana Harapan Armand di album ini?

Harapannya sih simpel aja sih ya. Musik Indonesia ini kan dari jaman dulu nggak pernah terpuruk kan ya. Tidak ada grafik yang tiba- tiba merosot turun. Apa yang gue hasilkan dari teman-teman di Gigi bisa dibilang vitamin buat musik Indonesia. Jadi simpe laja, mudah-mudahan karya gue bisa menjadi vitamin di musik Indonesia. Kalo masalah meledak ya liat nanti aja.

Itulah tadi bincang-bincang tim Bintang.com bersama Armand Maulana. Menarik memang bagimana vokalis grup band Gigi ini ternyata justru ingin lepas dari bayang-bayang Gigi lewat sebuah project solo. Menariknya lagi, nuansa musik 80-an yang dibawanya justru sedang menjadi trend di kalangan remaja saat ini.

Tulis Komentar (0)

Kredit

  • Dreses Putranama
    Author
    Dreses Putranama