Sukses

Celeb

Catatan Kehidupan Meinar Loeis (II)

Bintang.com, Jakarta Meinar Loeis merupakan anak kedua dari pasangan Luis Imam Pamoentjak Nan Koening dan Ratna Rusana. Dari kampung halamannya, ia merantau ke Jakarta pada akhir Desember 1949. Ia tiba di Jakarta pada 3 Januari 1950. Kepergiannya ke Jakarta sempat ditentang orang tuanya.

Hingga usia senja, Meinar mencintai lagu anak-anak. Ia menghabiskan masa tuanya dengan mengabdikan diri dengan  mengajar di taman kanak-kanak.  Di antaranya  TK Bintara 4 di Bekasi,   dan TK Ade Irma  serta dan TK Budi Asih di Jakarta.

(Baca juga: Catatan Kehidupan Meinar Loeis (I))

Meinar Loeis (Facebook)

Meinar Loeis sempat menolak dirawat di rumah sakit. Karena ia berencana untuk mengadakan halal bihalal dengan muridnya pada 2 Agustus.  Ia sempat mengajar di Sekolah Pendidikan Guru (SPG) 1. 

Namun, melihat kondisi memburuk Meinar  akhirnya dirawat di rumah sakit. Seperti  ditulis Jose Choa Linge, Meinar dirawat sejak 25 Juli lalu akibat cairan di paru-paru yang menyebabkan batuk dan menghambatnya untuk makan.

Sebelum acara halal bihalal dengan muridnya berlangsung, Meinar lebih dulu menghembuskan nafas terakhirnya. Ia meninggal dunia dalam usia 85 tahun pada Selasa (28/7/2015) pukul 10.50 WIB di Rumah Sakit dr Cipto Mangunkusumo, Jakarta Pusat. Jenazah  dikebumikan di TPU Menteng Pulo, Jakarta Pusat, keesokan harinya, Rabu (29/7/2015) pukul 10:00 WIB.

Meinar Loeis (Facebook Jose Choa Linge)

(Baca juga: Meinar Loeis dan Para Pencipta Lagu Anak yang Terlupakan)

Menurut psikolog anak, Seto Mulyadi yang akrab disapa Kak Seto, pengabdian Meinar  Loeis untuk anak-anak hendakya menjadi inspirasi bagi generasi muda. Saat ini sangat jarang orang yang memiliki konsistensi pada musik dan anak-anak.

“Setelah Pak Kasur, Bu Kasur, Pak AT Mahmud tak ada, belum terlihat orang yang memiliki konsistensi begitu besar pada musik dan dunia anak-anak. Bu Meinar Loeis legenda bagi anak-anak,” kata Kak Seto saat dihubungi Bintang.com, Kamis (30/7/2015).  Selamat jalan Bu Meinar Loeis! (Selesai)

Tulis Komentar (0)

Kredit

  • Komarudin
    Author
    Komarudin