Sukses

Beauty

Mampir ke Bandara Changi, Jangan lewatkan perawat di tempat ini

Bintang.com, Jakarta Jika kamu berada di Bandara Changi, Singapura jangan lupa untuk mampir ke The Shilla Duty Free, toko yang menyediakan berbagai kebutuhan kosmetik yang sayang untuk dilewati.

Tak hanya menjual make up, skin care, serta fragrance, kamu juga bisa dimanjakan dengan berbagai perawatan kecantikan, salah satunya facial dari SK-II di lantai dua The Shilla Duty Free 'Shilla Beauty Loft', Terminal 3 Bandara Changi.

Tempat facial yang satu ini terbilang cukup populer, bahkan digandrungi para pelancong dari Singapura, Indonesia dan China. Saking populernya, tak sedikit dari pelancong yang sengaja mampir untuk memanjakan diri dan tampil cantik.

Beberapa lalu, Bintang.com pun mendapat kesempatan untuk mencoba perawatan dari SK-II di tempat tersebut. Sebelum di facial, kamu akan bertemu dengan terapis untuk mengetahui masalah kulit yang dialami.

Setelah ditemukan masalah kulitnya, maka pengunjung akan mendapatkan perawatan selama 30 menit hingga 1 jam di dalam sebuah ruangan yang di desain sedemikian rupa agar pengunjung yang datang terasa betah. Alunan musik klasik, serta harum lavender, akan membuat siapapun yang berada di sana merasa lebih rileks.

Bicara soal facial dari SK-II, setelah wajah dibersihkan, wajah akan diolesi minyak jojoba, konon cukup ampuh untuk melembabkan kulit yang kering. Setelah itu, terapis akan melakukan steam alias penguapan yang membuat rileks. Fungsinya untuk mempersiapkan kulit sebelum mengaplikasikan serum serta moisturizer.

Tak hanya itu, pelanggan juga akan diberikan Facial Treatment Essence (FTE), produk paling populer milik SK-II, yang fungsinya mencerahkan dan memberi nutrisi pada kulit wajah. Rangkaian perawatan facial pun ditutup dengan penerapan masker.

Untuk mendapatkaan rangkaian perawatan tersebut, kamu bisa menyiapkan uang sebesar 30 dolar Singapura atau Rp 300 ribu hingga 128 dolar Singapura atau setara dengan Rp 1,28 juta.

 

Syifa Ismalia/Bintang.com

Tulis Komentar (1)

Kredit

  • Lanny Kusumastuti
    Author
    Lanny Kusumastuti