Sukses

Inspiration

Tukang Pijat Asal Ponorogo Ini Naik Haji 2 Kali

Bintang.com, Jakarta Melaksanakan ibadah haji bagi sebagian orang tak mudah. Pasalnya banyak syarat mulai dari segi kesehatan dan juga biaya yang tak murah. Meskipun begitu, banyak orang yang berusaha untuk mencari cara agar bisa menjalankan ibadah ini. 

 

Seperti yang dilakukan Sabarudin, pria asal Ponorogo, Jawa Timur yang berhasil menjalani ibadah haji dua kali dalam hidupnya. Dilansir dari salah satu media lokal, dia dan sang istri Umpikah, pertama kali berangkat ke Makah pada tahun 2003. 

Tahun 2017 ini, mereka berangkat kembali meski harus menunggu 7 tahun lamanya. Ya, mereka berdua sudah menunggu waktu keberangkatannya ke Tanah Suci sejak tahun 2010. Meski membutuhkan waktu yang panjang, mereka akhirnya berangkat lagi ke Makah. 

Ilustrasi ibadah haji | Sumber Foto: Liputan6.com/Muhammad Ali

Banyak orang yang bertanya-tanya, bagaimana mereka bisa naik haji dua kali? Sabarudin dan sang istri ternyata dengan tekun mengumpulkan uang meskipun sedikit demi sedikit. 

Pasalnya, pendapatan dari jasa pijat yang diperoleh mereka tak begitu banyak. Sabarudin mengatakan, orang-orang yang datang untuk dipijat biasanya memberikan uang RP20-50 ribu. Kadang, ada juga yang hanya mengucapkan terimakasih. Meskipun begitu, mereka tak mengeluh dan terus tekun bekerja serta mengumpulkan uang. 

Selain itu, Umpikah juga membuka warung kecil untuk menambah pemasukan uang keluarga. Mungkin, cerita Sabarudin kepada salah satu media lokal, salah satu penyebab dia bisa naik haji adalah keikhlasannya membantu orang lain yang sedang sakit. 

Dia tak pernah tega melihat orang-orang yang datang kepadanya dalam keadaan sakit. Untuk itu, dia membantu dengan memijat mereka dan menggunakan penghasilan itu untuk beribadah. "Saya tidak sampai hati kalau harus melihat yang datang ke sini pada kesakitan. Terus uang yang diberikan digunakan untuk bersenang-senang,” katanya. 

 

Tulis Komentar (0)

Kredit

  • Karla Farhana
    Author
    Karla Farhana
  • Karla Farhana
    Editor
    Karla Farhana