Sukses

Inspiration

5 Kesalahan Menggunakan Medsos yang Bisa Menghancurkan Karier

Kredit (2)

Bintang.com, Jakarta Media sosial (medsos) memiliki banyak manfaat. Bagi beberapa pekerja, media sosial menjadi peluang untuk meningkatkan karier. Namun, jika salah menggunakannya, media sosial bisa berdampak buruk, bahkan bisa menghancurkan karier.

Berikut lima kesalahan menggunakan media sosial yang bisa menghancurkan karier sebagaimana dilansir dari laman careercast.com.

Mengeluh soal pekerjaan

Mengeluh hanya menunjukkan sisi negatif. Jadi jangan pernah mengeluh soal pekerjaan, apalgi soal atasanmu di media sosial. Sebab, bisa jadi atasanmu akan tahu dari temanmu.

Bicara soal tawaran kerja baru

Membicarakan tawaran kerja baru bisa menyebabkan kurangnya kepercayaan atasanmu akan loyalitasmu terhadap perusahaan. Jadi, jika kamu memiliki tawaran pekerjaan dari tempat lain, sebaiknya dirahasiakan. Karena tawaran itu belumlah hal yang pasti, tentu berbeda dengan posisi kamu yang sudah bekerja.

Ilustrasi sosial media. (via: qureta.com)

Hindari kesalahan penulisan atau typo

Ini memang bukan sebuah hal yang besar. Tapi, sebaiknya teliti sebelum mengunggah tulisan kalau tak mau kehilangan pekerjaan Cuma gara-gara salah dalam penulisan atau typo. Sebab, sebuah survei menemukan bahwa 66 persen dari pengusaha menilaimu negative jika tidak memiliki tata bahasa yang baik.

Hindari unggahan bersifat menyerang orang lain atau kelompok

Media sosial merupakan komunikasi yang banyak digunakan untuk kepentingan politik di musim pilkada. Tak jarang unggahannya menyudutkan salah satu kubu, bahkan kelompok. Sebaiknya tidak usah terlibat.

Ilustrasi media sosial

Jangan mengunggah foto dengan minuman beralkohol

Meski sudah dewasa, kamu juga hrus tetap berhati-hati. Sebab ado sebuah kasus pada tahun 2009, seorang guru bernama bernama Ashley Payne memposting foto di Facebook dari kunjungannya ke tempat pembuatan bir saat dia sedang berlibur. Sebuah yang wajar kelihatannya. Tapi hanya karena keluhan dari orang tua siswa, ia akhirnya dikeluarkan dari ekolah.

0 Komentar

Belum ada komentar