Sukses

Success

Eksklusif Anugrah Pakerti, Pebisnis Muda yang Mengerti Wanita

Kredit (2)

Bintang.com, Jakarta Bak sandang, pangan, dan papan, dewasa kini, perawatan kulit wajah sudah seperti kebutuhan pokok bagi sebagian besar wanita. Pergi ke skin care seakan-akan telah menjadi jawaban pasti untuk wanita mana saja yang ingin punya wajah mulus, bebas jerawat, dan sehat. Hal tersebut dibuktikan pula dengan menjamurnya berbagai outlet skin care di setiap sudut jalan.

Fenomena tersebut rupanya dimanfaatkan oleh Anugrah Pakerti, pemuda kelahiran Blora, sebuah kabupaten di Jawa Tengah, untuk menapaki dunia wanita yang penuh kerumitan. Di balik nama Avoskin Beauty, Anugrah mencoba untuk mewujudkan mimpi para wanita Indonesia untuk memiliki wajah yang memesona.

Di 2014, bersama tiga temannya, Aan, begitu ia akrab disapa, mendirikan skin care berbasis teknologi di Yogyakarta. "Avoskin resmi rilis Oktober 2014, tapi sebelum saya skripsi, sekitar bulan Juli, saya sudah mulai urus merek, pendaftaran BPOM Avoskin, packaging, dan komplementer lainnya. Pertama kali berdiri, masih 4 orang. Perlahan, di 2015 mulai berkembang dan berinovasi," kenang Anugrah.

Anugrah Pakerti. (Via: Bintang.com/Nurwahyunan | Digital Imaging: Muhammad Iqbal Nurfajri)

Dari segi pendidikan formal, Anugrah sama sekali tak ada basic di dunia kecantikan kulit wanita. Pasalnya, ia menempuh pendidikan Strata 1 (S1) di jurusan Teknologi Informatika Universitas Islam Indonesia, Yogyakarta. Namun, dengan misi problem solving dan empowerment yang dibawa, Anugrah begitu percaya diri masuk ke bisnis kecantikan ini. 

Pilihannya untuk menjalankan bisnis skin care tentu bukan pilihan pertama dalam menjalani bisnis. Ada sederet pengalaman dan kegagalan yang mengantarkannya ke depan pintu gerbang kesuksesan sebagai pebisnis muda. Diungkapkan oleh Anugrah saat bertandang ke kantor Bintang.com, sejak SMA, ia memang gemar berjualan. Salah satunya yakni berjualan pakaian di kalangan teman-teman sekolahnya.

"Sejak SMA juga saya senang jualan kaos, nawarin ke kelas-kelas. Saat kuliah juga sempat jadi reseller skin care, tapi saya beda filosofi, nggak lama berhenti," ungkap pria kelahiran 16 September 1993 tersebut. Seperti terus ingin menggali potensinya, Anugrah juga pernah menjadi marketing di perusahaan properti saat di bangku kuliah S1.

Anugrah Pakerti. (Via: Bintang.com/Nurwahyunan | Digital Imaging: Muhammad Iqbal Nurfajri)

"Setelah itu juga pernah jadi marketing di real estate company. Saat itu struggle banget, soalnya saat teman-teman ngajak nongkrong, saya nggak bisa. Karena ada hal lain yang harus dikerjakan, seperti ketemu klien, ketemu pembeli yang harus ditunjukin langsung lokasinya," imbuh pria yang aktif berorganisasi ini.

Tak berhenti sampai di sana, pria yang mengidolakan Khairul Tanjung ini bahkan sempat berkutat di bidang trading saham dan forex. Sayang, pria yang tengah menjalani studi S2 jurusan Bisnis di UGM ini gagal dan rugi ratusan juta rupiah. Namun, bukan Anugrah namanya jika menyerah.

Lantas, seperti apa kisah selengkapnya dan bagaimana Anugrah membangun bisnis Avoskin? Berkunjung ke kantor Bintang.com di kawasan Gondangdia pada 14 Januari 2017 lalu, berikut sekelumit kisah perjalanan yang jatuh bangun hingga kini Anugrah Pakerti menjadi pebisnis muda yang mengerti wanita. Check this one!

1 dari 3 halaman

Anugrah Pakerti Bicara Soal Kecantikan

Ditanya mengenai unsur tuntutan ekonomi dalam berbisnis, Anugrah menjawab bahwa ia sama sekali tak memiliki beban pada keadaan ekonomi. Apa yang ia lakukan semata-mata karena entrepreneur baginya adalah passion.

Jadi, bagaimana Avoskin ini tercipta? Apakah melihat peluang di dunia kecantikan?

Ada unsur peluang, tapi saya lebih melihat ke problem solving. Karena selama ini kebanyakan cewek ingin hasil yang instan. Sampai sekarang, kami punya misi untuk empowerment. Meski customer kami sesuai dengan target, yakni usia 18-34 tahun, tapi masih banyak customer yang ingin instan. Padahal kami kan menggunakan natural ingredients dan soft ingredients, yang mana itu nggak mungkin banget perubahannya instan. Kami ingin menyelesaikan stigma-stigma salah semacam itu. Sebab, apapun butuh proses.

Seberapa yakin menjalankan bisnis ini?

100% yakin, karena memulai itu harus optimis.

Bagaimana tanggapan orangtua dan teman-teman?

Keluarga support banget. Awalnya sih nggak ngomong-ngomong. Tahunya saja saat baru diliput. Orangtua kaget juga. Saya nggak pernah izin nanti takutnya nanti orangtua kasih gambaran dan saya jadi nggak mau ambil risiko. Lagi pula saya risk taker, yang penting action dulu, hasilnya nanti.

Kenapa pilih bisnis kosmetik, kan kamu cowok?

Kadang-kadang kalau cewek ketemu cewek kasih masukannya masih flat, tapi, saya pria yang mengerti wanita. Saya melihat dari sudut pandang pria. Cewek cantik tuh gimana, sih? Ada juga cewek cantik tapi nggak ngerti apa-apa.

Anugrah Pakerti. (Via: Bintang.com/Nurwahyunan | Digital Imaging: Muhammad Iqbal Nurfajri)

Standar kecantikan menurut kamu seperti apa?

Menurut saya pribadi, cantik itu ketika orang bisa menonjolkan versi terbaik dari dirinya sendiri dan dia benar-benar mengerti kekurangan serta bisa menutupinya, dan dia harus bisa lebih menonjolkan kelebihannya.

Ceritain sedikit dong kenapa saat bisnis trading saham bisa gagal?

Main saham forex tapi ambles semuanya sampai Rp100 juta. Modal awalnya Rp10 juta, lalu profit, tapi malah ambles karena saya nggak mengikuti perkembangan berita ekonomi. Seperti misalnya buka market di Eropa dan di Indonesia itu beda waktu. Bacaan saya kurang banyak saat itu. Akhirnya saya memutuskan pindah ke dunia wanita untuk menyelesaikan masalah.

Anugrah Pakerti. (Via: Bintang.com/Nurwahyunan | Digital Imaging: Muhammad Iqbal Nurfajri)

Oiya, Avoskin kan ada di bawah PT Avo Innovation and Technology, kenapa ada unsur teknologinya?

Karena kita anak-anak muda yang siap berinovasi baik dari sisi skin care maupun dari sisi teknologi. Saat ini, yang kita kembangkan yaitu di website Avoskinbeauty.com ada menu skin advisor, yang mana pembeli bisa mereduksi waktu untuk melakukan konsultasi secara online, jadi bisa langsung memasukkan foto wajah, data diri, jenis kulit, di-submit, nanti ada animasi penjelasan dan rekomendasi produk. That’s why technology.

Kalau boleh sebut angka, berapa sih kisaran omzet yang didapat dari Avoskin ini?

Dari kuartal pertama sampai ke-4, sekitar satu setengah tahun itu kenaikan 1530%. Clue-nya milyaran lah.

2 dari 3 halaman

One Man One Trip, Empowerment ala Anugrah Pakerti

Dari satu setengah tahun ini, kendalanya di mana?

Lebih ke mengedukasinya, karena kita ada misi empowerment. Mengeduksi itu harus benar-benar dari hati, karena banyak yang harus diedukasi dari konsumen itu sendiri, jadi prosesnya panjang juga. Dari costumer service sendiri perlu diinformasikan bahwa kesabaran adalah poin yang penting.

Selain itu, tantangannya itu lebih ke internal, karena beberapa yang ada di Avoskin itu masih anak-anak muda. Bagaimana kita membangun mereka, yang kebanyakan fresh graduate, tapi harus punya etos kerja sesuai culture di Avoskin.

Cara mengatasinya bagaimana?

Dari awal kita fokus di triple bottom line; profit, people, planet. People salah satunya karyawan. Kami punya 8 values di kantor yang harus dikontrol dan dimengerti oleh setiap karyawan. Salah satunya adalah harus berpikir perfeksionis. Selain itu, kami juga punya program one man one country, satu orang harus mengunjungi satu negara; solo travel. Tiap weekly meeting dibahas, bulan ini siapa yang ke luar negeri dan itu di luar cuti, karena itu kewajiban. Setidaknya satu tahun sekali harus ada yang keluar negeri dan sendirian.

Kalaupun ada international beauty trade show, di situ kantor subsidi. Misalnya acara cuma dua hari, tapi mereka sana mereka harus 7 hari, maka sisa waktunya digunakan untuk berinteraksi dengan warga lokal, berkomunikasi, lihat sesuatu yang baru dan sepulang solo traveling harus presentasi. Sekarang ini kebanyakan kantor ngepasin sama acara international beauty trade show. Awalnya pada takut bisa survive atau enggak, tapi ternyata pas pulang mereka bisa cerita banyak. Padahal awalnya mereka pendiam, pas pulang jadi story teller.

Anugrah Pakerti. (Via: Bintang.com/Nurwahyunan | Digital Imaging: Muhammad Iqbal Nurfajri)

Dapat ide dari mana untuk melakukan one man one country?

Saya pernah baca bukunya Rheynald Khasali. Anak-anak itu bagaikan burung, tapi kebanyakan orangtua terlalu posesif, jadi seperti di sangkar. Dari 15 orang yang ada di kantor, mayoritas sudah berangkat ke luar negeri sendiri.

Lantas, bagaimana kamu melihat bisnis Avoskin di 5 tahun mendatang?

5 tahun mendatang, kami sangat optimis. Pertumbuhannya cukup signifikan, kalau dilihat angka dari 2015 ke 2016. Jadi, kita canangkan 2014-2019 itu introducing phase, sedangkan 2019-2024 itu growing stage.

Oiya, apa sih yang kamu pelajari dari kompetitor yang ada?

Lebih membuat kami inovatif dari segi manapun. Ada beberapa kali kami bikin konten, lalu dijiplak dan bahkan feed-nya pun ditiru. Padahal, mereka lebih dulu berdiri dari kami. Tapi, itu buat kami sebuah tantangan untuk membuat sesuatu yang susah dijiplak. Salah satunya dengan teknologi.

Anugrah Pakerti. (Via: Bintang.com/Nurwahyunan | Digital Imaging: Muhammad Iqbal Nurfajri)

Harapan kamu buat bisnis dan dunia kecantikan apa?

Harapan di 2017, kami bisa lebih banyak meng-empower banyak wanita Indonesia, terlebih setelah ada brand ambassador diharapkan bisa membantu kami untuk menunjukkan misi dan lebih banyak lagi jangkauan wanita Indonesia yang di-empower. Semoga kami bisa mengembangkan SDM yang ada di lingkungan perusahaan. Kami juga bakal fokus kepada pertumbuhan dan lingkungan dengan one man one tree, jika itu terwujud, kita bisa lihat jangka panjang.

Kalau dari bisnis kecantikan, harapan saya terus menyediakan produk-produk berkualitas bagi jutaan masyarakat Indonesia, intinya problem solving.

Apa sih yang sudah kamu dapat dari bisnis ini, baik dari segi materil maupun moril?

Dari segi materil mungkin solo travel sekalian business trip. Kalau untuk moril, saya belajar lebih dewasa lagi karena yang diatur semakin banyak orang. Harus ada sifat kebapakan dan mengalah.

Well, apapun yang dilakukan oleh Anugrah saat ini adalah hasil dari kepekaan akan hasrat yang ia miliki dalam dirinya. Menyadari dirinya sejak SMA berkutat di bidang bisnis dan marketing, membuat ia semakin yakin untuk mengasah passion sebagai entrepreneur.

Di akhir perbincangan, Anugrah pun tak lupa berpesan pada seluruh anak muda yang ingin sukses di usia muda seperti dirinya. "Follow your passion and go for your dreams," pungkas Anugrah.

0 Komentar

Belum ada komentar