Sukses

Fashion

Busana Hijab Syari Ini Hadir di Fashion Modest Tokyo-Jepang

Bintang.com, Jakarta Busana modest wear  yang terus semakin berkembang dari tahun ke tahun, membuat semakin banyak pilihan dalam berbusana untuk wanita muslimah, apalagi dalam berpakaian hijab yang syari semakin bervariasi.

Salah satu brand busana hijab yang menghadirkan busana syari Jawhara Syari. Kali ini Cynthia Mahendra selaku desainer dari brand tersebut telah mengeluarkan koleksi terbarunya. Tak tanggung-tanggung, 10 koleksinya tersebut ia pamerkan di show Fashion Modest Japan, pada 22 November 2017 di Tokyo, Jepang, yang juga diikuti oleh beberapa negara di Asia. 

Bertemakan Jardinage yang berarti berkebun. Menurutnya, tema tersebut merupakan hobby yang disukai setiap perempuan yaitu berkebun.

Sehingga wanita muslimah yang menyukai hobby tersebut bisa melakukan apapun sesuai dnegan syariat Islam tanpa ada batasan tertentu.

Busana hijab ini dipamerkan dalam fashion show, di Tokyo, Jepang.

Cynthia terinspirasi dengan konsep tersebut saat pergi berwisata melihat pemandangan kebun yang ranum nan hijau, dari sana mulai terkonsep bahwa wanita bersyari bebas tanpa batas sesuai syariat ia dapat mengexplore dunianya.

Tentu saja fashion show yang telah menampilkan karyanya sangat antusias dan mengesankan, karena baginya event ini bukan hanya untuk warga Indonesia saja tetapi dilihat ke seluruh dunia. Inilah yang membuat Cynthia merasa bangga karena brandnya telah memiliki beberapa reseller dari Jepang. 

"Kami sudah berusaha yang terbaik untuk memuaskan JS lover, dari mulai cutting menggunakan mesin terbaik yang akan memaksimalkan potongan terbaik dan rapi".

"Di padu padankan warna-warna cerah nan indah dengan desain yang tidak mencolok elegant dan mewah, yang pasti setiap design mempunyai karakteristik tersendiri, Beauty inside beauty out side", ucap Cynthia Mahendra sekaligus owner label Jawhara Syar'i.

 

 

 

 

 

Tulis Komentar (0)

Kredit

  • Yuni Haumahu
    Author
    Yuni Haumahu
  • Yuni Haumahu
    Editor
    Yuni Haumahu