Sukses

Style

Tips Berburu Oleh-oleh Buat Kamu yang Hobi Traveling

Kredit (2)

Bintang.com, Jakarta Berburu oleh-oleh sudah jadi kebiasan banyak turis, termasuk yang berasal dari Indonesia. Bagaimana tidak, membelikan satu-dua buah tangan dari perjalanan menyenangkan untuk mereka yang terkasih tentu sanggup memberikan rasa suka tersendiri. Bisa dikatakan, oleh-oleh merupakan cara berbagi kebahagiaan.

Boleh saja tak sama persis dengan kegembiraan si pelaku perjalanan, namun dengan oleh-oleh, sekiranya sedikit nuansa destinasi perjalanan bisa dirasakan. Dengan persepsi yang demikian, secara tak langsung, bebawaan dari bepergian ini pun membudaya. Entah ke mana dan dengan siapa perginya, mampir ke penjaja oleh-oleh berhukum wajib bagi sejumlah pelancong.

Bila kamu salah satu dari sekian banyak traveler yang berkeinginan membeli oleh-oleh, menyimak sejumlah tips berikut sekiranya jadi penting untuk dilakukan. Jangan salah, meski terlihat mudah, namun buah tangan bisa menimbulkan permasalahan tersendiri. Supaya tak salah dan bisa membawa pulang oleh-oleh dengan sukses, yuk baca tips-tips ini!

Ketahui apa oleh-oleh yang hendak dibeli. (danasavytska/Instagram)

Tahu apa yang hendak dibeli. Kalau kamu benar berniat membawa pulang oleh-oleh, maka mengetahui berbagai komoditi lokal pun penting untuk dilakukan. Tak mungkin satu, biasanya ada beragam pilihan buah tangan khas suatu tempat. Pilihlah yang sekiranya sesuai dan tak merepotkan ketika dibawa, terlebih bila kamu menggunakan transportasi umum.

Informasi ini bisa didapat dari berbagai pihak, termasuk sesama pelancong yang sudah lebih dulu singgah, teman di sana, juga sejumlah rekomendasi di dunia maya. Di samping itu, kamu juga jadi tahu persis apa yang harus ditanyakan dan pergi ke mana untuk mendapatkan oleh-oleh tersebut. Menghemat waktu dan tenaga, bukan?

1 dari 3 halaman

Disiplin pada Daftar yang Sudah Dibuat

Sisihkan budget. Setelah tahu hendak membeli ini dan itu, yang kemudian bisa dilakukan adalah menyisihkan budget. Mungkin tak akan benar-benar sesuai perkiraan, namun sekiranya kamu punya gambaran kasar soal pengeluaran yang satu ini.

Sisihkan budget oleh-oleh. (qlvb.hpnet.vn)

Selepas disisihkan, jangan lupa disiplin pada estimasi tersebut. Jangan kalap dan akhirnya menghabiskan uang jauh lebih banyak dari perencanaan. Ya ya ya, memang begitu banyak barang lucu yang sayang untuk tak dibeli, tapi jangan pula sampai overbudget. Ingat, perjalanan menyenangkan selanjutnya telah menanti.

Menyiapkan ruang untuk menaruh oleh-oleh. Mengapa kamu mesti light pack? Mempunyai tempat untuk menaruh oleh-oleh boleh jadi salah satu alasannya. Persiapkan ruang untuk buah tangan jadi kamu mengalami drama kelebihan bagasi.

Sisihkan ruang untuk membawa oleh-oleh. (Pinterest)

Kalaupun harus lebih, setidaknya sudah siap, lantaran telah mengetahui seberapa besar dan banyak oleh-oleh yang akan dibawa. Jadi, penataan dan cara membawa si buah tangan pun tak mengubah bentuk, apalagi sampai membuatnya rusak.

 

2 dari 3 halaman

Pilih Tempat Beli Oleh-oleh

Pilih tempat membeli. Tak hanya soal ini-lebih-murah-itu-lebih-mahal, tapi yang jarang diperhatikan banyak turis adalah faktor kualitas dan apakah tempat tersebut benar menggerakan ekonomi lokal. Siapa yang punya dan siapa yang dipekerjakan tentu mesti diperhatikan.

Mungkin terkesan merepotkan, namun bila kamu bisa membeli oleh-oleh sambil membantu perekonomian lokal, mengapa juga tak dilakukan? Bila memungkinkan, belilah di tempat yang pemiliknya merupakan warga sekitar, juga berpekerjakan penduduk lokal. Intinya memberdayakan sumber daya manusia di sana.

Yuk perhatikan tempat kamu membeli oleh-oleh! (ambat93/Instagram)

Jelajah pasar tradisional tentu lebih disarankan, ketimbang masuk mall (lagi). Kalau kamu ingin berhemat, jangan membeli oleh-oleh di tempat touristy. Bisa-bisa harganya jauh melambung. Lebih bagus lagi bila bertanya dan menawar dengan menggunakan bahasa lokal.

Ingat, belilah barang dengan harga rasional! Jangan terlalu mahal, jangan pula terlalu murah. Bila membeli makanan, lihat tanggal kadaluarsa dan tanya pada penjual soal berapa lama ia bisa bertahan, apalagi jika waktu kepulangan masih jauh. Jadi, siap berburu oleh-oleh?

0 Komentar

Belum ada komentar