Sukses

Fashion

Hidupkan Rambut Kribo Lewat Band dan Tren Kekinian

Kredit (2)

Bintang.com, Jakarta Rambut kribo sempat menjadi tren di sejumlah negara, termasuk di Indonesia. Contohya adalah rocker Achmad Albar yang dikenal dengan rambut kribonya di era 70-an. Lalu ada Edi Brokoli, mantan vokalis Harapan Jaya di akhir era 90-an. Tren rambut kribo di tahun 2017 ini sepertinya kembali akan mencuat.

Hal itulah yang membuat band The Kribo makin konsen berkarir karena mulai mendapat perhatian banyak orang. Band beranggotakan Riyo (Vokal), Jamal (Bass), Yugo (Rythem), Wendi (Guitar), dan Faisal (Drum) ini menjalakan strategi yang cukup unik sekaligus menarik.

Achmad Albar di Preskon Konser Panggung Sandiwara God Bless (Wimbarsana/bintang)

Mereka mencoba menghidupkan kembali tren rambut kribo tapi dengan cara kekinian. "Lagu Demam Telolet memang merujuk pada fenomena yang sedang heboh di masyarakat. Tapi kalau yang lain konsepnya dangdut, atau musik DJ, kita tetap konsisten di jalur pop untuk tetap menceritakan demam telolet dimasyarakat," terang Riyo.

Lagu tersebut diciptakan oleh musisi betawi, Hizrah Bacan dan sedang banyak diputar di radio nasional. The Kribo sendiri juga sudah beberapa kali tampil di televisi. Kiprah mereka mendapat dukungan dari Edi Brokoli, terutama karena mengusung tren rambut kribo.

The Kribo (Ruswanto/Bintang.com)

“Saya sering lihat dan ketemu anak-anak muda rambut nya pada dibikin kriboin, seru juga nih. Apalagi grup The Kribo bakal meneruskan tren rambut kribo yang pernah ngetren di zaman dulu dan kayaknya bakal jadi tren baru di tahun 2017 ini," tutur Edi Brokoli.

Langkah menghidupkan kembali tren lama dengan musik dan fenomena kekinian sepertinya jadi langkah yang cukup strategis. Apakah The Kribo bisa meraih sukses melalui tren kekinian? Lalu akankah rambut kribo bakal menjadi tren lagi di tahun ini? Menarik buat ditunggu.

0 Komentar

Belum ada komentar