Sukses

Sex & Health

Hati-hati, Bra Busa Bisa Timbulkan Kanker?

Bintang.com, Jakarta Bra, dengan berbagai bentuk dan model bukan cuma sebagai penyanggah dan juga pelindung payudara buat para cewek. Tapi kini sudah menjadi bagian dari fesyen dan juga salah satu alat untuk bisa tampil lebih cantik, seksi, dan bahkan glamor. 

Bra kemudian dibuat sedemikian rupa hingga bisa mempercantik payudara. Berbagai macam model akhirnya lahir. Mulai dari transparant, bralette, hingga push up bra. Salah satunya dengan metode busa tambahan yang tebal. 

Dengan ditambahkan busa tebal pada bagian bawah bra, payudara akan terangkat dan terlihat lebih besar. Biasanya, cewek-cewel ber-cup A dan B membutuhkan busa tambahan. 

Ilustrasi bra. (Image: blog.lighterlife.com)

Tapi sayangnya, busa dengan tambahan busa memiliki efek samping yang merusak kesehatan. Banyak cewek kini yang akhirnya memilih bra asederhana tanpa busa. Karena, mereka takut dengan bahaya kesehatan yang akan timbul.

Apa lagi, usai ada sebuah video viral seorang cewek yang membuka bagian dalam bra. Dalam video tersebut, cewek itu menemukan sebuah kantung kecil berisi minyak. Nah, menurutnya, kantung inilah yang bikin pemakai bra nggak nyaman. Dia juga mengatakan, kantung itu berbahaya buat kesehatan. Tapi, balik lagi, benar nggak, sih, bra berbusa itu busa timbulkan kanker? 

Mengandung Zat Kimia

Dilansir dari Halo Dokter, bra dengan busa tebal bisa menyebabkan kanker. Soalnya, busa yang dikanan nggak ada bedanya dengan busa yang digunakan untuk mencuci piring atau jenis busa lainnya. Nah, bua ini telah mengalami proses pembuatan yang panjang dengan menggunakan atau menambah bahan kimia di dalamnya. 

Hal ini akan membahayakan kesehatanmu, kalau kamu terus-menerus mengenakan bra dengan busa yang mengandung zat kimia tersebut. Makanya, kalau kamu akan tidur, sebaiknya pakai bra tanpa kawat dan busa. Kalau bisa, nggak usah pakai bra saja. 

Bra dengan renda-renda lucu. (Sumber foto: buzzfeed.com)

Soalnya, kalau kamu terlalu lama memakai bra berbusa, zat kimia yang terkandung di dalamnya bisa meresap melalui pori-pori kulit payudara. Dalam jangka waktu yang lama, hal ini bisa menyebabkan timbulnya kanker. 

Tulis Komentar (0)

Kredit

  • Karla Farhana
    Author
    Karla Farhana
  • Karla Farhana
    Editor
    Karla Farhana