Sukses

Sex & Health

3 Makanan Sehat Khas Jepara, Kota Kelahiran Kartini

Bintang.com, Jakarta Tepat hari ini, kaum perempuan harusnya berbangga dan berbahagia. Soalnya, tanggal 21 April ini merupakan peringatan Hari Kartini. Ngomong-ngomong soal pahlawan yang memperjuangkan hak dan juga pendidikan perempuan, kamu tahu nggak, di mana kota kelahirannya? Ya, kota kelahiran penulis Habis Gelap Terbitlah Terang ini adalah Jepara. 

Kota ini ternyata bukan cuma menyimpan banyak sejarah, tapi juga kenang-kenangan masa lalu yang bisa kamu resapi. Kalau kebetulan kamu berwisata ke kota ini, jangan lupa untuk mencoba kuliner khas Jepara. Tapi, jangan juga lupa untuk memilah dan memikirkan tubuhmu. Karena, meskipun kamu sedang berjalan-jalan dan larut dalam jejak langkah Kartini di masanya, kamu juga harus tetap memikirkan kesehatan. 

Ada banyak makanan tradisional di Jepara. Bukan cuma lezat, tapi juga unik dan sehat. Tentunya, makanan yang kamu temui di sana nggak selalu sehat, girls. Tap kamu nggak perlu khawatir karena Bintang.com sudah merangkum tiga makanan khas Jepara yang sehat, dilansir dari berbagai sumber.  

Pantai Kartini, Jepara, Jawa Tengah. (elsevier_/Instagram)

1. Moto Belong. Makanan yang bernama unik ini gampang banget kamu temui di Jepara. Jajanan tradisional ini terbuat dari pisang dan juga singkong. Pas banget buat kamu yang lagi diet, girls. Soalnya, pisang dan singkong memiliki kalori yang rendah dan banyak serat. 

Jajanan sehat ini nggak bakal bikin gemuk karena nggak digoreng pakai minyak. Nah, kalau kamu nggak sempat berkeliling di sekitar kota kelahiran Kartini, kamu juga bisa membuatnya. Pertama, parut singkong yang sudah dibersihkan dan dibuang kulitnya. Singkong itu akan mengeluarkan air, girls. Nah, saat semua sudah diparut, kamu harus memerasnya kuat-kuat. Singkong tersebut kemudian akan menjadi seperti adonan. 

 3 Makanan Sehat Khas Jepara, Kota Kelahiran Kartini | via: nettik.net

Buat bentuk bulan dengan kedua tanganmu, lalu pipihkan. Isi dengan pisang yang sudah matang, lalu bentuk parutan singkong itu menjadi seperti kapsul. Biar lebih terasa tradisional, warga Jepara biasanya memakannya dengan gula, garam, dan juga parutan kelapa. Tapi, kalau kamu sedang diet, lebih baik hanya pakai parutan kelapa saja, ya. 

Kuluban dan Latoh

2. Kuluban. Tubuhmu membutuhkan banyak serat. Nah, kamu nggak usah takut kekurangan serat saat berjalan-jalan di Jepara. Karena, ada makanan yang bernama Kuluban. Kuluban ini ternyata seperti saladnya orang Jepara. Isinya adalah berbagai sayuran, mulai dari yang hijau sampai jingga. Kalau dilihat-lihat, Kuluban ini seperti urap, girls. 

Soalnya, selain sayur-sayuran itu, juga dicampur parutan kelapa. Kamu mungkin penasaran apa saja sayuran yang baisanya ada di makanan tradisional ini. Jadi, di dalamnya Kuluban ada kacang panjang, nangka muda, daun kacang panjang, dan tauge. Kadang juga ada petai dan juga wortel.

Kuluban | via: rynari.wordpress.com

Banyak orang awam yang menyebut Kuluban ini sama dengan urap. Padahal, kedua makanan ini hanya mirip saja. Perbedaannya terdapat pada nangka muda dan tauge. Kalau urap kedua bahan ini nggak dipakai. Sementara di Kuluban, keduanya dipakai dan menjadi bahan pokok. 

3. Buat kamu yang suka dengan makanan asin tapi nggak mau terlalu banyak menambahkan garam pada makanan, Latoh menjadi pilihan yang paling tepat. Latoh merupakan makanan khas pesisir Jepara. Latoh, sebenarnya adalah salah satu jenis rumput laut yang bernama ilmiah Caulerpa Racemosa. 

Latoh ini, buat kamu yang belum tahu, berwarna hijau transparan. Ujungnya, memiliki ranting yang berbentuk bulat-bulat kecil. Biasanya, orang lokal menyebutnya sebagai anggur laut. Mereka juga biasanya memakan Latoh sebagai lalap dalam keadan mentah. Juga bisa dibuat dengan bumbu kelapa seperti urap. 

Latoh | via: elazhar24.blogspot.co.id

Makanan khas di kota kelahiran RA Kartini ini sangat baik untuk kesehatanmu, girls. Dilansir dari berbagai sumber, Latoh mengandung air yang sangat tinggi. Jadi baik banget buat tubuhmu. Selain itu, Latoh juga mengandung protein dan juga serat. Jangan takut, makanan ini rendah lemak, kok. Jadi sangat baik buat kamu yang sedang melakukan diet. 

Tulis Komentar (0)

Kredit

  • Karla Farhana
    Author
    Karla Farhana
  • Karla Farhana
    Editor
    Karla Farhana