Sukses

Relationship

Hati-hati, 7 Kesalahan Ini Bisa Menghambat Datangnya Jodoh

Bintang.com, Jakarta Jodoh adalah misteri kehidupan. Seringkali, perjalanan mencari dan menemukan jodoh ini terbilang unik. Ada yang sibuk mencari jodoh jauh-jauh, ternyata yang jadi jodohnya teman lama. Ada yang mengira orang yang di dekatnya ini adalah jodohnya, ternyata bukan. Ya, begitulah.

Semua yang belum menemukan jodohnya juga nggak tahu di mana mereka akan bertemu, kapan, dan dengan cara yang bagaimana. Yang bisa dilakukan hanya pasrah, terus menjalani, berusaha dan bersiap. Namun, perlu diingat bahwa sikap dalam menelusuri perjalanan mencari jodoh juga mempengaruhi kapan pertemuan yang akan mengubah hidup itu akan terjadi.

Kamu nggak perlu menjalani hidupmu seperti cerita dalam film ataupun novel fiksi, kamu cuma perlu menikmati hidupmu dan lebih peka terhadap sekitar. Melakukan apa yang perlu dilakukan dan hindari apa yang sekiranya membuatmu malah menjauh dari jodohmu, seperti hal-hal di bawah ini nih;

1 dari 8 halaman

1. Kamu cuma menunggu, tapi nggak mencari

Mana tahu di sana jodohmu juga cuma menunggu. Nah, kalau keduanya sama-sama cuma menunggu bagaimana bisa bertemu? Carilah, kirim getaran positif terhadapnya agar kalian sama-sama mencari dan saling menemukan.

2 dari 8 halaman

2. Kamu memasang standar tinggi, tapi nggak ikut memantaskan diri

Jodoh adalah soal kepantasan. Bukan cuma meminta yang terbaik tapi juga bagaimana kamu bisa memberikan yang terbaik baginya. Meski belum kelihatan siapa jodohmu, nggak ada salahnya kamu bersiap kan?

3 dari 8 halaman

3. Kamu sibuk memantaskan diri, tapi lupa membuka hati

Nah, bersiap-siap sih boleh. Memantaskan diri sebaik-baiknya agar layak dapat yang terbaik pula. Tapi, jangan sampai hal itu menjadikan kamu lupa untuk membuka hati. Sama saja, nanti usahamu jadi sia-sia.

4 dari 8 halaman

4. Kamu sibuk bermain-main, sampai luput melihat mana hati yang pantas dijaga

 

Kita memang akan bertemu orang-orang yang salah dulu sebelum bertemu dengan orang yang tepat. Seringkali, itu diartikan sebagai kesempatan untuk bermain-main dengan hati. Hmm, silahkan saja. Tapi hati-hati kamu keasyikan hingga lupa melihat hati yang pantas dijaga.

5 dari 8 halaman

5. Mungkin kamu sibuk mencari, tapi lupa untuk peka terhadap siapa yang ada di sekitarmu?

Kamu pasti sering banget kan mendengarkisah yang seperti ini? Persis seperti peribahasa; gajah di pelupuk mata tak tampak, semut di seberang pulau tak tampak. Sibuk banget mengejar-ngejar yang jauh padahal yang terbaik ada di dekatnya sendiri. Hihi. Coba lebih peka. Andai kamu tahu lebih awal kalau jodohmu itu di dekatmu, mungkin kamu nggak perlu melalui jalan yang berliku.

6 dari 8 halaman

6. Atau kamu ngotot bahwa seseorang adalah jodohmu, padahal keadaannnya sangat sulit?

Kebalikannya dengan yang sebelumnya. Ada juga yang merasa dia akan mengakhiri pencariannya di seseorang, padahal misal; dia punya pacar, nggak direstui keluarga, beda agama, dia tukang selingkuh, suka menyakiti baik secara verbal maupun nonverbal, dan lain sebagainya. Itu sih namanya menyusahkan diri sendiri.

7 dari 8 halaman

7. Kamu lupa pasrah dan membaca tanda-tanda dari semesta

Setelah semua daya dan upaya kamu kerahkan untuk menemukan jodohmu, berdoa dan pasrah juga nggak boleh terlupakan. Kamu harus berserah agar bisa melihat tanda-tanda semesta yang diberikan untukmu. Dengan begitu, mungkin jalanmu menemukan jodoh akan lebih lapang. :)

Tulis Komentar (0)

Kredit

  • fitriandiani
    Author
    fitriandiani
  • fitriandiani
    Editor
    fitriandiani