Sukses

Relationship

7 Alasan Receh Seseorang Balikan Sama Mantan, Basi Nggak Sih?

Bintang.com, Jakarta Punya pacar memang bisa menambah kebahagiaan dalam hidup, meski tentunya menambah masalah juga. Tapi bagi beberapa orang, punya pacar seperti sebuah keharusan Sampai-sampai balikan sama mantan pun ok, yang penting ada pacar.

Sebenarnya nggak apa-apa sih balikan sama mantan, nggak ada salahnya. Tapi alasan kenapa mau balikan itu juga penting. Sebab peran pacar dalam hidup kita bukan sekadar pengisi kekosongan atau teman chatting sayang-sayangan. Pacar itu bisa jadi calon pendamping hidup, bisa jadi partner berjuang. Makanya, balikan sama mantanpun baiknya mengukur kualitas.

Pasti ada alasan yang melatarbelakangi berakhirnya sebuah hubungan, begitu pula jika ingin melanjutkannya bersama lagi. Setidaknya, pastikanlah kalian mampu membuat hubungan jadi lebih baik dari yang sebelumnya. Jangan balikan cuma karena alasan-alasan receh seperti ini:

1 dari 8 halaman

Masih sayang

Ilustrasi relationship. (Foto: pexels.com)

OK aja sih kalau masih sayang, toh rasa sayang memang diperlukan dalam hubungan. Tapi, sayang aja nggak cukup. Butuh komitmen berdua untuk terus memperjuangkan hubungan agar menjadi seperti yang diimpikan. Nah, rasa sayang yang masih ada itu bisa nggak membantu kalian mewujudkan mimpi? Kalau sekiranya nggak, ya buat apa balikan. Rasa sayang bisa hilang dan berganti dengan yang lainnya kok.

2 dari 8 halaman

"Sebenarnya dia baik.."

Ilustrasi relationship. (Foto: unsplash.com/Marcus Wallis)

Kalau baik terus kenapa kemarin putus? Bukan cuma faktor 'baik' lho yang dibutuhkan untuk mempertahankan hubungan itu. Kamu dan dia butuh kedewasaan dalam bersikap dan berpikir. Bisa nggak dia begitu?

3 dari 8 halaman

Setiap orang berhak dapat kesempatan kedua

Ilustrasi relationship. (Foto: unsplash.com/Dani Vivanco)

Betul. Tapi nggak semua layak mendapatkannnya. Dia yang layak mendapat kesempatan kedua adalah dia yang sungguh-sungguh memanfaatkannya, untuk berbuat sebaik-baiknya. Untuk kesempatan kedua, nggak ada istilah 'gimana bisa tahu layak atau nggak kalau nggak dicoba?' lagi. Kamu bisa mengukurnya dari kesempatan pertama yang kalian punya, bagaimana kalian memperlakukannya?

4 dari 8 halaman

Kemarin putus cuma karena emosi

Ilustrasi relationship. (Foto: unsplash.com/Courtney Kammers)

Well, putus "cuma" karena emosi itu menunjukkan kalau kalian belum cukup dewasa dalam hubungan ini. Putus dianggap sebagai solusi, balikan pun dianggap enteng. Padahal putus dan balikan itu punya konsekuensi yang harus dijalani dengan komitmen. Kalau alasan putusnya seenteng "karena kemarin cuma emosi", jangan-jangan balikannya pun cuma "karena belum ada pengganti."

5 dari 8 halaman

Hati yakin sama dia

Ilustrasi relationship. (Foto: unsplash.com/Daniel Silva Gaxiola)

Yah, soal hati memang nggak bisa diotak-atik sih. Kalau ada keyakinan, jangankan orang luar, pemilik hatinya sendiri aja belum tentu bisa menjabarkan dari mana asal keyakinan itu. Namun alangkah bijaksananya jika kamu mempertimbangkan dengan fakta-fakta yang ada juga sebelum balikan, biar seimbang.

6 dari 8 halaman

Malas mulai dari awal sama orang baru

Ilustrasi relationship. (Foto: unsplash.com/William Recinos)

Pasangan yang pacarannya sudah lama lalu putus pasti punya alasan begini nih di dalam hatinya saat mau balikan. Memulai hubungan dari awal lagi sama orang baru memang susah, tapi jika memang hubungan yang lama sudah nggak membahagiakan, mending susah-susah sekarang dari pada susah seumur hidup gara-gara bertahan dalam hubungan itu, kan?

7 dari 8 halaman

Daripada jomblo

Ilustrasi Relationship. (Foto: unsplash.com/Allef Vinicius)

NAH! Ini juga sering jadi alasan kenapa orang-orang mau balikan sama mantan. Jadi sebenarnnya, sebagian besar alasan mereka balikan bukan karena perasaan atau chemistry, tapi ya karena malas jomblo dan belum ada calon pengganti saja. Tapiii... once mereka menemukan penggantu yang cocok sih palingan si mantan didepak lagi.

Tulis Komentar (4)

Kredit

  • fitriandiani
    Author
    fitriandiani
  • fitriandiani
    Editor
    fitriandiani