Sukses

Relationship

Hati-hati! Gonta-ganti Pacar dapat Menyebabkan 8 Hal Ini

Bintang.com, Jakarta Pacar-pacar kita adalah orang-orang yang mengisi waktu dalam perjalanan kita menuju pertemuan dengan jodoh yang sebenarnya. Kadang mereka merupakan orang yang salah, tapi memberi banyak pelajaran. Kadang mereka baik, tapi ternyata nggak satu tujuan. 

Kita memang harus mencoba menjalaninya dulu untuk tahu tepat atau tidaknya dia untuk kita, tapi itu bukan pembenaran untuk gonta-ganti pacar. Ada batas yang agak bias antara mencari orang yang tepat dengan malas berjuang. Gonta-ganti pacar, seringkali terjadi karena alasan yang kedua; malas berjuang.

Ada masalah sedikit, yang dipilih langsung putus tanpa memikirkan bagaimana menyelesaikannya. Lalu jadian sama yang lain untuk menghindari masalah tersebut, padahal tanpa mempelajarinya masalah tersebut masih akan terus berulang. 

Orang yang sering gonta-ganti pacar cenderung malas menghadapi berbagai kondisi sulit dalam hubungannya, makanya mereka memilih menghindar. Ibarat dalam perjalanan ketemu bagian yang berbatu, lalu malas sedikit bersusah-susah sehingga langsung putar balik dan memilih jalan lain.

Ya, nggak ada salahnya juga kalau kamu memilih cara itu untuk hidupmu, tapi ketahuilah kalau sering bergonta-ganti pacar bisa menyebabkan hal-hal ini:

1 dari 10 halaman

1. Kehilangan arah

Ilustrasi relationship. (Foto: pexels.com)

Kamu cenderung berprinsip, "jalanin yang ada saja dulu", jadi nggak kepikiran tuh kamu bikin tujuan jangka panjang sama setiap pasanganmu. Nggak tahu mau ke mana. Pfft!

2 dari 10 halaman

2. Nggak tahu apa yang kamu butuh

Ilustrasi relationship. (Foto: pexels.com)

Kamu nggak bisa membedakan mana keinginan mana kebutuhan karena yang kamu tahu cuma satu; yang penting kamu senang. Kalau sama pacarmu sekarang kamu nggak senang, ya cari lagi yang bisa bikin senang.

3 dari 10 halaman

3. Berjuang dari nol melulu, kapan majunya?

Ilustrasi relationship. (Foto: unsplash.com/Luke Porter)

Idealnya memang setiap kita mengalami kegagalan, kita belajar supaya ke depannya bisa melampaui level lebih tinggi dari yang sebelumnya. Bukan berkali-kali gagal lalu mentok di level yang sama, kemudian mengulang dari nol lagi, begitu seterusnya.

4 dari 10 halaman

4. Jadi kebiasaan buruk

Ilustrasi relationship. (Foto: pexels.com)

Itu tadi, karena kamu terbiasa menggampangkan putus, akhirnya "nggak mau susah-susah berjuang" pun jadi kebiasaan. 

5 dari 10 halaman

5. Banyak pelajaran tapi nggak kunjung naik kelas

Ilustrasi relationship. (Foto: pexels.com)

Masalah dalam hubungan itu ujian untuk naik level. Itu pelajaran. Belajar, supaya bisa naik kelas. Caranya? Kalau ada masalah ya dihadapi, selesaikan bersama. Bukan dihindari dengan putus.

6 dari 10 halaman

6. Bikin minder cowok yang mau serius sama kamu

Ilustrasi relationship. (Foto: unsplash.com/Joshua Rawson Harris)

Kelihatan sering gonta-ganti cowok tuh secara nggak langsung bikin cowok yang mau serius sama kamu jadi minder, "yah, si anu yang begitu aja diputusin. Gimana gue, ya?" 

7 dari 10 halaman

7. Membangun citra jelek

Ilustrasi Relationship. (Foto: Pexels.com)

Nah ini, bukan nggak mungkin kamu bakalan dipandang jelek sama orang. Contoh; playgirl.

8 dari 10 halaman

8. Giliran mau serius, nggak dipercaya

Ilustrasi Relationship. (Foto: unsplash.com/Jimmy Chang)

Sekalinya kamu mau serius pun belum tentu pasangan kamu bisa langsung percaya. Bisa juga kamu berada pada satu masa di mana kamu mau serius, eh sama pasanganmu "dibercandain" lalu kamu merasa down, dan akhirnya pacarannya main-main lagi.

9 dari 10 halaman

9. Jalan ketemu jodohnya jadi muter-muter

Ilustrasi relationship. (Foto: unsplash.com/Vlad Chernolyasov)

Kamu, kita semua, memang akan bersama orang-orang yang salah dulu sebelum bertemu orang yang tepat. Tapi itu bukan pembenaran untuk "cicip" sana sini. Kamu bisa lho menyederhanakan jalanmu bertemu jodoh, salah satunya ya dengan nggak sembarang menjalin hubungan dan nggak sembarang putus. Jangan gonta-ganti pacar melulu kalau nggak mau jalan ketemu jodohnya jadi muter-muter.

Tulis Komentar (0)

Kredit

  • fitriandiani
    Author
    fitriandiani
  • fitriandiani
    Editor
    fitriandiani