Sukses

Relationship

Curhat Pembaca: Tidak PDKT, Tidak Jadian, tapi Tak Mau Melepaskan

Bintang.com, Jakarta Dari: Valencia Kusuma

Hai aku mau curhat nih,panggil aja aku Ana. Aku kenal sama 1 cowo waktu kuliah dulu lewat medsos,dulu sempat janjian mau ketemuan jadi tukeran no hp tapi belum sempat ketemu dia. Setelah setahun g pernah kontak karna dia sudah punya pacar akhirnya dia menghubungi via wa. Waktu menghubungi dia bilang udh lama putus,jadi berlanjut sering chatt. Awalnya dia slalu nyuruh aku pulang karena kebetulan dia dinas di kota yang sama dengan rumahku. Sampai akhirnya aku pulang dan kita ketemuan untuk pertama kali. Berlanjut jalan bareng,ditempat ibadah selalu ketemu,hingga punya rutinas chatt "happy sunday". Waktu awal chatt dia minta dikenalin sama cewe biar klo pas ibadah g sendirian,dan waktu aku udah pulang ketemu dan ibadah bareng sama dia aku nawari mau kenalan sama yg mana dia g mau,padahal sebelumnya ngotot banget minta dicariin. Yang aku bingungin dari awal ketemu dia g pernah natap mata,klo ngobrol pandangannya ke tempat lain tapi waktu itu aku pernah sewaktu ketemu di tempat ibadah g aku sapa dan aku ngobrol sama temanku cowo,dia yang tadinya klo ketemu slalu mencoba menghindar tiba" datang nyapa dan diam beberapa saat di antara aku dan temanku. Klo kata sahabatku dia suka sama aku,tapi makin kesini dia jarang hubungi aku. Sekarang lebih sering aku yg hubungi duluan,dia balasnya jadi pasif gitu g seperti dulu. Mau lepas karena dia udah berubah tapi g rela klo tau dia dekat dengan cewe lain. Kalau begini aku harus gimana,lanjut aja dengan aku yg memulai obrolan atau lepas aja? Karena aku pernah nyoba sengaja g kontak 2 minggu dan dia g ada respon,hanya muncul di viewers snapgram.

***

Dear Ana,

berdasarkan penjelasanmu, ada beberapa alasan kenapa kamu harus melepaskannya. Untuk menjawab pertanyaanmu, baiknya kita kupas satu persatu ya.

Alasan pertama: meski sudah bertemu dan sering beribadah bersama, tapi sepertinya tidak trlihat ada intensi. Bisa terlihat dari caranya mengobrol denganmu, yang selalu melempar pandangan mata ke mana-mana. Kalau suka, dia pasti berusaha untuk menatap matamu walau itu bikin dia deg-degan setengah mati. Bukankah kamu juga akan begitu ke cowok yang kamu suka?

Kedua: sejak awal dia minta kamu mengenalkan dia dengan seseorang biar dia ada teman saat beribadah. Kalau dia memang suka kamu, dia tidak akan memintamu mengenalkannya ke orang lain. Yang ada dia "modus" supaya bisa ketemu dan beribadah bareng terus sama kamu.

Ketiga: dia sudah semakin jarang menghubungi kamu, kalaupun kamu hubungi duluan jawabannya dia tidak seru dan membuat obrolan mengalir, kan? Bahkan ketika kamu tidak mengontak dia selama 2 minggu, dia tampak biasa saja tanpa respon apa-apa. Nah, itu seharusnya cukup membuktikan tidak adanya ketertarikan terhadapmu.

Keempat: dalam ceritamu pun kamu tidak pernah ada kata PDKT, tidak pernah ada kata suka, apalagi jadian. Tidak terlihat ada yang istimewa dari kedekatan kalian.

Kelima: kenapa harus tidak rela? Toh kamu juga bisa dekat dengan cowok lain. Kamu dan dia kan tidak ada komitmen apa-apa. Kenapa harus membebani dirimu sendiri?

Pernah kah kamu berpikir, bahwa dia tidak pernah ada tujuan apa-apa mendekatimu selain berteman? Sepertinya itu sangat mungkin terjadi, mengingat dia sedang dinas di kota asalmu dan mungkin memang dia kesepian. 

Jangan sembarang menaruh harap, apalagi kalau memang tidak ada pertanda dia layak diharapkan. Lebih realistis saja agar kamu tidak kecewa nantinya ya, Ana. :)

 

 

***

Punya masalah percintaan yang bikin galau? Curhatin aja! Kirim curhatanmu ke redaksi@bintang.com. Jangan lupa tulis subject emailnya: CURHAT PEMBACA BINTANG, ya. Curhatanmu akan dijawab dan kamu bisa lihat jawabannya di www.bintang.com/relationship. Ditunggu!

Tulis Komentar (0)

Kredit

  • fitriandiani
    Author
    fitriandiani
  • fitriandiani
    Editor
    fitriandiani