Sukses

Relationship

Cepat atau Lambat, Orang yang Selingkuh Pasti akan Merasakan Ini

Kredit (2)

Bintang.com, Jakarta Perselingkuhan adalah salah satu masalah pelik yang terjadi dalam hubungan. Telah banyak contoh kasus yang berakibat tak menyenangkan bagi diri sendiri dan bagi hubungan, tapi masih saja banyak terjebak di dalamnya, bahkan secara sadar dan rela hati.

Perselingkuhan tak hanya terjadi pada hubungan yang tak harmonis, pasangan yang selalu tampak baik-baik saja pun tak bisa benar-benar menjauhi kemungkinan perselingkuhan.

Siapa saja bisa selingkuh. Tak peduli seberapa baik pasangannya dan sebahagia apa hubungannya, selingkuh bisa terjadi kapan saja karena faktor keserakahan sesaat.

Iya, selingkuh adalah euforia sesaat. Perasaan senang, perasan disayang, perasaan berbunga-bunga yang diberikan selingkuhanmu, itu semua hanya sementara. Cepat atau lambat kamu akan menyesalinya, dan kamu takkan bisa mengulang waktu untuk mengubah keputusanmu berselingkuh dulu. Kamu hanya bisa terima dan menjalani yang ada.

1. Memang, selingkuh memang terasa menyenangkan. Tentu saja menyenangkan jika kamu mendapatkan perhatian dan kasih sayang dari dua orang sekaligus. Kalau yang satu lagi menyebalkan, bisa lari ke yang satunya. Kalau dua-duanya lagi menyenangkan, kebahagiaanmu berlipat ganda, deh!

Kesenangan saat berselingkuh hanya euforia sementara. (Foto: unsplash.com)

2. Tapi kesenangan itu takkan bertahan lama, karena kamu akan terbayang-bayang perasaan bersalah kepada pacarmu. Sebahagia-bahagianya kamu sama selingkuhan, selega-leganya kamu mendapat perhatian dan kasih sayang dari dua orang sekaligus, tetap saja ada satu sisi di hatimu di mana kamu merasa disesakkan dengan perasaan bersalah. Kebahagiaanmu tak utuh.

Kesenangan saat berselingkuh hanya euforia sementara. (Foto: unsplash.com)

3. Sekali kamu menemukan kekurangan pada diri selingkuhanmu, kamu akan membandingkannya dengan pacarmu dan semakin menyesali perbuatanmu. Kalau selingkuhanmu jauh lebih baik dari pasanganmu, kamu akan jauh dari penyesalan. Tapi seseorang tak bisa selamanya baik, dan sekali kamu menemukan kekurangan selingkuhanmu, kemungkinan kamu akan membandingkannya dengan pacarmu dan menyesali, kenapa kamu menghianatinya untuk orang seperti ini.

Kesenangan saat berselingkuh hanya euforia sementara. (Foto: unsplash.com)

4. Akhirnya kamu sadar bahwa selingkuhanmu tak lebih baik dari pacarmu, kebahagiaan yang dia beri hanya sesaat. Setelah euforia bahagia dari perselingkuhan itu habis karena selingkuhanmu mulai menunjukkan sifat aslinya, semua akan tergantikan dengan penyesalan hebat. Kamu akan tersadar bahwa selingkuhanmu ternyata tak sebaik pacar yang kamu khianati itu.

Kesenangan saat berselingkuh hanya euforia sementara. (Foto: unsplash.com)

5. Kamu benar-benar menyesalinya, dan meragukan apakah setelah apa yang kamu perbuat, kamu masih pantas mendapatkan pasangan yang baik? Mengingat apa yang sudah kamu lakukan pada hubunganmu, terlebih kalau kamu melakukannya saat semua baik-baik saja, bukan tak mungkin itu akan mempengaruhi kepercayaan dirimu ke depannya. Kamu mulai khawatir akan kedatangan karma.

Kesenangan saat berselingkuh hanya euforia sementara. (Foto: pexels.com)

Kalaupun penyesalan tak bisa dihindari, setidaknya pastikan penyesalan itu beriringan dengan kesadaranmu untuk belajar agar kamu menjadi pasangan yang lebih baik, dan agar perselingkuhan itu takkan terulang lagi kelak.

0 Komentar

Belum ada komentar