Sukses

Relationship

Sayangnya Cintaku Padamu Takkan Hadir Karena Terbiasa

Kredit (2)

Bintang.com, Jakarta Sayangnya cintaku untukmu takkan hadir hanya karena terbiasa. Aku pun tak ingin, membuat diriku terbiasa dan akhirnya malah mencintaimu. Bukankah itu terdengar seperti dipaksakan? Lagipula, aku yakin kamu pantas mendapatkan cinta yang lebih baik.

Aku tak ingin kamu mendapatkan cinta hanya karena terbiasa. Dan aku, tak ingin cinta ini ada karena kamu yang selalu hadir. Namun, bagaimana jika akhirnya kamu memutuskan untuk berbeda jalan takdir?

Maaf, cintaku padamu takkan tumbuh hanya karena kita terbiasa bersama. (Via: Stylishwife)

Jika memang aku ditakdirkan untuk mencinta, aku tak ingin karena terbiasa. Yang aku inginkan adalah mencinta dengan sepenuh jiwa. Tanpa ada terpaksa, apalagi dibiasakan. Karena aku ingin bahagia, bukan terbiasa.

Ketika aku jatuh cinta, aku ingin hatiku memang jatuh sejatuh-jatuhnya. Membuatku rela melakukan apa saja asal aku dan cowok itu bahagia. Bukan karena selalu bersama dan akhirnya mengalir begitu saja.

Maaf, cintaku padamu takkan tumbuh hanya karena kita terbiasa bersama. (Foto: pexels)

Bukan karena kamu bukan orang yang tepat, tentu saja bukan karena itu. Mungkin lebih baik aku mengikuti keinginan Sapardi Djoko Darmono. Ya, aku ingin mencintai dengan sederhana. Bukan karena kamu yang selalu ada.

Banyak yang bilang bahwa "coba saja jalani dahulu, nanti cinta juga akan datang dengan sendirinya". Terlalu sering kumendengar hal yang sama. Namun kata hatiku pun tetap sama. Aku hanya ingin mencintai karena jatuh hati.

Maaf, cintaku padamu takkan tumbuh hanya karena kita terbiasa bersama. (Foto: pexels.com)

Aku ingin mencinta karena rela menjatuhkan hatiku. Aku ingin mencintai dengan sepenuh hati. Tak bisa kujalani ketika kamu hanya cinta sendiri. Karena aku tahu, baik aku dan kamu akan tersakiti.

Terima kasih sudah mencintaiku. Maaf karena aku tak bisa menjadi yang kamu inginkan, namun aku yakin yang terbaik tidak akan datang secara terburu-buru. Karena aku pun yakin, yang terbaik untukmu bukanlah aku.

0 Komentar

Belum ada komentar