Sukses

Relationship

Kenapa Aku Jatuh Cinta pada Dia yang Tak Bisa Kupunya?

Kredit (2)

Bintang.com, Jakarta Aku sadar memiliki cinta yang besar untukmu. Namun mengapa hati ini jatuh pada dia yang tak bisa aku miliki? Mengapa rasa sebesar ini hadir untuk dia yang tak akan pernah bisa aku gapai?

Kusadari bahwa perbedaan ini menjadi tembok besar yang menghalangi. Aku sadari, memang seharusnya kita tak saling memiliki. Dengan aku yang melakukan salat Idul Fitri dengan kamu yang pergi ke gereja setiap Minggu pagi, alasan apalagi yang bisa dipakai untuk mempersatukan cinta ini?

Jika memang kamu tak bisa kumiliki, kenapa aku malah makin cinta? (Via: Stylishwife)

Maaf, jika memikirkan egoisku, maka bersatu denganmu adalah satu-satunya hal yang ingin aku lakukan. Lagi, ini memang egoisku, ketika aku menginginkanmu lebih dari apapun.  Namun apa daya, toh berpisah akan menjadi akhir dari hubungan kita.

Bisakah kita lanjutkan saja hubungan ini untuk sementara saja? Atau bagimu kebersamaan kita hanyalah membuang waktu? Jika akalku berbicara, melepaskanmu adalah langkah terbijak. Namun memang terkadang hati bisa mengalahkan segalanya, kini egokulah yang tengah berbicara.

Jika memang kamu tak bisa kumiliki, kenapa aku malah makin cinta? (Foto: unsplash.com)

Kata orang, kita memang selalu jatuh cinta dengan dia yang tak bisa dimiliki. Dalam kasusku, itu kamu. Meski berjuang bersama, akhirnya hanya akan memperlebar lara. Aku tak ingin kamu berpindah ke jalan hidupku, dan aku pun tak ingin pergi ke gereja setiap Minggu.

Dalam hati aku selalu bertanya, mengapa perbedaanlah yang justru memisahkan kita? Namun tak mengapa, karena aku tak ingin mengecewakan keluarga. Begitu pun kamu. Aku tak ingin ada tangis ibu yang mengalir karena keputusan kita yang tak adil.

Jika memang kamu tak bisa kumiliki, kenapa aku malah makin cinta? (Via: unsplash)

Pernikahan bukan hanya perkara bersatunya aku dan kamu, tapi dua keluarga. Dan pernikahan bukanlah akhir untuk hubungan kita karena perbedaan yang ada. Untuk itu, kini aku mengucap salam berpisah dan terima kasih.

Terima kasih atas cinta yang sudah kamu berikan selama ini. Terima kasih sudah menjadi kekasih yang hebat yang menemani setiap hari. Selamat tinggal, semoga kita akan lebih bahagia usai ketika sudah berjalan sendiri-sendiri.

0 Komentar

Belum ada komentar