Sukses

Relationship

Cewek Merdeka Tak Perlu Takut jadi yang Pertama Ungkapkan Cinta

Bintang.com, Jakarta Selamat Hari Kartini, cewek-cewek kebanggaan Indonesia! Tanggal 21 April merupakan hari kelahiran R.A Kartini, pahlawan nasional Indonesia yang dahulu bergerak memperjuangkan emansipasi wanita. Berkat perjuangan Kartini, kita semua bisa ada di sini sekarang, menikmati apa yang kita miliki. Pendidikan, karier, bermacam fasilitas, dan segala keistimewaan lainnya sebagai wanita. Oleh sebab itulah hari kelahirannya kita peringati sebagai Hari Kartini, sebagai selebrasi kemajuan wanita Indonesia setiap tahunnya.

Apa yang diperjuangkan oleh Kartini dahulu sangat dirasakan dampaknya bagi wanita Indonesia generasi penerusnya. Dulu, ruang gerak wanita hanya sebatas di sumur, di kasur, di dapur. Sekarang banyak wanita berkarier, bahkan sampai menempati kursi nomor 1 di sebuah negara. Dulu, wanita dianggap seperti barang yang hanya boleh menuruti apa yang diperintah tuannya. Kini wanita berhak bersuara sama lantangnya. Banyak sekali warisan kemewahan dari Kartini, sangat sayang kalau kita tak memanfaatkannya untuk sesuatu yang positif demi mengembangkan kemampuan diri, maka kitalah yang merugi.

Cewek merdeka tak perlu takut jadi yang pertama ungkapkan cinta. (Foto: pexels)

Kesetaraan hak yang dulu diperjuangkan Kartini untuk kita, para wanita Indonesia, harusnya juga bisa diterapkan dalam soal cinta. Ya, sebagian memang sudah teraplikasikan dalam kehidupan sehari-hari, termasuk soal menyatakan cinta. Tapi masih banyak pula yang tidak. Coba, berapa banyak wanita yang masih merasa harus menunggu gebetannya menyatakan cinta karena “ya aku kan wanita, masa nembak dia duluan?!”? Banyak, pasti. Kalau kamu memilih untuk pasif di saat kebebasan itu sudah disediakan untuk kamu, sama aja kamu menyia-nyiakan perjuangan Kartini, lho, girls!

Tahu kenapa menyia-nyiakan? Nih penjelasannya!

1 dari 4 halaman

Kenapa Cewek Tak Perlu Sungkan Ungkapkan Cinta Duluan?

1. Sebagai warga negara Indonesia, kita memiliki kebebasan untuk mengemukakan pendapat yang telah diatur di Undang-Undang No. 9 Tahun 1998. Bukankah hal itu bisa diterapkan juga untuk menyuarakan perasaan? Begini misalnya: Ngomong ke gebetan, “eh, aku seneng ngobrol sama kamu. Ngerasa nyaman juga. Menurut aku, kayaknya kita berpotensi untuk jadi pasangan yang kompak. Gimana kalau kita coba?” Mantap. Gih, buruan kemukakan pendapat itu ke gebetan kalian. Tidak perlu lagi gengsi-gengsi, ini eranya emansipasi!

Cewek merdeka tak perlu takut jadi yang pertama ungkapkan cinta. (Foto: commons.marymount.edu)

 

2 dari 4 halaman

Ungkapkan Cinta Duluan sama dengan Menerapkan Semangat Kartini

2. Menyatakan cinta ke gebetan, sama dengan kamu memiliki keberanian untuk memperjuangkan apa yang kamu yakini. Itu semangat yang dimiliki Kartini saat memperjuangkan emansipasi wanita dulu! Tak perlu malu-malu. Kalau kamu belum bisa memperjuangkan hal yang lebih besar untuk bangsamu, setidaknya buktikan saja dulu bahwa kamu punya nyali untuk memperjuangkan cinta dalam hatimu.

Cewek merdeka tak perlu takut jadi yang pertama ungkapkan cinta. (Foto: pexels)

3 dari 4 halaman

Tak Perlu Membuang Waktu

3. Semua demi efisiensi waktu. Wanita yang cerdas tidak membiarkan dirinya hanyut dalam arus. Kartini, di tengah keterbatasan yang menghimpitnya waktu itu, berusaha memberontak keluar dari garis batas yang mempersempit ruang geraknya. Sekarang pikirkan bahwa gengsimu untuk menyatakan cinta duluan adalah garis batas itu. Kalau kamu hanya terpaku menunggu di baliknya, kamu takkan tahu apa yang ada di luar sana. Kamu takkan bisa segera tahu dia memiliki perasaan yang sama atau tidak kepadamu, dan itu hanya akan membuatmu tak bisa menentukan langkah. Sebaliknya kalau kamu berani maju, menyenangkan atau tidak jawabannya atas pernyataan cintamu, kamu tahu bagaimana harus melangkah selanjutnya. Tak lagi menunggu dan buang-buang waktu untuk sesuatu yang tak pasti.

Cewek merdeka tak perlu takut jadi yang pertama ungkapkan cinta. (Foto: pexels)

Ayo, girls! Terapkan semangat Kartini dalam perjuangannya dulu. Toh, perjuanganmu dalam soal menyatakan cinta ini bukan melawan penjajah, melainkan gengsimu sendiri. Tidak terlalu susah, kan? Semangat memperjuangkan cinta yang kamu yakini, wanita Indonesia!

Tulis Komentar (0)

Kredit

  • fitriandiani
    Author
    fitriandiani
  • fitriandiani
    Editor
    fitriandiani