Sukses

Viral

Gara-gara Obat PCC, Banyak Remaja di Kendari Masuk RSJ

Bintang.com, Jakarta Sebuah video yang memperlihatkan seorang bocah laki-laki tengah terbaring dipinggir jalan dan bertingkah seperti orang kesurupan kini tengah viral di dunia maya. Dalam rekaman video tersebut terdengar seorang pria berkata bahwa bocah laki-laki tersebut telah mengonsumsi mumbul atau obat PCC.

Video yang diunggah oleh pemilik akun Facebook Fadlyazis Kdi dan bersumber dari Andi Muslimin pada Kamis (14/9/2017) juga menjelaskan bahwa kini puluhan orang sudah dilarikan ke Rumah Sakit Jiwa (RSJ) Kota kendari dengan keluhan yang sama, yakni tidak sadarkan diri dan berhalusinasi. “Info yang didapat dari pasien mereka telah meminum obat yg disebut PCC (Mumbul) dan ada juga yang disebut Flakka Jenis Narkotika terbaru,” tulis akun Facebook Fadlyazis Kdi.

Sementara itu, kepada Bintang.com, dalam pesan singkatnya, Penasehat Generasi Peduli Anti Narkoba (GPAN), Brigjen Pol Siswandi menjelaskan bahwa hingga saat ini RSJ Kendari masih kedatangan pasien dengan gejala yang sama. “Disampaikan kepada Ka Anggota GPAN dan Masyarakat Luas untuk melakukan pengawasan ekstra terhadap putra putrinya. Sejak semalam sampai saat ini RSJ Kendari kedatangan pasien anak dan remaja dengan gejala yang sama: Tidak Sadarkan Diri dan Berhalusinasi,” tulis Brigjen Pol Siswandi dalam pesan singkatnya, Kamis (14/9/2017).

“Info yang didapat dari pasien mereka telah meminum obat yang disebut PCC dan obat tersebut didapatkan secara gratis oleh oknum yang mereka tidak kenal. Untuk meminimalisir jatuhnya korban diharapkan kerjasama dari para orang tua untuk melakukan pengawasan terhadap putra putrinya, terima kasih. Masyarakat dihimbau agar waspada. trims Penasehat GPAN,” jelas Brigjen Pol Siswandi.

Bahaya narkoba! Obat PCC beredar di Kendari. (Foto: GPAN)

Dilansir dari Antara, Kamis (14/9/2017), Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) Kota Kendari, Sulawesi Tenggara, Murniati, menyebutkan korban penyalahgunaan obat PCC dalam satu hari bertambah menjadi 50 orang. "Kemarin pagi dalam pendataan kami hanya sekitar 30 orang, malam ini sudah bertambah menjadi 50 orang," kata Murniati, di Kendari, Kamis (14/9/2017).

Tulis Komentar (3)

Kredit

  • Gadis Abdul
    Author
    Gadis Abdul
  • Gadis Abdul
    Editor
    Gadis Abdul