Sukses

Feed

Berita Hari Ini: Program Cegah Rokok, Rafflesia, Bibit Pohon

Kredit (2)

Bintang.com, Jakarta PT HM Sampoerna Tbk memperluas program Pencegahan Akses Pembelian Rokok oleh Anak-Anak (PAPRA) ditujukan bagi anak-anak usia di bawah 18 tahun melalui penambahan jumlah jaringan ritel baik modern maupun independen.

"Kami berharap melalui kerja sama dari berbagai pihak, hasilnya akan lebih berdampak positif kepada masyarakat," kata Director Corporate Affairs Sampoerna, Troy Modlin, di Jakarta, Kamis.

Seperti yang dikutip dariĀ Antaranews, program PAPRA yang dimulai sejak Oktober 2013 sebanyak 4 .800 ritel, sampai saat ini sudah menggandeng 32.300 ritel.

Troy menjelaskan, jumlah yang saat ini mencapai 32.300 ritel ditargetkan akan terus bertambah untuk tahun-tahun ke depan.

Ilustrasi Penolakan Rokok (Liputan6.com/M.Iqbal)

Satu bunga Rafflesia gadutensis ditemukan mekar di habitatnya di kawasan Hutan Lindung Boven Lais, Kabupaten Bengkulu Utara, berjarak 80 kilometer dari Kota Bengkulu, Provinsi Bengkulu.

Seperti yang dikutip dari Antaranews, "Kelopak bunga mulai membuka sejak kemarin dan diperkirakan mekar sempurna besok (3/12)," kata Koordinator Komunitas Peduli Puspa Langka (KPPL) Kabupaten Bengkulu Utara, Riki Septian saat dihubungi dari Kota Bengkulu, Jumat.

Habitat bunga langka itu dapat dijangkau dengan berjalan kaki dari gerbang objek wisata air terjun Palak Siring, Kemumu sejauh 20 meter ke dalam objek wisata itu.

Rafflesia gadutensis. (via: Antaranews).

Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat menanam sebanyak 45.840 bibit pohon di kaki Gunung Rinjani dalam rangkaian peringatan Hari Menanam Pohon Indonesia (HMPI).

"Penanaman pohon yang kita laksanakan ini merupakan salah satu upaya revitalisasi dan penyelamatan hutan yang ada di NTB dan Indonesia umumnya," kata Wakil Gubernur NTB H Muhammad Amin di sela-sela acara penanaman pohon di Desa Sembalun Bumbung, Kabupaten Lombok Timur, Kamis.

Seperti yang diwartakan Antaranews, Wagub menuturkan, di NTB penyelamatan hutan penting dilakukan, mengingat lebih dari 500.000 hektare lahan hutan masih belum dimanfaatkan secara optimal.

"Tugas ini penting bagi seluruh pihak untuk melakukan berbagai upaya, agar hutan tidak gundul atau rusak dan bagaimana agar lahan kritis itu dapat termanfaatkan dengan baik," katanya.

Gunung Rinjani, Lombok/Business Insider

0 Komentar

Belum ada komentar