Sukses

Feed

Berita Hari Ini: LIPI, Facebook, Pohon Natal

Kredit (2)

Bintang.com, Jakarta Peneliti Pusat Penelitian Biomaterial Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia Lisman Suryanagara mengingatkan masyarakat akan bahaya kertas nasi dan kertas daur ulang bagi kesehatan manusia.

"Jadi kertas nasi untuk membungkus makanan seperti untuk nasi goreng, nasi bungkus, atau martabak yang berwarna cokelat itu memiliki dampak buruk bagi kesehatan, misalnya mengurangi vitalitas bagi laki-laki," kata Lisman Suryanaga dalam acara Roadshow Food Safety Packaging di Bandung, Selasa.

Ia menuturkan tempat penyimpanan makanan terus mengalami perubahan dari masa ke masa seiring berjalannya waktu.

Menurut dia, pemanfaatan bahan yang digunakan sebagai kemasan makan yang umum digunakan dari masa ke masa antara lain keramik, kaca, plastik, aluminium foil, hingga yang berbahan dasar kertas.

Berbicara tentang kemasan pangan berbahan dasar kertas yang paling lazim digunakan di Indonesia, kata dia, ternyata masih banyak yang belum layak untuk dijadikan sebagai kemasan pangan primer.

LIPI. (Situs LIPI.go.id)

Facebook mengumumkan pengguna aplikasi Messenger kini dapat memainkan game di jendela percakapan.

Mulai 29 November 2016, seperti yang diberitakan laman Phone Arena, aplikasi tersebut sudah dapat diperbarui, dimulai dari Amerika Serikat, untuk dapat merasakan pengalaman terbaru tersebut.

Game yang dapat dimainkan di Facebook Messenger termasuk Pac-Man, Words With Friends, Space Invaders, Arkanoid, EverWing, Nex dan Galaga.

Game dapat dijalankan di perangkat yang memakai iOS dan Android terbaru, tanpa disebutkan secara spesifik.

Facebook (ilustrasi)

Badan Lingkungan Hidup (BLH) Kabupaten Biak Numfor, Provinsi Papua, mengimbau instansi pemerintah, BUMN/BUMD, TNI/Polri, dan perusahaan swasta, untuk menggunakan replika pohon Natal yang berbahan baku ramah lingkungan.

"Imbauan ini sudah disebarluaskan kepada pimpinan SKPD, komandan satun TNI/Polri, pimpinan BUMN/BUMD serta para pengusaha," kata Kepala BLH Kabupaten Biak Numfor Zakarias Mailoa, yang dihubungi di Biak, Minggu.

Ia mengatakan bahan baku seperti plastik, kaleng serta botol bekas yang banyak dijumpai di sekitar lingkungan kerja dapat diolah dan dimanfaatkan menjadi bahan baku hiasan pohon Natal.

Dengan mengolah limbah sampah menjadi bahan baku pohon Natal, menurut Mailoa, itu berarti sudah mendukung program pengelolaan limbah lingkungan menjadi sesuatu yang berguna.

Ilustrasi - Pohon Natal dari kaleng bekas. (via: antaranews)

0 Komentar

Belum ada komentar