Sukses

Viral

Good News Today: Teh Jahe, Aplikasi Penyelamat, Lampu Pengumpul

Bintang.com, Jakarta Salah satu bagian terburuk saat datang bulan atau yang lebih sering disebut dengan menstruasi, adalah kram rahim yang menyakitkan. Kram ini dapat terasa sangat buruk dan sakit, sehingga terkadang dapat mengganggu aktivitas sehari-hari. Mulai dari jalan terbungkuk-bungkuk sampai mungkin membuat kamu ingin tetap meringkuk di tempat tidur sepanjang hari.

Jika kram menstruasi mengganggu aktivitas kamu, coba kamu mulai konsumsi teh jahe panas untuk meringankan rasa kram akibat menstruasi, seperti yang dilansir dari Ehow.

Jahe banyak digunakan sebagai obat alami untuk gangguan menstruasi dari semua jenis, khususnya kram menstruasi. Coba seduh secangkir teh jahe, tambahkan irisan lemon, dan satu sendok teh madu. Jahe tidak hanya membantu meringankan ketidaknyamanan, namun juga sebagai anti radang yang akan meringankan peradangan rahim yang menyakitkan.

Teh Jahe | Via: Prevention

Era wearable device akan makin memperkuat peran aplikasi seluler di masyarakat. Setidaknya hal itu yang dirasakan Shamila dan kawan-kawan di Tim Pulse Telkom University (TelU) dengan aplikasi bernama Jantung, yang baru dinobatkan juara kedua Telemedicine Innovation Challenge yang diselenggarakan Monash University, Malaysia.

Yang dikutip dari Liputan6, "Tiga juri yang menilai kami, yakni perwakilan Microsoft Malaysia, dokter, dan akademisi menilai aplikasi Jantung yang berbasis gelang pulse wristband, itu sangat potensial dikembangkan. Baik secara keilmuan maupun bisnis," katanya.

Cara kerjanya adalah frekuensi denyut jantung di pergelangan tangan direkam gelang pulse wristband buatan mereka. Kemudian, dikirimkan ke aplikasi melalui Wide Fidelity (WiFi). 

Shamila (kiri) dan tim Pulse Telkom University (TelU) di booth Telemedicine Innovation Challenge di Malaysia. (Foto: Istimewa)

Joint Operating Body Pertamina Medco E&P Tomori Sulawesi (JOB Tomori), berperan mensejahterakan nelayan dengan memanfaatkan salah satu teknologi LEDikan (lampu pengumpul ikan), yang dibagikan ke nelayan di Desa Paisubololi, Kecamatan Batui Selatan Kabupaten Banggai, Provinsi Sulawesi Tengah.

General Manager JOB Pertamina-Medco E&P Tomori Sulawesi Judha Sumarianto mengatakan, sebagai perusahaan migas yang berinvestasi di Kabupaten Banggai, JOB Tomori berkomitmen untuk memajukan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat desa desa di sekitar wilayah operasi melalui program Tanggung Jawab Sosial (TJS). 

Yang dikutip dari Liputan6, Judha mengungkapkan, JOB Tomori melakukan kerja sama dengan Badan Penelitian dan Pengembangan Kementerian Kelautan dan Perikanan (Balitbang KKP) dalam penggunaan teknologi perikanan. Teknologi yang dimaksud dalam hal ini, adalah pemanfaatan salah satu teknologi LEDikan (lampu pengumpul ikan ). 

"Besar harapan kami semoga ke depannya perusahaan dapat meningkatkan peran serta dalam membantu meningkatkan kesejahteraan masyarakat nelayan, khususnya dengan teknologi di bidang perikanan yang diaplikasikan di lapangan," ujar Judha. 

Perahu Nelayan saat dilintasi oleh para pebalap pada etape ke-5 Tour de Singkarak dari Pantai Carocok-Painan menuju pantai Gondoriah-Pariaman, Sumatera Barart. (Bola.com/Nicklas Hanoatubun)

Tulis Komentar (0)

Kredit

  • Ega Maharni
    Author
    Ega Maharni
  • Ega Maharni
    Editor
    Ega Maharni