Sukses

Viral

Rindu Pada Nabi Muhammad SAW? Ini Peninggalan Tubuh Rasulullah

Bintang.com, Jakarta Nabi Muhammad SAW. Menyebut namanya bagi sebagian muslim sudah merasa sejuk. Meski beliau sudah tiada ribuan tahun lalu dan tidak satu pun manusia zaman sekarang mengetahui wajahnya, namun seolah figurnya dekat dengan umat Islam.

Museum Topkapi, Kota Istanbul, Turki | Via: easytravelturki.com

Kamu yang muslim punya obat mujarab untuk melepas rindu pada Rasulullah ini. Jika ada kesempatan, kunjungi saja Museum Topkapi, Kota Istanbul, Turki. Di sana ada beberapa peninggalan tubuh Nabi Muhammad yang tersimpan rapi.

Apa saja peninggalan nabi yang paling dicintai umat Islam ini? Berikut uraian dari Bintang.com buat kamu.

Janggut Nabi Muhammad SAW

Rambut Janggut Nabi Muhammad SAW | Via: infoyunik.blogspot.com

Beberapa helai rambut janggut Nabi Muhammad ada di dalam sebuah kotak kaca di Museum Topkapi. Benda ini diperoleh dari tukang cukur pribadi Rasul, namanya Salman.

Cetakan Telapak Kaki Muhammad SAW

Cap Telapak Kaki Nabi Muhammad SAW | Via: infoyunik.blogspot.com

Sebenarnya banyak klaim mengatakan menemukan jejak diduga milik Rasulullah. Namun yang sudah teruji keasliannya disimpan di Museum Topkapi seperti yang kamu lihat gambarnya di atas.

Gigi Nabi Muhammad SAW

Gigi Nabi Muhammad SAW | Via: infoyunik.blogspot.comv

Gigi milik Nabi Muhammad SAW ditemukan di Bukit Uhud, Kota Madinah, Arab Saudi, tempat terjadinya Perang Uhud. Di sini Rasulullah dan bala tentaranya mengalami kehilangan. Beliau juga kehilangan empat gigi. Dua dari empat gigi ini berhasil ditemukan.

Helai Rambut Nabi Muhammad SAW

Helai Rambut Nabi Muhammad SAW | Via: infoyunik.blogspot.com

Dalam pelbagai kesaksian, disebutkan Rasulullah memiliki rambut gondrong sebahu dan tebal juga sering mengalami kerontokan. Rontokan rambut ini yang dipunguti dan disimpan oleh para sahabat. Hingga kini rambut yang telah memutih itu berada di kotak kaca Museum Topkapi.

 

Tulis Komentar (1)

Kredit

  • Malozom
    Author
    Malozom
  • Ardini Maharani
    Editor
    Ardini Maharani