Feed

Wajah Ashin Wirathu, Penjagal Suku Rohingya Berjubah Biksu

 
Credits (2)

Bintang.com, Jakarta Namanya Ashin Wirathu, dia seorang biksu Buddha yang dituding menjadi penyebab pembantaian suku Rohingya hingga akhirnya mereka ramai-ramai eksodus dari Burma.

Ashin Wirathu (Via: cashcashpinoy.co)

Wirathu disebut dalam majalah TIME sebagai tokoh paling kontroversial. Di balik jubah biksunya, dia mendapat cap provokator yang benci pada kaum muslim dan mulai khawatir atas perkembangan agama samawi ini di tanah Myanmar.

Ashin Wirathu (Via: huffingtonpost.com)

Ashin Wirathu menyakini ada konspirasi besar mengubah Burma menjadi negara Islam. Atas dasar inilah dia membentuk kelompok bernama SKUAD 969 yang melancarkan serangan-serangan seporadis pada kaum muslim, termasuk benda-benda kepemilikan mereka bahkan rumah ibadah. Puluhan masjid menjadi puing di tangan SKUAD 969.

Lambang SKUAD 969 (Via: forbiddensymbols.com)

SKUAD 969 mengacu pada sembilan atribut Buddha, enam ajaran dasar, dan sembilan perintah monastik berkaitan dengan spiritual untuk tingkatan mencapai nirwana. Salah satu tugas mereka menghancurkan kekuatan asing yang ingin membinasakan Buddhisme dan kekuatan asing itu Islam.

Islam memang tumbuh cepat di Myanmar, hingga 2014 sekitar 35 persen penduduk negara ini berpindah keyakinan menjadi muslim. Di tahun sebelumnya hanya empat persen saja. Bagi beberapa tokoh Buddha garis keras, termasuk Wirathu, hal tersebut jadi ancaman.

Ilustrasi Muslim Myanmar (Via: tribune.com.pk)

Apalagi penduduk muslim kebanyakan kaum pendatang yang cukup sukses membuka usaha. Berbagai toko kebutuhan sehari-hari dan bisnis-bisnis penting justru digerakkan oleh umat Islam. Wirathu menganggap hal ini sebagai ancaman posisi bagi penganut Buddha. Dengan logika 'sederhana', jika semakin banyak penduduk Buddha membeli barang-barang milik muslim maka semakin makmur pengikut Nabi Muhammad SAW.

Ashin Wirathu (Via: lejdd.fr)

Untuk itulah SKUAD 969 dibuat. Kelompok ini bergerak progresif menyerukan warga Buddha agar melakukan jual beli sesama saudara seiman. Mereka juga menandai setiap toko milik umat Buddha dengan stiker.

SKUAD 969 berdalih mereka melindungi budaya dan identitas Burma yang identik dengan Buddha. Mereka rajin menyebar rumor soal biadabnya kaum muslim dan tuduhan menyesatkan ini membuat banyak media melabeli Wirathu sebagai 'Buddhist Bin Laden' bahkan TIME juga menulis Wirathu sebagai 'The Face of Buddhist Terror' atau Wajah Teror Buddha.

Ashin Wirathu menjadi cover majalah ternama TIME (Via: TIME)

Ngeri, ya. Dan yang lebih mengerikan lagi, pemerintah Myanmar mendukung kampanye kebencian Wirathu pada kaum muslim. Itulah mengapa hingga detik ini Junta Militer tak menindak SKUAD 969 dan menangkap biksu radikal itu hingga akhirnya ratusan kematian terjadi dalam tiga tahun terakhir.

Suku Rohingya yang sebagian besar kaum muslim ikut kena getah dari kampanye anti-Islam milik Wirathu. Mereka terusir dari Burma dan tidak lagi mengerti kemana harus pulang.

Satu-satunya harapan yakni menuju beberapa negara yang mayoritas muslim. Mereka berpikir, kali saja sesama saudara seiman akan menolong. Namun apa lacur, Malaysia menolak mereka mentah-mentah. Suku Rohingya ini pun terombang-ambing di laut dengan kapal ala kadarnya yang mereka gunakan untuk lari dari konflik Buddha-Islam di Burma.

Penderitaan Suku Rohingya yang Terusir dari Tanah Burma (Via: scmp.com)

Sampailah Suku Rohingya di Indonesia. Sebagai bangsa yang welas asih, kita harus bangga jika bisa membantu mereka, paling tidak memberikan rasa aman dari ketakutan sebab ancaman SKUAD 969 dan Ashin Wirathu. Bukan karena keyakinan, melainkan kemanusiaan. Semoga cara terbaik bisa menyelesaikan persoalan ini. Amin.

1 Comments